<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>RANGKANG "SYEH"</title>
	<atom:link href="http://syehaceh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syehaceh.wordpress.com</link>
	<description>http://syehaceh.wordpress.com</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 14:34:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='syehaceh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>RANGKANG "SYEH"</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://syehaceh.wordpress.com/osd.xml" title="RANGKANG &#34;SYEH&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://syehaceh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BELAJAR PRAKTIK DAN MAHASISWA</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/belajar-praktik-dan-mahasiswa/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/belajar-praktik-dan-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 06:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[ciri belajar]]></category>
		<category><![CDATA[faktor yang mempengaruhi belajar]]></category>
		<category><![CDATA[jenis ke]]></category>
		<category><![CDATA[lab mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[laboratorium klinik keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mirzal tawi]]></category>
		<category><![CDATA[perawat]]></category>
		<category><![CDATA[tahun angkatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku di mana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk (Syaputra, 2009). Menurut Sunaryo (2004), belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup. Belajar adalah salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=308&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku di mana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk (Syaputra, 2009).</p>
<p>Menurut Sunaryo (2004), belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup.</p>
<p>Belajar adalah salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu.         (Anonimous, 2008).<span id="more-308"></span></p>
<p><strong> </strong><strong>Proses Belajar</strong></p>
<p>Beberapa macam proses belajar adalah sebagai berikut :</p>
<p>1.Belajar dan Kematangan</p>
<p>Kematangan adalah suatu proses pertumbuhan organ-organ, suatu organ dalam diri makhluk hidup dikatakan telah matang, jika ia telah mencapai kesanggupan untuk menjalankan fungsinya masing-masing.</p>
<p>2.Belajar dan Penyesuaian Diri</p>
<p>Penyesuaian diri merupakan juga suatu suatu proses yang dapat mengubah tingkah laku manusia.</p>
<p>3.Belajar dan Pengalaman</p>
<p>Belajar dan pengalaman, keduanya merupakan suatu proses yang dapat mengubah sikap, tingkah laku dan pengetahuan kita.</p>
<p>4.Belajar dan Bermain</p>
<p>Bermain juga merupakan proses belajar, antara keduanya terjadi perubahan,  yang dapat mengubah tingkah laku, sikap dan pengalaman.</p>
<p>5.Belajar dan Pengertian</p>
<p>Belajar mempunyai makna yng lebih luas dari sekedar mencapai pengertian, karena ada proses belajar yang berlangsung tanpa pengertian.</p>
<p>6.Belajar dan Menghafal/Mengingat</p>
<p>Menghafal/mengingat tidak sama dengan belajar. Hafal atau ingat akan sesuatu belum menjamin bahwa dengan demikian orang sudah belajar dalam arti yang sebenarnya.</p>
<p>7.Belajar dan Latihan</p>
<p>Belajar dan latihan memiliki persamaan, yaitu bahwa belajar dan latihan keduanya dapat menyebabkan perubahan/proses dalam tingkah laku,   sikap dan pengetahuan. (Hidayat, 2009).</p>
<p><strong> </strong><strong>Ciri-Ciri Kegiatan Belajar</strong></p>
<ol>
<li>Terjadi perubahan baik aktual maupun potensial pada diri individu yang belajar.</li>
<li>Perubahan diperoleh karena usaha dan perjuangan.</li>
<li>Perubahan didapat karena kemampuan baru yang berlangsung relatif lama.(Sunaryo, 2004).</li>
</ol>
<p><strong> Teori Belajar</strong></p>
<p><strong>              </strong>Teori belajar atau konsep belajar, yaitu suatu konsep pemikiran yang dirumuskan mengenai bagaimana proses belajar itu terjadi. Menurut Notoatmodjo (1997) bahwa teori belajar dapat dikelompokkan dua kelompok, yaitu :</p>
<ol>
<li>Teori yang hanya memperhintungkan faktor yang datang dari luar individu (faktor eksternal), dikenal dengan teori stimulus dan respons.</li>
<li>Teori yang memperhitungkan faktor yang berasal dari dalam individu (faktor internal), maupun yang berasal dari luar individu (faktor ekstern), dikenal dengan teori transformasi. (Sunaryo, 2004).</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Belajar</strong></p>
<p><strong>            </strong>Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar meliputi :</p>
<ol>
<li>Materi yang dipelajari, materi disini adalah bahan pelajaran yang digunakan untuk membentuk sikap, memberikan keterampilan atau pengetahuan. Materi untuk ketiga aspek tersebut substansinya akan berbeda.</li>
<li>Lingkungan, terdiri dari faktor fisik (suhu, cuaca, kondisi tempat belajar, ventilasi, penerangan, dan kursi belajar) dan faktor sosial (manusia dengan segala interaksinya, status, dan kedudukannya).</li>
<li>Instrumental, terdiri dari perangkat keras(perlengkapan belajar dan alat bantu belajar mengajar) dan perangkat lunak(kurikulum, fasilitator, dan metode belajar).</li>
<li>Kondisi individu atau subjek belajar, terdiri dari kondisi fisiologis(keadaan fisik, pancaindra, kekurangan gizi, dan kesehatan) dan kondisi psikologis (inteligensi, bakat, sikap, daya kretivitas, persepsi, daya tangkap, ingatan, dan motivasi). (Sunaryo, 2004).</li>
</ol>
<p><strong> </strong><strong>Laboratorium </strong></p>
<p><strong></strong><strong> Pengertian </strong></p>
<p>Laboratorium keperawatan merupakan laboratorium terpadu yang merupakan tempat praktikum yang memberikan gambaran tentang <em>hospital image </em>sehingga bisa diakses oleh keperawatan maupun kedokteran, bahkan bila mungkin bidang keilmuan yang lain.(Nazidah, 2011).</p>
<p>Menurut Arianto (2008), laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum  yang  dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana mahasiswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.</p>
<p>Laboratorium adalah tempat dimana peserta didik mempergunakan pendekatan pemecahan masalah untuk mengembangkan teknik-teknik dalam mengontrol lingkungan belajar, laboraturium dapat diadakan di kelas maupun di tatanan klinik dan komunitas.(Nursalam, 2002).</p>
<p><strong> </strong><strong>Tujuan Pembelajaran Praktik Laboratorium</strong></p>
<ol>
<li>Memahami, menguji dan menggunakan konsep-konsep utama dari program teoritis untuk ditetapkan pada praktik.<strong></strong></li>
<li>Mengembangkan ketrampilan teknikal, intelektual dan interpersonal, sebagai persiapan untuk memberikan asuhan keperawatan kepada klien.</li>
<li>Menemukan prinsip-prinsip dan mengembangkan wawasan melalui latihan praktik yang bertujuan untuk menerapkan ilmu-ilmu dasar ke dalam praktik keperawatan.</li>
<li>Mempergunakan ketrampilan pemecahan masalah</li>
</ol>
<p>Proses keperawatan merupakan suatu pendekatan pembelajaran ketrampilan pemecahan masalah dengan cara berpikir tentang observasi yang saling berkaitan dengan proses berpikir diri: pengkajian, pengambilan keputusan, perencanaan, tindakan dan evaluasi.    (Nursalam, 2002).</p>
<p><strong> </strong><strong>Fungsi Laboratorium</strong></p>
<p>Fungsi Laboratorium Keperawatan adalah :</p>
<ol>
<li>Membantu kelancaran proses belajar mengajar praktikum keperawatan.<strong></strong></li>
<li>Membantu mahasiswa/dosen belajar mandiri meningkatkan keterampilan keperawatan.<strong></strong></li>
<li>Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi asisten sebagai kaderisasi sesuai spesifikasi.<strong></strong></li>
<li>Sebagai mini <em>hospital </em>yang memberikan gambaran riil pada mahasiswa tentang kegiatan, suasana dan rutinitas di rumah sakit.<strong></strong></li>
<li>Menyelenggarakan kegiatan praktikum keperawatan baik reguler/non reguler, kurikuler maupun non kurikuler.<strong></strong></li>
