“Sejak berdirinya kerajaan Peurelak di Aceh, penyelenggaraan pendidikan di Aceh berorientasi pada ajaran agama Islam. Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan rasulNya, akhlak mulia, beridisiplin tinggi, bijaksana, dapat berdiri sendiri, bertanggung jawab, cerdas dan trampil, sehat jasmani, dan rohani, aktif dan kreatif, cermat dan teliti, sabar serta [...]
Archive for the ‘SENI&BUDAYA’ Category
Sekilas tentang Rangkang
Posted in SENI&BUDAYA, tagged Aceh, dayah, hamzah fansuri, islam, meunasah, pendidikan, rangkang, sultan iskandar muda, teungku on April 18, 2009 | Leave a Comment »
Aspek Sosial Budaya Masyarakat ACEH
Posted in SENI&BUDAYA, tagged Aceh, belanda, budaya, etnis, mitos, sosial on June 18, 2008 | Leave a Comment »
Aceh sebagai sebuah entitas etnis dan wilayah tertentu sangat berbeda dengan etnis atau wilayah lainnya di Indonesia. Masyarakat Aceh adalah masyarakat yang pluralistis dan ?terbuka?. Di daerah Nanggroe Darussalam ini terdapat 8 sub etnis, yaitu Aceh, Alas, Aneuk Jamee, Gayo, Kluet, Simeulu, Singkil, dan Tamiang. Kedelapan subetnis tersebut mempunyai sejarah asal-usul dan budaya yang sangat [...]
Seudati…The Atjeh Heroik Dance
Posted in SENI&BUDAYA on June 4, 2008 | 1 Comment »
Tarian Seudati adalah sebuah tarian tradisional aceh yang sangat heroik. Tarian ini dimainkan oleh 8 orang yang disebut rakan dan 2 orang yang menyanyikan syair-syair yang dinamakan aneuk seudati atau aneuk syahi. Dari 8 orang rakan/penari ada yang disebut dengan Syeh dan Apet syeh. Syeh berdiri di posisi kedua dari kiri barisan depan berdasarkan penglihatan penonton dari [...]
Geudeu geudeu
Posted in SENI&BUDAYA on June 4, 2008 | Leave a Comment »
Geudeu geudeu adalah salah satu seni bela diri tradisional rakyat Pidie. Seni beladiri ini seperti gulat yang dimainkan oleh kaum laki-laki. Satu team terdiri dari 3 orang. Biasanya geudeu geudeu ini dipertandingkan antar kampung, diadakan setiap habis panen padi .
Ranup Lampuan
Posted in SENI&BUDAYA on May 15, 2008 | Leave a Comment »
AK Abdullah, perwira muda militer yang bertugas di bidang Rohdam menceritakan pengalamannya selama bertugas diluar Aceh. Ia sering melihat tarian sirih dalam acara-acara resmi sebagai tanda penghormatan kepada tamu yang datang.
Sedangkan waktu itu adat makan sirih di masyarakat provinsi dimana beliau bertugas tidaklah begitu menonjol seperti di daerah Aceh. Mendengar cerita itu, maka mencari tahu [...]




