Feeds:
Posts
Comments

Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku di mana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk (Syaputra, 2009).

Menurut Sunaryo (2004), belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup.

Belajar adalah salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu.         (Anonimous, 2008). Continue Reading »

MOTIVASI MAHASISWA

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut.  Motivasi dari luar adalah motivasi yang  pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara motivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.(Abi Hasna, 2010). Continue Reading »

AKADEMI KEPERAWATAN JABAL GHAFUR SIGLI

KARYA TULIS ILMIAH

Tanggal ujian : 9 Oktober 2011

 

FITRIANI/MIRZAL TAWI*)

092001S08053

 

GAMBARAN MOTIVASI MAHASISWA AKPER JABAL GHAFUR SIGLI TENTANG PRAKTIK BELAJAR LABORATORIUM MANDIRI

TAHUN 2011

 

xiv + 50 Halaman + 6 Tabel + 2 Gambar + 5 Lampiran


ABSTRAK   

 

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Motivasi  mahasiswa dalam  mengikuti  pembelajaran  di kelas dan praktik laboraturium sangat menentukan kemampuan mahasiswa dalam melakukan praktik tindakan keperawatan bagi pasien, sehingga pada akhirnya nanti motivasi belajar mahasiswa yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran baik teori maupun praktik di laboratorium akan membentuk seorang perawat yang profesional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Motivasi Mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tentang Praktik Belajar Laboratorium Mandiri Tahun 2011. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dan pengambilan sampel dengan menggunakan metode Accidental Sampling dengan jumlah 80 responden mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tahun 2011. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 s/d 21 September 2011, dengan alat pengukuran data berbentuk kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa motivasi mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tentang Praktik Belajar Laboratorium  Mandiri  Tahun 2011  dominan berada pada motivasi sedang sebanyak 62 orang (77,5%), pada  tahun  angkatan  yang  paling  dominan pada tahun angkatan 2008/2009 dengan motivasi sedang (92,30%), sedangkan pada jenis kelamin yang paling dominan  pada  jenis kelamin perempuan yang berada pada motivasi sedang (90%). Diperlukan kerja sama yang baik antara dosen dan mahasiswa/i, untuk meningkatkan motivasi dalam praktik belajar laboratorium mandiri.

Kata Kunci                 : Motivasi, Mahasiswa/i, Tahun Angkatan,

Jenis   Kelamin ,laboratorium  Mandiri.

Daftar Sumber            : 11 Buku (2002-2011) + 19 Online/internet

 

*) : Mahasiswa/ Pembimbing

1.Pengertian
Asma Bronchiale adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten reversibel dimana trakea dan bronki berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. (Smeltzer, 2001)
Menurut Price (2005) asma didefinisikan suatu keadaan klinik yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namun reversibel.
Asma bronchiale merupakan penyakit saluran nafas yang ditandai oleh penyempitan bronkus akibat adanya hipereaksi terhadap suatu peransangan langsung/fisik ataupun tidak langsung. (Dahlan, 2009).
Continue Reading »

EPILEPSI

1.Pengertian Epilepsi
Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat refersible dengan berbagai teologi. Serangan ialah suatu gejala yang timbulnya tiba-tiba dan hilangnya tiba-tiba pula (Mansjoer, 2000). Continue Reading »

1.Vitamin A
1.1.Pengertian Vitamin A
Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat di perlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan penyakit infeksi lain). (Puspitorini, 2008)
Vitamin A adalah salah satu zat gizi mikro yang diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) dan kesehatan mata. (Gsianturi, 2004).
Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara luas vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A / karotenoid mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol. (Suhardjo, 2002) Continue Reading »