<li>Menyelenggarakan konsultasi keperawatan<strong></strong></li>
<li>Menyelenggarakan pelatihan keperawatan.<strong></strong></li>
<li>Menyelenggarakan pengabdian masyarakat.<strong></strong></li>
<li>Sumber informasi keperawatan (Nazidah, 2011).</li>
</ol>
<p><strong>  </strong><strong>Mahasiswa</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Pengertian </strong></p>
<p>Mahasiswa sebagai insane akademis, pencipta serta pengabdi masyarakat yang tentunya merupakan asset besar negara dimasa depan pada era sekarang sepertinya telah kehilangan arah gerakan khusunya dalam menentukan orientasi sebagaimana hakikat yang seharusnya. Hal ini sebenarnya bila kita teliti lebih jauh, mahasiswa di era sekarang sudah mulai melupakan tugas dan fungsinya. Belum lagi sibuknya serta kepadatan aktifitas akademik dimana hal ini selalu dijadikan alasan yang paling utama sehingga banyak hal penting yang juga harus menjadi prioritas lantas ditelantarkan. Ketika mahasiswa dihadapkan pada suatu realitas, maka mahasiswa cenderung reaksioner tanpa mempertimbangkan berbagai aspek yang sebenarnya terlebih dahulu diutamakan. Sikap pragmatis yang terus menerus menghinggapi perilaku mahasiswa masa kini juga terbukti bagaimana mahasiswa dalam hal ini belum bisa meletakkan posisinya pada hal yang ideal. Hal lain yaitu mahasiswa sebagai agen perubahan dan control sosial dimana mahasiswa memiliki kemampuan dengan kemampuan intelektual, berpikir cerdas, serta sigap dalam berbagai kondisi memang seharusnya diharapkan untuk dapat memberikan perubahan yang signifikan paling tidak pada lingkungan kampus dan lingkungan yang berada didekatnya. (<em>Anonimous, 2009 ).</em><em></em></p>
<p>Mahasiswa adalah pelajar, atau seseorang yang menghadiri sebuah institusi pendidikan. Di beberapa negara, istilah bahasa Inggris (atau kognitif dalam bahasa lain) adalah diperuntukkan bagi mereka yang menghadiri universitas, sementara anak sekolah di bawah usia delapan belas disebut murid dalam bahasa Inggris (atau yang setara dalam bahasa lain). Dalam penggunaannya luas, mahasiswa digunakan untuk siapa saja yang belajar ( <a title="Adenbagoes" href="http://id.shvoong.com/writers/adenbagoes/">Adenbagoes</a><strong>, </strong><a href="http://id.shvoong.com/2010/">2010</a> ).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Karakteristik Mahasiswa</strong></p>
<p>1.Tahun Angkatan</p>
<p>Tahun dimana setiap  mahasiswa masuk ke sebuah  perguruan tinggi. Tahun angkatan pada penelitian ini dapat dikaitkan dengan umur seseorang mahasiswa.</p>
<p>Umur  atau  usia adalah satuan <a title="Waktu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu">waktu</a> yang mengukur waktu keberadaan suatu <a title="Benda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benda">benda</a> atau <a title="Makhluk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk">makhluk</a>, baik yang <a title="Makhluk hidup" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk_hidup">hidup</a> maupun yang <a title="Mati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mati">mati</a>. Semisal, umur <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> dikatakan lima belas tahun diukur sejak dia <a title="Lahir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lahir">lahir</a> hingga waktu umur itu dihitung. (Anonimous, 2011).</p>
<p>Dari hasil penelitian Roatib; dkk (2007), tentang Hubungan Antara Karakteristik Perawat dengan Motivasi Perawat Pelaksana dalam Menerapkan Komunikasi Terapeutik Pada Fase Kerja Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, ada hubungan yang bermakna antara umur perawat dengan motivasi perawat dalam menerapkan hubungan karakteristik perawat dengan motivasi perawat dalam komunikasi teurapetik , namun arah hubungan ini terbalik semakin tua umur perawat semakin rendah motivasinya.</p>
<p>2.Jenis Kelamin</p>
<p>Kata gender berasal dari bahasa Inggris berarti “jenis kelamin”. Dalam Webster’s New World Dictionary, gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku.(Anonimous, 2007).</p>
<p>Menurut Suryanto (2009), jenis kelamin merupakan pensifatan atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitian Roatib; dkk (2007), hubungan antara jenis kelamin dengan motivasi perawat. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin perawat dengan motivasi perawat. Hasil penelitian sesuai dengan beberapa teori dan penelitian lain yang menunjukkan bahwa jenis kelamin pria dan wanita tidak ada perbedaan yang hakiki  dalam hak dan kewajiban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong>Adenbagoes, 2010, <em>Pengertian Mahasiswa,</em> dari : <span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2090806-pengertian-mahasiswa/">http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2090806-pengertian-mahasiswa/</a> </span>(25 Juli 2011)</p>
<p>Anonimous, 2009, <em>Kemahasiswaan</em> dari : <a href="http://kemahasiswaan.unpas.ac.id/bem/kehadiran-mahasiswa-ditengah-jurang-kehancuran-negara.php">http://kemahasiswaan.unpas.ac.id/bem/kehadiran-mahasiswa-ditengah-jurang-kehancuran-negara.php</a>  (6 Juni 2011)</p>
<p>_________,2007,<em>Pengertian Gender </em>dari : <a href="http://paramadina.wordpress.com/2007/03/16/pengertian-gender/">http://paramadina.wordpress.com/2007/03/16/pengertian-gender/</a>   (Juli 2011)</p>
<p>_________, 2008, <em>Pengertian Belajar dan Perubahan Prilaku dalam Belajar</em> dari :<strong> </strong><span style="text-decoration:underline;">http://.wordpress.com/2008/09/11/pengertian-belajar-dan-perubahan-perilaku-dalam-belajar/</span></p>
<p>Arianto, 2008, <em>Pengertian Laboraturium </em>dari : <a href="http://smileboys.blogspot.com/05/pengertian-laboratorium.html">http://smileboys.blogspot.com/05/pengertian-laboratorium.html</a> ( Juni 2011)</p>
<p>Hidayat, R  Dede, 2009, <em>Ilmu Prilaku Manusia Pengantar Psikologi Untuk Tenaga Kesehatan,</em> Trans Info Media, Jakarta</p>
<p>Nazidah, 2011, <em>Laboraturium Keperawatan,</em>dari : <span style="text-decoration:underline;"><a href="http://nazidah/">http://nazidah</a> 13. WordPress. Com //fikes-S-1-ilmu-keperawatan/<br />
</span></p>
<p>Nursalam, 2002, <em>Manajemen Keperawatan Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional, Salemba Medika, Jakarta</em></p>
<p>Roatib, Ali., Suhartini., Supriyadi., 2007, <em>Hubungan Karakteristik Perawat dengan Motivasi Perawat Dalam Komunikasi Teurapeutik, Jurnal </em>Vol 1, No 1,(29 Juli 2011)</p>
<p>Suryanto, 2009, <em>Jenis Kelamin </em>dari : <span style="text-decoration:underline;"><a href="http://suryanto.blog.unair.ac.id/2009/02/11/gender-apa-itu/">http://.blog.unair.ac.id//02/11/gender-apa-itu/</a></span>(27 Juli 2011)</p>
<p>Sunaryo, 2004<em>, Psikologi untuk keperawatan,</em> Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta</p>
<p>Syaputra, Andi Risky, 2010,<em> Motivasi,</em>dari : <a href="http://www.scribd.com/Andi_syaputra_">http://www.scribd.com/Andi_syaputra_</a>( 10 juni 2011)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/belajar/'>belajar</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/ciri-belajar/'>ciri belajar</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/faktor-yang-mempengaruhi-belajar/'>faktor yang mempengaruhi belajar</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/jenis-ke/'>jenis ke</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/lab-mandiri/'>lab mandiri</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/laboratorium-klinik-keperawatan/'>laboratorium klinik keperawatan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mahasiswa/'>mahasiswa</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mirzal-tawi/'>mirzal tawi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/perawat/'>perawat</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/tahun-angkatan/'>tahun angkatan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=308&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/belajar-praktik-dan-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOTIVASI MAHASISWA</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/motivasi-mahasiswa/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/motivasi-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 06:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrinsik]]></category>
		<category><![CDATA[instrinsik]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[unsur-unsur motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut.  Motivasi dari luar adalah motivasi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=306&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut.  Motivasi dari luar adalah motivasi yang  pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara motivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.(Abi Hasna, 2010).<span id="more-306"></span></p>
<p>Menurut Syaputra (2010), motivasi adalah kerakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu.</p>
<p>Sedangkan menurut Hidayat (2009), Motivasi adalah tingkah laku yang diarahkan untuk mencapai tujuan. Motivasi ini menjadi proses yang dapat menjelaskan mengenai tingkah laku seseorang dalam melaksanakan tugas tertentu.</p>
<p>Soeroso (2003), menyebutkan bahwa motivasi adalah satu set atau kumpulan prilaku yang memberikan landasan bagi seseorang untuk bertindak dalam suatu cara yang diarahkan kepada tujuan spesifik tertentu.</p>
<p>Motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang mempunyai motivasi dalam belajar, tak akan mungkin melakukan aktifitas belajar.(Dewantoro, 2010).</p>
<p><strong></strong> <strong>Teori –Teori Motivasi </strong></p>
<p>Ada empat teori motivasi adalah sebagai berikut :</p>
<p><strong>a.        </strong><strong>Teori Kebutuhan </strong></p>
<p>Teori kebutuhan memfokuskan pada yang membutuhkan orang untuk hidup berkecukupan. Dalam praktiknya, teori kebutuhan berhubungan dengan bagian pekerjaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan seperti itu.</p>
<p><strong>b.        </strong><strong>Teori Keadilan</strong></p>
<p>Teori keadilan didasarkan pada asumsi bahwa faktor utama dalam motivasi pekerjaan adalah evaluasi individu atau keadilan dari penghargaan yang diterima. Individu akan termotivasi kalau mereka mengalami kepuasan dan mereka terima dari upaya dalam proporsi dan dengan usaha yang mereka pergunakan.</p>
<p><strong>c.          </strong><strong>Teori Harapan</strong></p>
<p>Menyatakan cara memilih dan bertindak dari berbagai alternatif tingkah laku, berdasarkan harapannya apakah ada keuntungan yang diperoleh dari tiap tingkah laku.<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>d.        </strong><strong>Teori Penguatan</strong></p>
<p>Teori penguatan menyangkut ingatan orang mengenai pengalaman rangsangan respon konsekuensi. Menurut teori penguatan,seorang termotivasi kalau dia memberikan respon pada rangsangan dalam pola tingkah laku konsisten sepanjang waktu.(Nursalam, 2002).</p>
<p><strong>Motiv</strong><strong>asi Menurut Bentuknya </strong></p>
<ol>
<li>Motivasi instrinsik yaitu motivasi yang datangnya dari dalam diri individu, biasanya muncul dari prilaku yang dapat memenuhi Kebutuhan manusia sehingga menjadi puas.</li>
<li>Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang datang dari luar individu yang merupakan pengaruh dari orang atau lingkungan. Prilaku yang dilakukan dengan kekhawatiran, kesangsian apabila tidak tercapai kebutuhanTop of Form</li>
<li> Motivasi terdesak yaitu motivasi yang muncul dalm kondisi terjepit dan munculnya serentak serta menghentak dan cepat sekali.(Syaputra, 2010).</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong></strong><strong> Unsur-Unsur Motivasi</strong></p>
<p>1.Tujuan</p>
<p>Manusia  adalah  makhluk  bertujuan, meski tidak ada manusia yang mempunyai tujuan   yang benar-benar  sama. Demikian  juga sama halnya dengan organisasi. Idealnya semua  manusia organisasional  memiliki  motivasi  tinggi   dan  ada   kesadaran   dalam   diri   mereka</p>
<p>bahwa  tujuan organisasi adalah bagian dari tugas keorganisasian dan juga tujuan hidupnya.</p>
<p>2.Kekuatan dari Dalam Diri Individu</p>
<p>Manusia adalah insan yang memiliki energi, apakah itu energi fisik, otak, mental dan spiritual dalam arti luas. Kekuatan ini berakumulasi dan menjelma dalam bentuk dorongan batin seseorang untuk melakukan sesuatu dengan baik dan benar.</p>
<p>3.Keuntungan</p>
<p>Manusia bekerja ingin mendapatkan keuntungan adalah manusiawi, meski harus dihindari sikap yang hanya ingin bekerja manakala ada keuntungan langsung (direct profit) yang akan diperolehnya. Rasa dekat terhadap kebutuhan, keinginan memperoleh imbalan, rasa ingin meningkatkan diri dan seperangkat keinginan mencari keuntungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan aktivitas manusia. (Agungpia, 2010).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong></strong><strong> Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi</strong></p>
<p><strong>    </strong>Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya motivasi belajar diantaranya</p>
<p>adalah :</p>
<p>1.Cita-cita atau aspirasi mahasiswa</p>
<p>Suatu keinginan atau cita-cita akan terpenuhi apabila diiringi<br />
dengan usaha. Suatu usaha merupakan salah satu bentuk adanya motivasi yang bisa datang dari diri sendiri maupun orang lain.</p>
<p>2.Kemampuan mahasiswa<strong></strong></p>
<p>Keinginan seorang mahasiswa untuk belajar pasti diiringi dengan<br />
kemampuan atau kecakapan yang dimilikinya agar dapat tercapai tujuan yang diinginkan.</p>
<p>3.Kondisi mahasiswa</p>
<p>Kondisi adalah suatu keadaan yang melingkupi diri mahasiswa, dimana kondisi mahasiswa ini terdiri dari dua macam yaitu kondisi jasmani dan rohani.</p>
<p>4.Kondisi lingkungan mahasiswa</p>
<p>Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar kita,<br />
baik yang bersifat abstrak maupun konkrit. Salah satu bentuk lingkungan yang ada di sekitar mahasiswa diantaranya tempat tinggal, pergaulan sebaya dan kehidupan di masyarakat. (Ratnawati, 2011).</p>
<p>Motivasi sebagai proses batin atau proses psikologis dalam diri seseorang, sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain :</p>
<p>1.Faktor Ekstern</p>
<p>-       Lingkungan kerja</p>
<p>-       Pemimpin dan kepemimpinannya</p>
<p>-       Tuntutan perkembangan organisasi atau tugas</p>
<p>-       Dorongan</p>
<p>2. Faktor Intern</p>
<p>- Pembawaan individu</p>
<p>- Tingkat pendidikan</p>
<p>- Pengalaman masa lampau</p>
<p>- Keinginan atau harapan masa depan.</p>
<p>Sumber lain mengungkapkan, bahwa didalam motivasi itu terdapat suatu rangkaian interaksi antar berbagai faktor. Berbagai faktor yang dimaksud meliputi :</p>
<ol>
<li>Individu dengan segala unsur-unsurnya : kemampuan dan ketrampilan, kebiasaan, sikap dan sistem nilai yang dianut, pengalaman traumatis, latar belakang kehidupan sosial budaya, tingkat kedewasaan, dsb.</li>
<li>Situasi dimana individu bekerja akan menimbulkan berbagai rangsangan: persepsi individu terhadap kerja, harapan dan cita-cita dalam keja itu sendiri, persepsi bagaimana kecakapannya terhadap kerja, kemungkinan timbulnya perasaan cemas, perasaan bahagia yang disebabkan oleh pekerjaan.</li>
<li>Proses penyesuaian yang harus dilakukan oleh masing-masing individu terhadap pelaksanaan pekerjaannya.</li>
<li>Pengaruh yang datang dari berbagai pihak : pengaruh dari sesama rekan, kehidupan kelompok maupun tuntutan atau keinginan kepentingan keluarga, pengaruh dari berbagai hubungan di luar pekerjaan.</li>
<li>Reaksi yang timbul terhadap pengaruh individu.</li>
<li>Perilaku atas perbuatan yang ditampilkan oleh individu.</li>
<li> Timbulnya persepsi dan bangkitnya kebutuhan baru, cita-cita dan tujuan.(Disinih, 2009).</li>
</ol>