1. Stres
1.1. Pengertian Stres
Stres adalah keadaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan internal maupun eksternal (stimulus) yang dapat membahanyakan, tak terkendali atau melebihi kemampuan individu sehingga individu akan bereaksi baik secara fisiologis maupun psikologis (respon) dan melakukan usaha-usaha penyusuaian diri terhadap situasi tersebut (proses). Skala adaptasi stres Perubahan Hidup Holmes dan Rahe adalah skala yang digunakan untuk mengukur tingkat stres pada individu yang terdiri dari 31 peristiwa perubahan hidup yang dialami selama 1 tahun. Penilaian yang dilakukan dengan seoring. Skor > 150 menunjukkan adanya stres dan skor < 150 menujukkan tidak adanya stres (Al Banjary, 2009) Continue Reading »

1 Mencuci Tangan
1.1 Pengertian
Menurut Kamaruddin (2009) tangan merupakan bagian tubuh yang lemba yang paling sering berkontak dengan kuman yang menyebabkan penyakit dan menyebarnya. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan membiasakan mencuci tangan dengan memakai sabun.
Mencuci tangan adalah teknik yang sangat mendasar dalam mencegah dan mengendalikan infeksi, dengan mencuci tangan dapat menghilangkan sebagian besar mikroorganisme yang ada di kulit (Hidayat, 2005). Continue Reading »

AKADEMI KEPERAWATAN
JABAL GHAFUR SIGLI
Karya Tulis Ilmiah
30 Agustus 2010

MULIANI ABDULLAH/MIRZAL TAWI*)
092001S07080
Xiii + 51 Halaman + 12 Tabel + 5 Lampiran

ABSTRAK
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A Pada Balita Di Posyandu Aron Bunot Gogo
Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie Tahun 2010

Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata dan untuk kesehatan tubuh. Salah satu fungsi vitamin A adalah memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk kulit dan selaput-selaput yang melapisi semua saluran yang terbuka keluar badan dan kelenjar-kelenjar serta saluran –salurannya. Untuk mencegah kekurangan vitamin A, maka diadakan pemberian vitamin A dosis tinggi secara rutin dua kali dalam satu tahun. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bahwa jumlah keseluruhan balita pada bulan Februari tahun 2010 adalah 1783. Balita yang mendapatkan vitamin A adalah 1768 (98,93%), sedangkan data di Posyandu Aron Bunot Gogo sebanyak 40 balita, yang mendapatkan vitamin A 15 balita (37,5%) dan yang tidak mendapatkan 25 balita (62,5%). Berarti suplementasi vitamin A di Posyandu Aron Bunot Gogo belum memenuhi standar yang diharapkan yaitu 80%. Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu, tingkat pengetahuan ibu berdasarkan umur, tingkat pendidikan dan status pekerjaan ibu tentang pemberian kapsul vitamin A di Posyandu Aron Bunot Gogo. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan desain cross – sectional. Waktu penelitian dilakukan pada bulan September 2010 dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 40 orang ibu yang mempunyai balita. Data yang didapatkan yaitu dengan melakukan wawancara dan mengedarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok umur ibu yang paling banyak adalah kelompok umur 20-35 tahun yaitu 67,5%, tingkat pendidikan ibu yang paling banyak adalah pendidikan rendah yaitu 80%, status pekerjaan ibu yang paling banyak yaitu ibu yang tidak bekerja 90%, status pemberian kapsul vitamin A lebih banyak yang tidak memberikan yaitu 62,5%, dan tingkat pengetahuan ibu yang paling banyak yaitu tingkat pengetahuan sedang 55%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu-ibu di Posyandu Aron Bunot Gogo, lebih banyak berada pada katagori sedang.