<p>Belakangan Herzberg (1959) menyebut tiga kebutuhan terendah dalam Hirarki kebutuhan Maslow, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, dan kebutuhan sosial, sebagai faktor ketidakpuasan (<em>dissatisfaction)</em>, artinya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut hanya akan menghindarkan seseorang dari ketidakpuasan, namun tidak menghasilkan kepuasan. Sementara dua kebutuhan lainnya, yaitu kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri, disebut sebagai faktor kepuasan (<em>satisfaction</em>) yang akan menghasilkan perasaan puas atau tidak puas (<em>no satisfaction</em>), jadi bukan ketidakpuasan. Faktor yang pertama selanjutnya disebut faktor pemeliharaan (<em>hygiene faktor</em>) sedangkan yang kedua faktor motivasi (<em>motivasional factor</em>). Dari sudut pandang lain, faktor pemeliharaan dapat juga disebut sebagai faktor intrinsik yaitu faktor dalam diri manusia, berupa sikap, kepribadian, pendidikan, pengalaman, pengetahuan, dan cita-cita. Sedangkan faktor motivasi  luar dapat disebut sebagai faktor ektrinsik yaitu faktor motivasi dari luar diri manusia, berupa kepemimpinan, dorongan, dan kondisi lingkungan.</p>
<p>Dalam pendekatan sistem, Lewin (1939) mengatakan bahwa prilaku manusia (<em>behavior</em>) merupakan fungsi dari manusianya sendiri (<em>person)</em> dan lingkungannya (<em>environment)</em> fungsinya dapat ditulis sebagai berikut :</p>
<p>B = f (P, E)</p>
<p>Dimana :</p>
<p>B = prilaku manusia (<em>behavior</em>)</p>
<p>P = manusia (<em>person</em>)</p>
<p>E = lingkungan (<em>environment</em>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika pendekatan Lewin ini dikombinasikan dengan teori Herzberg, maka dapat dikatakan bahwa prilaku manusia dipengaruhi oleh faktor manusia, yaitu faktor dalam diri orang tersebut (intrinsik) dan faktor dari luar diri orang tersebut (ektrinsik). (Pujadi, 2007).</p>
<p>Hasil penelitian Pujadi (2007), tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Mahasiswa: Studi Kasus Pada Fakultas Ekonomi Universitas Bunda Mulia, dijelaskan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar mahasiswa dengan faktor intrinsik serta faktor-faktor ektrinsik dalam lingkungan belajarnya, empat variabel diantaranya yaitu faktor intrinsik, kualitas dosen, materi kuliah, dan metode perkuliahan, terbukti tingkat signifikan. Sedangkan hubungan motivasi  belajar mahasiswa dengan dua variabel lainnya, yaitu ruang kuliah, dan fasilitas perpustakaan, terbukti tidak signifikansi.</p>
<p>Richard M. Ryan dan Edward L. Deci (2000 dalam Compton,     2005: 35) menyatakan bahwa individu-individu yang termotivasi secara intrinsik cenderung memperlihatkan penguatan dalam tampilannya, meliputi ketahanan, kreativitas, <em>self-esteem</em>, vitalitas, dan kesejahteraan  umum  apabila dibandingkan dengan individu-individu yang termotivasi oleh <em>rewards</em> eksternal. Seorang mahasiswa diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan/memiliki motivasi yang bersifat intrinsik. Tuntutan pendidikan tinggi mengharapkan mahasiswa untuk dapat belajar secara mandiri, tidak tergantung pada orang lain, dan self-motivated (Witriani, 2007).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Abihasna, 2010, <em>Definisi Motivasi, </em>dari : <a href="http://www.squidoo.com/definisi-motivasi">http://www.squidoo.com/definisi-motivasi</a><span style="text-decoration:underline;"> </span>    (29 Juni 2011)</p>
<p>Agungpia, 2010, <em>Motivasi </em>dari <a href="http://agungpia.multiply.com/journal/item/62/Motivasi_Unsur_Tipe_dan_Tautannya_dengan_Kepemimpinan">http://agungpia.multiply.com/journal/item/62Motivasi_Unsur_Tipe_dan_Tautannya_dengan_Kepemimpinan</a>.( 13 Juli 2011)</p>
<p>Dewantoro, Ilham, 2010, <em>Motivasi Belajar</em> dari : <a href="http://wordpress.com/2010/12/02/motivasi/">http://wordpress.com/2010/12/02/motivasi/</a> (12 Juli 2011)</p>
<p>isinih, Janah, 2009, <em>faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi </em>dari<em> </em>: <span style="text-decoration:underline;"><a href="http://janetniez.blogspot.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html">http://janetniez.blogspot.com//faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html</a></span>        (23 Desember 2009)</p>
<p>Hidayat, R  Dede, 2009, <em>Ilmu Prilaku Manusia Pengantar Psikologi Untuk Tenaga Kesehatan,</em> Trans Info Media, Jakarta</p>
<p>Nursalam, 2002, <em>Manajemen Keperawatan Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional, Salemba Medika, Jakarta</em></p>
<p>Pujadi, Akro, 2007, <em>Faktor-faktor  yang Memepngaruhi Motivasi Belajar Studi Kasus : Universitas Bunda Mulia</em>, Bussines dan Jurnal Bunda Mulia, Vol 3, No 2, (29 Juli 2011)</p>
<p>Ratnawati, 2011, <em>faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar </em>dari : <span style="text-decoration:underline;">http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2137378-unsur-unsur-yang-mempengaruhi-motivasi</span><span style="text-decoration:underline;">  </span>(13 Juli 2011)</p>
<p>Soeroso, Santoso, 2003, <em>Manajemen Sumber Daya Manusia Dirumah Sakit Suatu Pendekatan Sistem, Penerbit Buku Kedokteran, </em>EGC, Jakarta</p>
<p>Syaputra, Andi Risky, 2010,<em> Motivasi,</em>dari : <a href="http://www.scribd.com/Andi_syaputra_">http://www.scribd.com/Andi_syaputra_</a></p>
<p>( 10 juni 2011)</p>
<p>Witriani, 2007, <em>Instrumen Pengukuran Motivasi dan Rancangan Intervensi, </em>Jurnal Fakultas Psikologi, (23 Juli 2011)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/ekstrinsik/'>ekstrinsik</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/instrinsik/'>instrinsik</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mahasiswa/'>mahasiswa</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/unsur-unsur-motivasi/'>unsur-unsur motivasi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=306&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/motivasi-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GAMBARAN MOTIVASI MAHASISWA AKPER JABAL GHAFUR SIGLI TENTANG PRAKTIK BELAJAR LABORATORIUM MANDIRI  TAHUN 2011</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/gambaran-motivasi-mahasiswa-akper-jabal-ghafur-sigli-tentang-praktik-belajar-laboratorium-mandiri-tahun-2011/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/gambaran-motivasi-mahasiswa-akper-jabal-ghafur-sigli-tentang-praktik-belajar-laboratorium-mandiri-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 05:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[abstrak]]></category>
		<category><![CDATA[akper jabal ghafur]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis Kelamin]]></category>
		<category><![CDATA[karya tulis ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[laboratorium mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mirzal tawi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[tahun angkatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[AKADEMI KEPERAWATAN JABAL GHAFUR SIGLI KARYA TULIS ILMIAH Tanggal ujian : 9 Oktober 2011   FITRIANI/MIRZAL TAWI*) 092001S08053   GAMBARAN MOTIVASI MAHASISWA AKPER JABAL GHAFUR SIGLI TENTANG PRAKTIK BELAJAR LABORATORIUM MANDIRI TAHUN 2011   xiv + 50 Halaman + 6 Tabel + 2 Gambar + 5 Lampiran ABSTRAK    &#160; Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=301&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AKADEMI KEPERAWATAN JABAL GHAFUR SIGLI</strong></p>
<p><strong>KARYA TULIS ILMIAH</strong></p>
<p><strong>Tanggal ujian : 9 Oktober 2011</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>FITRIANI/MIRZAL TAWI*)<br />
</strong></p>
<p><strong>092001S08053</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>GAMBARAN </strong><strong>MOTIVASI</strong><strong> MAHASISWA </strong><strong>AKPER JABAL GHAFUR SIGLI TENTANG PRAKTIK BELAJAR LABORATORIUM MANDIRI </strong></p>
<p align="center"><strong>TAHUN</strong><strong> 2011</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>xiv</strong><strong> + 50 Halaman + 6 Tabel + 2 Gambar + 5 Lampiran</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>ABSTRAK    </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Motivasi  mahasiswa dalam  mengikuti  pembelajaran  di kelas dan praktik laboraturium sangat menentukan kemampuan mahasiswa dalam melakukan praktik tindakan keperawatan bagi pasien, sehingga pada akhirnya nanti motivasi belajar mahasiswa yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran baik teori maupun praktik di laboratorium akan membentuk seorang perawat yang profesional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Motivasi Mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tentang Praktik Belajar Laboratorium Mandiri Tahun 2011. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dan pengambilan sampel dengan menggunakan metode Accidental Sampling dengan jumlah 80 responden mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tahun 2011. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 s/d 21 September 2011, dengan alat pengukuran data berbentuk kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa motivasi mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tentang Praktik Belajar Laboratorium  Mandiri  Tahun 2011  dominan berada pada motivasi sedang sebanyak 62 orang (77,5%), pada  tahun  angkatan  yang  paling  dominan pada tahun angkatan 2008/2009 dengan motivasi sedang (92,30%), sedangkan pada jenis kelamin yang paling dominan  pada  jenis kelamin perempuan yang berada pada motivasi sedang (90%). Diperlukan kerja sama yang baik antara dosen dan mahasiswa/i, untuk meningkatkan motivasi dalam praktik belajar laboratorium mandiri.</p>
<p>Kata Kunci                 : Motivasi, Mahasiswa/i, Tahun Angkatan,</p>
<p>Jenis   Kelamin ,laboratorium  Mandiri.</p>
<p>Daftar Sumber            : 11 Buku (2002-2011) + 19 Online/internet</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*) : Mahasiswa/ Pembimbing</p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/abstrak/'>abstrak</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/akper-jabal-ghafur/'>akper jabal ghafur</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/jenis-kelamin/'>Jenis Kelamin</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/karya-tulis-ilmiah/'>karya tulis ilmiah</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/laboratorium-mandiri/'>laboratorium mandiri</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mahasiswa/'>mahasiswa</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mirzal-tawi/'>mirzal tawi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/skripsi/'>skripsi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/tahun-angkatan/'>tahun angkatan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=301&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/12/01/gambaran-motivasi-mahasiswa-akper-jabal-ghafur-sigli-tentang-praktik-belajar-laboratorium-mandiri-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Dasar tentang Asma Bronchiale</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/konsep-dasar-tentang-asma-bronchiale/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/konsep-dasar-tentang-asma-bronchiale/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 08:18:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[asma]]></category>
		<category><![CDATA[asma bronchiale]]></category>
		<category><![CDATA[faktor resiko asma]]></category>
		<category><![CDATA[mirzal tawi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit anak]]></category>
		<category><![CDATA[sesak nafas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[1.Pengertian Asma Bronchiale adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten reversibel dimana trakea dan bronki berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. (Smeltzer, 2001) Menurut Price (2005) asma didefinisikan suatu keadaan klinik yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namun reversibel. Asma bronchiale merupakan penyakit saluran nafas yang ditandai oleh penyempitan bronkus akibat adanya hipereaksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=299&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1.Pengertian</strong><br />
Asma Bronchiale adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten reversibel dimana  trakea dan bronki berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.   (Smeltzer, 2001)<br />
Menurut Price (2005) asma didefinisikan suatu keadaan klinik yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namun reversibel.<br />
Asma bronchiale merupakan penyakit saluran nafas yang ditandai oleh penyempitan bronkus akibat adanya hipereaksi terhadap suatu peransangan langsung/fisik ataupun tidak langsung. (Dahlan, 2009).<br />
<span id="more-299"></span><br />
<strong>2.Etiologi </strong><br />
Asma dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab, yaitu genetik yaitu diturunkan dengan keluarga dan berhubungan dengan atopi, faktor lingkungan yaitu stimulus bronkhial spesifik seperti debu rumah, serbuk sari dan bulu kucing, 3 % populasi sensitif terhadap aspirin, paparan pekerjaan yaitu paparan iritan atau sensitizer adalah penyebab penting dari asma yang berhubungan dengan pekerjaan, stimulus nonspesifik yaitu infeksi virus, udara dingin, olah raga atau stres emosional juga bisa memicu timbulnya mengi. Kadar ozon atmosfer yang tinggi (seperti saat badai) atau masalah khusus merupakan predisposisi terjadinya eksaserbasi asma yang telah ada dan faktor lingkungan lain diantaranya faktor makanan (tinggi Na+, rendah Mg2+), infeksi pada anak-anak (sebagian akibat imunisasi) dan peningkatan prevalensi. (Davey, 2003). </p>
<p><strong>3.Patofisiologi</strong><br />
Patofisiologi asma diawali dengan reaksi inflamasi pada saluran pernafasan yang memicu terjadinya perubahan pathologi  yang berupa bronkhi menjadi hiperresponsif dan terjadi bronkos pasmus, sehingga menggangu proses pertukaran udara dan ventilasi dan ada pasien yang mengidap penyakit asma perlu ditangani secara serius karena reaksi asma bisa mengarah kepada gagal nafas dan akhirnya bisa menyebabkan kematian. (Reeves dkk, 2001).<br />
Menurut Smeltzer (2001) asma adalah obstruksi jalan nafas difus reversibel, obstruksi disebabkan oleh kontraksi otot-otot yang mengelilingi bronki yang menyempitkan jalan nafas, pembengkakan membran yang melapisi bronkhi dan pengisian bronki dengan mukus yang kental, selain itu otot –otot bronkial dan kelenjar mukosa membesar, sputum yang kental banyak dihasilkan dan aveoli menjadi hiperinflasi dengan udara terperangkap didalam jaringan paru yang melibatkan sistem imunologis dan sistem saraf otonom yang kemudian menyerang sel-sel mast dalam paru, pemajanan ulang terhadap antigen mengakibatkan ikatan antigen dengan antibody, menyababkan pelepasan produk sel-sel mast (disebut mediator). Pelepasan mediator ini dalam paru mempengaruhi otot polos dan kelenjar jalan nafas, menyebabkan bronkospasme, pembengkakan membran mukosa dan pembentukan mukus yang sangat banyak. </p>
<p><strong>4.Klasifikasi </strong><br />
Asma diklasifikasikan kedalam 6 tipe yaitu :<br />
a.		Asma ekstrinsik yang disebabkan oleh alergen inhalasi (misalnya debu, embun berdebu, jamur, serbuk, buhi dan rontokan bulu binatang dan diobati dengan imunologlobin E (IGE),<br />
b.		Asma intrinsik yang disebabkan oleh infeksi (sering virus) dan rangsangan lingkungan (seperti polusi udara),<br />
c.		Asma campuran dimana reaktivitas tipe I (segera) tanpa kombinasi dengan faktor intrinsik ,<br />
d.		Asma akibat aspirin dan zat yang sejenis,<br />
e.		Asma akibat latihan dimana gejala pernafasan terjadi dalam 5 sampai 20 menit setelah latihan.<br />
f.		Asma okupasi yang disebabkan oleh asap industri, debu dan gas. (Nettina, 2001).<br />
Menurut Davey (2005), klasifikasi asma dibagi menjadi :<br />
a.	Asma ekstrinsik adalah asma anak-anak, berhubungan dengan atropi (atopi diatesis alergika familial, bermanifestasi sebagai eksema dan hay fever saat anak-anak) sering kali sembuh pada saat memasuki usia remaja, walaupun bisa timbul kembali pada saat dewasa.<br />