Kata Kunci:Vitamin A, Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A

Sumber : 18 Buku (2000 – 2010) + 8 Internet

AKADEMI KEPERAWATAN
JABAL GHAFUR SIGLI
Karya Tulis Ilmiah

NURMALA SARI /MIRZAL TAWI*)
092001S06035

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie Tahun 2010

xiii + 56 halaman + 10 tabel + 5 lampiran

ABSTRAK

Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu pedoman untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara menyeluruh baik kesehatan maupun pertumbuhan fisiknya termasuk memantau pemberian imunisasi, pertumbuhan anak dapat diamati secara cermat dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) balita Kartu Menuju Sehat berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak pertumbuhan, bukan menilai status gizi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010. Jenis penelitian ini bersifat deksriptif dengan desain crossectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 79 responden di desa Kulu Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie tahun 2010. Pengambilan data dilakukan tanggal 30 Juli 2010. Alat pengukuran data berbentuk kuesioner dengan jumlah pertanyaan 10 soal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ibu yang paling banyak adalah kelompok 20 – 35 tahun (78,48%), tingkat pendidikan ibu yang paling tinggi adalah (50,6%), keterpaparan sumber informasi ibu yang kurang adalah (63,2%), kategori ibu yang paling baik tingkat pengetahuan adalah sekelompok umur 20 – 35 tahun (17,74%), Kategori tingkat pendidikan ibu yang paling baik, tingkat pengetahuannya adalah kelompok pendidikan tinggi (20%). Kategori keterpaparan ibu yang paling baik pengetahuan adalah kelompok sumber informasi ibu yang kurang berpengetahuan baik sebanyak 18%, kategori tingkat pengetahuan ibu yang berpengetahuan sedang sebanyak (64,5%). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010 lebih banyak berada pada kategori sedang. Perlu dikembangkan teknik penyuluhan, pendidikan kesehatan lebih terarah, efektif, efisien, menarik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat.

Kata kunci: KMS, Umur, Pendidikan, sumber informasi, pengetahuan ibu tentang pemanfaatan KMS

Sumber : 21 buku (2000 – 2010) + 3 internet

AKADEMI KEPERAWATAN
JABAL GHAFUR SIGLI
Karya Tulis Ilmiah

DAHNUM /MIRZAL TAWI*)
092001S07056

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Teknik Mencuci Tangan dengan Baik di Desa Cot Teungoh Wilayah Kerja Puskesmas Pidie Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Tahun 2010

xiii + 52 Halaman + 10 Tabel + 5 Lampiran

ABSTRAK

Mencuci tangan adalah menghilangkan sejumlah besar virus dan bakteri yang menjadi penyebab berbagai penyakit terutama penyakit yang menyerang saluran cerna, seperti diare dan saluran nafas seperti influenza. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat pendidikan ibu tentang teknik mencuci tangan dengan baik di desa Cot Teungoh wilayah kerja Puskesmas Pidie Kecamatan Pidie tahun 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang teknik mencuci tangan dengan baik di Desa Cot Teungoh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 55 responden di Desa Cot Teungoh, pengambilan data dilakukan pada tanggal 18 Agustus tahun 2010. Alat-alat pengukuran data berbentuk kuesioner dengan jumlah pertanyaan 5 soal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ibu yang paling banyak adalah kelompok 20 – 35 tahun, yaitu (69%), tingkat pendidikan ibu yang paling banyak adalah tinggi (56,3%).keterpaparan sumber informasi ibu lebih banyak pada kategori kurang (80%).kategori ibu yang baik tingkat pengetahuan adalah umur 20-35 tahun (38,1%) kategori tingkat pendidikan ibu yang paling baik, tingkat pengetahuannya adalah pendidikan tinggi (38,1%), kategori keterpaparan ibu yang paling baik pengetahuannya adalah kelompok sumber informasi yang kurang berpengetahuan baik sebanyak (40%), kategori tingkat pengetahuan ibu yang berpengetahuan baik sebanyak (51%). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang teknik mencuci tangan dengan baik di Desa Cot Teungoh Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie tahun 2010 lebih banyak berada pada kategori baik, perlu dikembangkan teknik mencuci tangan penyuluhan pendidik dan kesehatan yang lebih banyak terarah efektif, efisien, menarik, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat.

Kata Kunci : teknik mencuci tangan, umur, pendidikan, sumber informasi, pengetahuan ibu tentang teknik mencuci tangan.