b.	Asma intrinsik, berkembang dalam tahap kehidupan selanjutnya, lebih jarang disebabkan oleh alergi, bisa lebih progresif dan respon terhadap terapi tidak begitu baik.<br />
c.	Asma berhubungan dengan pekerjaan, bila berhubungan dengan alergen industri / tempat kerja misalnya bahan fotokopi dan lain-lain. </p>
<p>Rani. dkk (2006) mengklasifikasikan asma menjadi :<br />
a.	Asma intermitem, gejala asma &lt;1 kali/minggu, asimptomatik, APE diantara serangan normal, asma malam  80 %, variabetes 1 kali/minggu,  2 kali /bulan, APE &gt; 80%, variabilitas 20 – 30%.<br />
c.	Asma persisten sedang, gejala asma tiap hari, tiap hari menggunakan beta-2 agonis kerja singkat, aktivitas terganggu saat serangan, asma malam &gt; 1 kali / minggu, APE &gt; 60 % dan  30%.<br />
d.	Asma persisten berat, gejala asma terus menerus, asma malam sering, aktivitas terbatas, dan APE  30%. Asma eksaserbasi akut dapat terjadi pada semua tingkatan derajat sama. </p>
<p><strong>5.Tanda Dan Gejala </strong><br />
Tiga gejala umum asma adalah batuk, dispenea, dan mengi. Pada beberapa keaadaan batuk merupakan satu-satunya gejala, serangan asma sering kali terjadi pada malam hari. (Smeltzer, 2001).<br />
Gejala asma memberi indikasi bahwa suatu serangan sama dengan terjadi, gejalanya yaitu nafas berat yang berbunyi “ngik-ngik, batuk-batuk, nafas pendek tersengat-sengat, sesak dada dan angka performa pengguna peak flow meter menunjukkan rating yang termasuk “hati-hati” atau “bahaya” (biasanya antara 50% sampai 80% dari petunjuk pertama terbaik individu. (Tim Redaksi Vital Health, 2005).<br />
Tanda dan gejala asma meliputi dyspnea, wheezing, hiperventilasi (salah satu gejala awal), pusing – pusing, perasaan yang merangsang, sakit kepala, nausea, peningkatan nafas pendek, kecemasan, diaperesis dan kelelahan. (Reeves dkk, 2001). </p>
<p><strong>6.Pencegahan</strong><br />
Pasien dengan asma kambuhan harus menjalani pemeriksaan mengindentifikasi substansi yang mencetuskan terjadinya serangan. penyebab yang mungkin dapat saja bantal, kasur, pakaian jenis tertentu, hewan peliharaan, kuda, detergen, sabun, makanan tertentu, jamur dan serbuk sari. jika serangan berkaitan dengan musim, maka serbuk sari dapat menjadi dugaan kuat. upaya harus dibuat untuk menghindari agen penyebab kapan saja memungkinkan. (Smeltzer, 2001).<br />
Menurut Dahlan, (2009) usaha-usaha pencegahan asma dapat dilakukan :<br />
a.	Menjaga Kesehatan Tubuh<br />
Menjaga kesehatan tubuh merupakan usaha yang tidak terpisahkan dari pengobatan penyakit asma bronchiale. Usaha yang dilakukan berupa makan makanan yang bernilai gizi baik, minum banyak, istirahat yang cukup, rekreasi dan olah raga yang sesuai untuk mengatasi penyakit. </p>
<p>b.	Menjaga Kebersihan Lingkungan<br />
Lingkungan dimana penderita hidup sehari-hari sangat mempengaruhi timbulnya serangan penyakit asma, keadaan rumah misalnya sangat penting diperhatikan, rumah sebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari, saluran pembuangan air limbah harus lancar, dan kamar tidur sesedikit mungkin berisi barang-barang untuk menghindari debu rumah.<br />
c.	Menghindari faktor pencetus serangan penyakit asma seperti perubahan dalam suhu lingkungan, pertukaran atmosfir (asap rokok dan industri ozon), bau yang menyengat (parfum) alergen, olah raga yang berlebihan, stres dan gangguan emosional.<br />
d.	Menggunakan obat-obat anti penyakit asma, sebagai pencegah penyakit.</p>
<p><strong>7.Penatalaksanaannya</strong><br />
Tujuan terapi adalah menghilangkan gejala dengan pemberian seminimal mungkin obat, diantarannya adalah :<br />
a.	Penyuluhan pasien penting untuk keberhasilan penatalaksanaan, khususnya mengenai pemicu, penggunaan dan peran obat-obatan dan bagaimana mendeteksi dan bereaksi terhadap perburukan.<br />
b.	Menghindari pemicu lingkungan atau alergen, penting terutama menghindari asap rokok.<br />
c.	Bila asma kronis, dianjurkan menggunakan pendekatan bertahap. Antagonis leukotrien merupakan  gronkodikator efektif pada sebagian penderita asma walaupun perannya secara tepat belum jelas.<br />
d.	Bila asma akut, beri O2, kortikostreroid sistemik inhalasi agoni, anti kolinergik dan teofilin bila perlu. (Davey, 2005).<br />
Menurut Mansjoer dkk (2000) penatalaksanaan asma sebagai berikut :<br />
a.	Menyembuhkan dan mengendalikan gejala asma.<br />
b.	Mencegah kekambuhan.<br />
c.	Mengupayakan fungsi paru senormal mungkin serta mempertahankannya.<br />
d.	Mengupayakan aktivitas harian pada tingkat normal termasuk melakukan exercise.<br />
e.	Menghindari efek samping obat asma.<br />
f.	Mencegah obstruksi jalan nafas yang ireversibel.<br />
Corwin (2005) penatalaksanaan juga dapat dilakukan :<br />
a.	Pencegahan terhadap pemajanan alergen.<br />
b.	Pencegahan juga mencakup memantau ventilasi secara berkala, terutama selama waktu-waktu puncak serangan asma, misalnya musim dingin.<br />
c.	Kemajuan penting dalam pencegahan dan pengobatan serangan asma adalah pemakaian obat-obat anti inflamasi pada permukaan serangan atau sebagai terapi pencegahan.<br />
d.	Intervensi perilaku yang ditujukan untuk menenangkan pasien agar rangsangan parasimpatis kejalan nafas berkurang, membantu menghentikan pasien yang menangis kemungkinan udara yang keluar masuk paru melambat dan dapat dihangatkan, sehingga rangsangan terhadapa jalan nafas berkurang.<br />
e.	Intervensi farmakologis selama serangan akut mencakup intialasi obat-obatan simpatis B2.<br />
f.	Golongann metil – xantin juga menghilangkan spasme.<br />
g.	Obat-obat anti koligernik yang diberikan untu mengurangi efek pada simpatis sehingga melemaskan otot polos bronkiolus. </p>
<p><strong>8.Faktor Resiko</strong><br />
Resiko berkembangnya asma merupakan interaksi antara faktor genetik (keturunan) dan lingkungan. Berbagai hal dilingkungan kita dapat menyebabkan munculnya gejala asma dan menimbulkan serangan asma. Hal yang paling sering misalnya olah raga berat, alergen, bahan-bahan iritan dan infeksi virus. Pada kebanyakan penderita asma gejala hanya muncul pada saat berolah raga berat atau saat terkena infeksi. (Siaran pers hari asma dunia, 2009). </p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/asma/'>asma</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/asma-bronchiale/'>asma bronchiale</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/faktor-resiko-asma/'>faktor resiko asma</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mirzal-tawi/'>mirzal tawi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/penyakit-anak/'>penyakit anak</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/sesak-nafas/'>sesak nafas</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=299&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/konsep-dasar-tentang-asma-bronchiale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EPILEPSI</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/epilepsi/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/epilepsi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 08:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[etiologi epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[mirzal tawi]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[penyaket ateuh]]></category>
		<category><![CDATA[sawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[1.Pengertian Epilepsi Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat refersible dengan berbagai teologi. Serangan ialah suatu gejala yang timbulnya tiba-tiba dan hilangnya tiba-tiba pula (Mansjoer, 2000). Serangan epilepsy dimulai dengan menghilangnya kesadaran secara cepat dapat terdengar keteriakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=296&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1.Pengertian Epilepsi</strong><br />
Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat refersible dengan berbagai teologi. Serangan ialah suatu gejala yang timbulnya tiba-tiba dan hilangnya tiba-tiba pula (Mansjoer, 2000).<span id="more-296"></span><br />
Serangan epilepsy dimulai dengan menghilangnya kesadaran secara cepat dapat terdengar keteriakan akibat spasme toraks atau spasme abnormal yang menyebabkan eprilasi kuat. Pada fase tonik, otot-otot berkontraksi dan posisi tubuh dapat terganggu, fase kronik berupa kontraksi dan relaksasi kelompok otot-otot yang berlawanan sehingga menimbulkan gerakan yang tersentak-sentak, kontraksi sedikit demi sedikit berkurang krontraksinya tetapi tidak kukuatannya: lidah dapat tergigit, seperti yang terjadi pada sekitar separuh dari penderitaan kejang (spasme rahang dan lidah). serangan itu berlangsung sekitar 3 – 5 menit kemudian diikuti dengan periode tidak sadar yang berlangsung selama beberapa menit sampai sekitar setengah jam, kemudian sadar kembali tampak bingung, stupor atau bodoh, biasanya tidak dapat mengingat serangan yang telah dialaminya (Anderson, 2000).<br />
Epilepsi mengenai satu diantara suatu orang yang akan di bahas secara singkat. Epilepsi dapat dibedakan sebagai sintomatik dan idiopatik.<br />
1.Epilepsi sintomatik<br />
Epilepsi sintomatik (sekunder) dapat disebabkan oleh faktor intracranial, seperti infeksi. Misalnya meningitis, engselparitis, neurolsifilis, akses tuberculosis, trauma, misalnya saat lahir atau cidera kepala lesi faskuler, degenerasi serebral, tumor, atau disebabkan oleh faktor ekstralfranial, seperti anoksia, racun, misalnya alcohol, etil  klorida, timah, kokain, gangguan metabolic, misalnya uremia, alkolosis, gagal hati, hipoglikimia, penghentian pengobatan misalnya, hipnotik, opiate (Tambayong, 2002).<br />
Epilepsi yang diketahui penyebabnya atau akibat adanya kelainan pada jaringan otak, kelainan ini dapat disebabkan karena bawaan sejak lahir atau adanya jaringan perut sebagai akibat kerusakan otak pada sewaktu lahir atau pada masa pekembangan anak, cidera kepala (cidera selama atau sebelum kelahiran), gangguan metabolisme dan nutrisi (misalnya hipoglikimia, feniltonuria, defisiensi vitamin B6), faktor-faktor toksik (putus alcohol, uremia), ensel falitis anoksia, gangguan sirkulasi dan neoplasma (Andreas Harry, 2008)<br />
2.Epilepsi idiopatik<br />
Epilepsi dikatakan idiopatik (primer) bila tidak ada penyebabnya perlu diingat bahwa otak yang hidup mempunyai kapasitas menimbulkan serangan kejang jika stimulusnya cukup, adanya orang mengalami serangan secara spontan tanpa stimulus pemicu, sedangkan orang lain dipengaruhi stimulus, seperti gerakan cahaya, minuman alkohol berlebihan atau sangat kelelahan atau memerlukan shock elektro konvulsif, baru timbul kejang.</p>
<p>1.2. Jenis epilepsi idiopatik terbagi tiga:<br />
1.Serangan tonik-klonik,<br />
Serangan ini didahului dengan masa ketegangan yang meningkat, hilang kesadaran, jatuh ke tanah dalam keadaan kaku, kemudian sadar kembali dalam keadaan 5 – 15 menit, bingung sekitar 15 menit dan dapat langsung tidur lelap.</p>
<p>2.Serangan abses sederhana<br />
Serangan ini hanya terjadi pada anak yang mengalami sekitar 10 – 15  detik saat mereka menatap lurus kedepan, kadang berkedip-kedip atau menongok. Kemudian kembali pada aktivitas sebelumnya.</p>
<p>3.Serangan mioklonik<br />
Serangan berupa kedutan satu tungkai atau semua tungkai, paling jelas jam pertama setelah bangun atau satu jam setelah tidur (Tambayong, 2002).<br />
Pada kejang primer lepas muatan listrik terjadi pada struktur yang dalam di garis tengah otak, seperti pada thalamus dan batang otak. Pada kejang ini tidak terdapat aura, dan tidak terdapat gejala vocal selama kejang. Sebagai contoh kejang primer adalah petit mall (sekarang dikenal sebagai absens) dan  grand mall idiopatik pada anak. Kejang epilepsy grand mall (saat ini dikenal sebagai kejang tonik klonik) merupakan kejang motorik utama yang melibatkan segenap anggota gerak. Jenis kejang ini dapat terlihat sebagai kejang vocal dan menyebar ke arah sentral dan mengalami generalisasi yang menyebabkan Kedua hemisfer atau dapat dimulai sebagai kejang umum.<br />
Epilepsi primer secara umum terbagi tiga, yaitu:<br />
1.	Bangkitan tonik klonik  (epilepsi grand mall), yaitu jenis bangkitan yang paling dramatis, terjadi pada 10% populasi epilepsy.<br />
2.	Bangkitan lena (epilepsi petit mall) yaitu terjadi secara mendadak dan juga hilang secara mendadak (10 – 45 detik), namun dikendali atas postur masih baik, tidak jatuh, biasanya disertai automatisme (gerakan-gerakan berulang), maka berkedip gerakan-gerakan ekstremitas berkurang, gerakan mengunyah.<br />
3.	Bangkitan klonik (mio klonik), yaitu berupa kontraksi otot sebagian/ seluruh tubuh yang terjadi secara cepat dan  mendadak (Suwono, 2001).</p>
<p><strong>3. Penyebab Epilepsi</strong><br />
Epilepsi sering terjadi akibat trauma lahir, asphyxia neomatorik, cidera kepala, beberapa penyakit infeksi (bakteri, virus, parasit) keracunan, (karbon monoksida dan menunjukkan keracunan). Masalah sirkulasi, demam, gangguan, metabolisme, dan nutrisi / gizi dan stoksifikasi obat-obatan atau alcohol, juga dapat dihubungkan dengan adanya tumor otak, abses dan kelainan pembawaan keadaan yang menyebabkan kelemahan, beberapa tipe epilepsy yang menyerang sebelum usia 20 tahun merupakan kelompok terbesar 75% dari tersebut (Brunner, 2002).<br />
Menurut Sarwono (2001) epilepsy yang sering terjadi akibat lepas obat merupakan penyebab kejang yang sering terjadi pada dewasa (alcohol, barbitura, dan sedative lain). Intoksitasi dapat mencetuskan serangan kejang pada epilepsy pasca trauma sebagai dampak sering jatuh. Biasanya srangan penderita epilepsy tidak terkontrol dengan serangan ulang karena tidak minum obat secara teratur. Perubahan pola hidup, stress emosi, menstruasi atau gangguan tidur dapat menyebabkan gangguan kejang. Kenaikan takaran obat yang diberikan selama penderita mengalami infeksi, epilepsy biasanya tidak terkontrol dengan baik dan mengalami perubahan yang tidak jelas.<br />
Faktor penyebab berkaitan dengan usia timbulnya serangan adalah:<br />
1.	Bayi dan anak: trauma lahir mal formasi, kongenital, infeksi, trauma, kelainan metabolic, idiopatik.<br />
2.	Remaja: idiopati, trauma, berkaitan dengan obat.<br />
3.	Dewasa muda: trauma, alcohol, neoplasma, berkaitan dengan obat AVM.<br />
4.	Usia Menengah, neoplasma, alcohol, penyakit pembuluh darah, trauma, AVM.<br />
5.	Lebih 65 tahun: penyakit pembuluh darah, neoplasma, penyakit degenerasi.</p>
<p><strong>4. Klasifikasi Epilepsi/ Kejang dan Tanda Gejala</strong><br />
Kejang diklasifikasikan berdasarkan pada kriteria klinik dan EEG. Ada dua kategori, yaitu, umum, kejang total atau parsial dan kejang yang tidak terklasifikasikan.<br />
<strong>1.Kejang Umum</strong> adalah kejang menunjukkan sinkronisasi keterlibatan semua bagian otak pada Kedua henisfer.<br />
1.1. Petit mall (Absen)<br />
Kejang petit mall biasanya muncul setelah usia 4 tahun. Pada kejang petit mall mengalami kehilangan kesadaran sesuatu (bengong) sampai disertai gerakan motorik involunteer yang aneh, serangan ini terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh oral, biasanya terjadi pada anak-anak dan mungkin menghilang waktu remaja atau berganti dengan serangan tonik &#8211; klonik.</p>
<p>1.2.Grand mall (tonik – kronik)<br />
merupakan serangan kejang yang melibatkan abstensi tonik-kronik bilateral eksterimitas yang sikron,. Biasanya serangan ini tandai dengan adanya oral, seperti sensasi penglihatan pendengaran yang diikuti kehilangan kesadaran secara mendadak, kekakuan eksteremitas, lidah dapat tergigit dan mulut berbusa.</p>
<p>1.3.Mioklonik<br />
Serangan ini ditandai dengan adanya kontraksi kelompok tertentu secara singkat dan tiba-tiba.</p>
<p>1.4.Atonik<br />
Dahulu disebut akinetik, biasanya mengalami kehilangan tonus tubuhdan kesadaran sangat singkat, sehingga dapat jatuh secara tiba-tiba, lemas pada lutut. </p>
<p><strong>2.Kejang Vokal atau farsial </strong> adalah kejang yang menunjukkan gambaran klinik tentang awitan vokal dari sebagian atau satu hemisfer cerebral.<br />