Sumber : 21 buku (2002 – 2010) + 6 internet

1.Air Susu Ibu
1.1. Pengertian Air Susu Ibu
Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya Sedangkan ASI Ekslusif adalah perilaku dimana hanya memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sampai umur 4 (empat) bulan tanpa makanan dan ataupun minuman lain kecuali sirup obat. ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 4 bulan pertama. ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal ( Siregar, 2004). Continue Reading »

Akademi Keperawatan
Jabal Ghafur Sigli

Karya Tulis Ilmiah
Khalisah/Mirzal Tawi*)
Xi + 55 Halaman + 8 Tabel + 4 Lampiran

ABSTRAK

GAMBARAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA AKPER JABAL
GHAFUR SIGLI ANGKATAN XIV TAHUN AJARAN 2007/2008
DALAM PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH TAHUN 2010

Stres adalah respon tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan yang terganggu, suatu penomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari, setiap orang, termasuk mahasiswa mengalaminya, stres memberi dampak secara total pada individu fisik, psikologis, intelektual, sosial dan spiritual, stres dapat mengancam keseimbangan fisiologis, yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Tingkat Stres Pada Mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Angkatan XIV Tahun Ajaran 2007/2008 berdasarkan IPK, Tahun Lulus SMA dan Jenis kelamin.Dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah Tahun 2010. Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel dengan mengunakan metode simple Random Sampling dengan jumlah 49 responden mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Angkatan XIV Tahun Ajaran 2007/2008. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 24-28 Oktober 2010, alat pengukuran data berbentuk kuesioner sebanyak 15 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat stres pada mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Angkatan XIV Tahun Ajaran 2007/2008 Dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah berada pada tingkat stres sedang sebanyak 22 orang (44,89%) dan yang paling sedikit adalah stres berat sebanyak 1 orang (2,04%) sedangkan stres ringan sebanyak 21 orang (42,85%) dan tidak stres sebanyak (10,20%). Tingkat stres sedang distristribusi sama antara katagori IPK tinggi( lebih 2,75) dan rendah(kurang=2,75) yaitu 44%, katagori stres ringan didapatkan pada IPK rendah (44%) lebih banyak dibandingkan IPK tinggi (42%) dan stres berat didapatkan 1 orang (6%) pada katagori IPK rendah. Yang paling banyak adalah tingkat stres sedang yang terjadi pada kelompok tahun kelulusan >2005 (46%), begitu juga dengan tingkat stres ringan yaitu (40%), pada kelompok tahun kelulusan SMA <2005 didapatkan antara stres ringan atau sedang distribusi sama sebesar (40%) dan stres berat didapatkan 1 orang (10%) pada tahun kelulusan SMA dibandingkan <2005.Yang paling banyak adalah tingkat stres sedang yang terjadi pada kelompok jenis kelamin perempuan (48%), sedangkan pada kelompok laki-laki sebesar (30%) dan stres berat di dapatkan 1 orang (10%) pada jenis kelamin laki-laki.Diperlukan kerjasama yang baik antara pembimbing, mahasiswa bimbingan dalam mendukung terlaksana proses penyusunan KTI.

Kata Kunci : Tingkat Stres,Mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli, Penyusunan Karya Tulis Ilmiah
Daftar Sumber : 10 Buku (2000-2010) + 8 Artikel

Akademi Keperawatan Jabal Ghafur Sigli
Karya Tulis Ilmiah
ALFISYAH/MIRZAL TAWI *)
092001S07048
x + 46 Halaman + 10 Tabel + 7 Lampiran

“Tingkat Kepuasan Pasien Di Ruang Penyakit Dalam Pria Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Pidie Tahun 2010

ABSTRAK
Kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat berkaitan erat dengan kepuasan yang dialami oleh pasien selaku pengguna jasa rumah sakit. Kepuasan yang dirasakan oleh pasien bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya,kepuasan tersebut terjadi karena harapan-harapan yang ada pada diri pasien terpenuhi. Pasien menilai tingkat kepuasan atau ketidakpuasan yang mereka rasakan setelah menggunakan jasa rumah sakit. Serambi Indonesia melaporkan bahwa Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pidie, hingga kini masih buruk dan belum memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Continue Reading »

TABEL NILAI KOEFISIEN KORELASI “r” Product Moment

df___ 5%_____1%
1….. 0,997….1,000
2….. 0,950….0,990
3….. 0,878….0,959
4….. 0,811….0,917
5….. 0,754….0,874
6….. 0,707….0,834
7….. 0,666….0,798
8….. 0,632….0,765
9….. 0,602….0,735
10… 0,576….0,708
11…. 0,553….0,684
12…. 0,532….0,661
13…. 0,514….0,641
14…. 0,497… 0,623
15…. 0,482….0,606
16…. 0,468….0,590
17…. 0,456….0,575
18…. 0,444….0,561
19…. 0,433….0,549
20…. 0,423….0,537
21…. 0,413….0,526
22…. 0,404….0,515
23…. 0,396….0,505
24…. 0,388….0,496
25…. 0,381….0,487
26…. 0,374….0,478
27…. 0,367….0,470
28…. 0,361….0,463
29…. 0,355….0,456
30…. 0,349 ….0,449
35…. 0,325….0,418
40…. 0,304….0,393
45…. 0,288….0,372
50…. 0,278….0,354
60…. 0,250….0,325
70…. 0,232….0,302
80…. 0,217….0,283
90…. 0,205….0,267
100… 0,195….0,254
125… 0,174….0,223
150… 0,159….0,208
200… 0,138….0,181
300… 0,113….0,148
400… 0,098….0,128
500… 0,088….0,115
1000..0,062… 0,081

Sumber : sutanto priyo hastono,2007

Pada uji validitas instrumen dilakukan dengan membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hitung.

Misalnya kita gunakan sampel untuk uji kuesioner sebanyak 15 orang responden, maka df=n-2, df=15-2=13. Kemudian kita lihat tabel r product moment pada kemaknaan 5%, didapatkan angka r tabel= 0,514.
Nilai r hitung dapat dilihat pada kolom “corrected item-Total Correlation” .

Langkah berikutnya bandingkan nilai r hasil/hitung dengan r tabel, JIKA r HASIL > r TABEL, MAKA PERTANYAAN TERSEBUT VALID.

UNTUK TUTORIAL UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS LIHAT ARTIKEL/MATERI DI categoris “BIOSTATISTIK” ttg UJI INSTRUMEN.

A. Enam bulan pertama
-Menganjurkan orang tua untuk membuat jadwal dalam memenuhi kebutuhan bayi.
-Membantu orang tua untuk memahami kebutuhan bayi terhadap stimulasi terhadap lingkungan.
-Support kesenangan orang tua dalam melihat kumbang bayinya misalnya respon : tertawa.
-Menyiapkan orang tua untuk kebutuhan keamanan bayi.
-Menyiapkan orang tua untuk menyiapkan imunisasi bayi.
-Menyiapkan orang tua untuk memberi makanan padat pada bayi.
Continue Reading »

Masa usia sekolah (6-12 tahun)

Pada usia ini anak disebut juga priode intelektual, karena merupakan tahap pertama anak menggunakan sebagian waktunya untuk mengembangkan kemampuan intelektualnya. Anak usia ini sedang belajar di sekolah dasar (SD) dan mendapat pelajaran tentang Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Perhatian anak sedang ditujukan kepada dunia pengetahuan tentang dunia dan alam sekelilingnya serta senang sekali membaca tentang cerita petualangan yang menambah pengalamannya. Pada usia ini terjadi perubahan-perubahan dari usia sebelumnya diantaranya ialah : Continue Reading »

Meskipun proses keperawatan mempunyai tahap-tahap, namun evaluasi berlangsung terus menerus sepanjang pelaksanaan proses keperawatan (Alfaro-LeFevre, 1998). Tahap evaluasi merupakan perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan berkesinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya. Evaluasi dalam keperawatan merupakan kegiatan dalam menilai tindakan keperawatan yang telah ditentukan, untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan klien secara optimal dan mengukur hasil dari proses keperawatan.
Continue Reading »

Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon, 1994, dalam Potter & Perry, 1997). Continue Reading »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.