2.1. Kejang Parsial sederhana, dahulu disebut epilepsi jakson, biasanya sadar apa yang terjadi, tetapi ia tidak mampu mengendalikannya, adanya gerakan kronik dari jantungan, kemudian menjalar ke lengan bawah atau keseluruh tubuh, gerakan kepala atau leher menengok ke satu sisi, adanya halusinasi.</p>
<p>2.2.Kejang parsial kompleks<br />
Pada kejang ini didapat gangguan kesadaran (Tarwoto, 2007).<br />
Kejang yang terkait dengan kenaikan suhu yang cepat dan biasanya berkembang bila suhu tubuh mencapai 300C atau lebih, kejang khas menyeluruh, tonik klonik selama beberapa detik sampai 10 menit di ikuti  dengan periode mengantuk singkat selama kejang, kejang demam dari 15 menunjukkan penyebab organic seperti proses </p>
<p><strong>5.Pencegahan</strong><br />
5.1.Upaya sosial luas yang mengembangkan tindakan luas harus ditingkatkan untuk pencegahan epilepsi.<br />
Epilepsi muncul pada bayi dari ibu yang menggunakan aktikonvulsi yang digunakan sepanjang kehamilan, ibu-ibu yang mempunyai resiko tinggi harus dipantau ketat selama hamil karena lesi pada otak atau cidera akhirnya menyebabkan kejang yang terjadi pada janin selama kehamilan dan persalinan.</p>
<p>5.2.Infeksi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan vaksinasi yang benar, orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam harus diinstruksikan pada metode untuk mengkontrol demam (kompres dingin, obat anti peuretik).</p>
<p>5.3.Cidera kepala merupakan salah satu penyebab utama yang dapat dicegah, tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cidera kepala.</p>
<p>5.4.Untuk mengidentifikasi anak gangguan kejang pada usia dini, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obat anti konvulsan secara bijaksana dan memodifikasi daya hidup merupakan bagian dari rencana pencegahan ini (Brunner, 2002).</p>
<p><strong>6.Pengobatan</strong><br />
Tujuan pengobatan adalah mencegah timbulnya sawan tanpa mengganggur kapasitas fisik. Pengobatan epilepsi meliputi pengobatan medika mentosa dan psikososial.<br />
6.1.Pengobatan medika mentosa<br />
Pada epilepsi yang simtomatis, dimana sawan yang timbul adalah menilatasi penyebabnya seperti tumor otak, radang otak, gangguan metabolic, maka disamping pemberian obat anti epilepsi diperlukan pula terapi kausal.<br />
1. Obat yang diberikan disesuaikan dengan jenis sawan.<br />
2.Sebaiknya menggunakan monoterapi, karena dengan cara ini, toksisitas akan berkurang, mempermudah pemantauan, dan menghindari interaksi obat.<br />
3.Dosis obat disesuakan secara individual<br />
4.Evaluasi hasilnya<br />
Bila gagal dalam pengobatan, cari penyebabnya<br />
4.1.Salah etiologi: kelainan metabolisme, neoplasma yang tidak terdeteksi, adanya penyakit degeneratis susunan saraf pusat.<br />
4.2.Pemberian obat antiepilepsi yang kurang tepat.<br />
4.3.Kurang penerangan: menelan obat tidak teratur.<br />
4.4.Faktor emosional sebagai pencetus.<br />
4.5.Pengobatan dihentikan setelah sawan hilang selama minimal    2 – 3  tahun. Pengobatan dihentikan secara berangsur-angsur dengan menurunkan dosisnya.<br />
Obat Pilihan Berdasarkan Jenis Sawan<br />
Bangkitan	Jenis Obat<br />
Fokal parsial<br />
Sederhana 	CBZ, PB, PHT<br />
Kompleks	CBZ, PB, PHT, VAL<br />
Tonik-Klonik umum sekarang 	CBZ, PB, PHT, VAL<br />
Umum<br />
Tonik-klonik	CBZ, PB, PHT, VAL<br />
Miokionik	CLON, VAL<br />
Absensi/ Petit mall	CLON, VAL</p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/epilepsi/'>epilepsi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/etiologi-epilepsi/'>etiologi epilepsi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mirzal-tawi/'>mirzal tawi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pencegahan-epilepsi/'>pencegahan epilepsi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pengobatan-epilepsi/'>pengobatan epilepsi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/penyaket-ateuh/'>penyaket ateuh</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/sawan/'>sawan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=296&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/epilepsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Dasar Vitamin A</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/konsep-dasar-vitamin-a/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/konsep-dasar-vitamin-a/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 07:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[kapsul vitamin A]]></category>
		<category><![CDATA[kekurangan vitamin A]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan vitamin A]]></category>
		<category><![CDATA[konsep dasar vitamin A]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[program nasional]]></category>
		<category><![CDATA[umur ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[1.Vitamin A 1.1.Pengertian Vitamin A Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat di perlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan penyakit infeksi lain). (Puspitorini, 2008) Vitamin A adalah salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=294&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1.Vitamin A</strong><br />
<strong>1.1.Pengertian Vitamin A </strong><br />
Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat di perlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan penyakit infeksi lain). (Puspitorini, 2008)<br />
Vitamin A adalah salah satu zat gizi mikro yang diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) dan kesehatan mata. (Gsianturi, 2004).<br />
Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara luas vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A / karotenoid mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol. (Suhardjo, 2002)<span id="more-294"></span></p>
<p><strong>1.2.Fungsi Vitamin A </strong><br />
Fungsi vitamin A antara lain :<br />
1.	Berhubungan dengan proses melihat yaitu sebagai retinene atau 	retinal, yang merupakan bagian dari pigmen penglihatan, yang peka 	terhadap cahaya.<br />
2.	Menjaga kesehatan jaringan epitel agar dapat berfungsi dengan baik<br />
3.	Berperan dalam proses penyempurnaan gigi, khususnya dalam pembentukan sel-sel epitel email.<br />
4.	Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh<br />
5.	Ikut berperan serta dalam pertumbuhan badan<br />
6.	Ikut berperan dalam proses reproduksi. Kebutuhan vitamin A selama hamil meningkat,untuk pertumbuhan janin dan untuk persiapan menyusui. (Hendra, 2006)<br />
Salah satu fungsi vitamin A adalah memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk kulit dan selaput-selaput yang melapisi semua saluran yang terbuka keluar badan dan kelenjar-kelenjar serta saluran-salurannya. Jaringan-jaringan epitel tersebut dapat mengalami keratinisasi (timbul lapisan tanduk) bila terjadi kekurangan vitamin A. (Clara M, 2007)</p>
<p><strong>1.3.Asal Usul Vitamin A </strong><br />
Vitamin A merupakan vitamin larut lemak yang agak stabil terhadap suhu tinggi dan tidak hilang dengan proses perebusan. Oleh karena itu, cara memasak biasa tidak mempengaruhi keadaan vitamin A dalam suatu bahan makanan. (Pudjiadi S, 2003)<br />
Bentuk aktif vitamin A hanya terdapat dalam pangan hewani, pangan nabati mengandung karotenoid yang merupakan prekursor (provitamin) vitamin A. Sumber vitamin A adalah hati, kuning telur, susu (didalam lemaknya) dan mentega. Margarin biasanya diperkaya dengan vitamin A karena vitamin A tidak berwarna, warna kuning didalam kuning telur adalah karoten yang tidak diubah menjadi vitamin A. Minyak hati ikan digunakan sebagai sumber vitamin A yang diberikan untuk keperluan penyembuhan. (Suhardjo, 2002)<br />
Sumber karotin : sayur-mayur berwarna merah, kuning dan hijau seperti wortel, tomat, ubi kuning,jagung kuning, bayam, sayur dan daun-daunan. Buah : pepaya, mangga dan jeruk. (Hendra, 2006)<br />
Bahan makanan yang mengandung banyak vitamin A antara lain : hati, lemak hewani, telur, susu, metega dan keju. Sedangkan yang mengandung banyak provitamin A antara lain sayuran berdaun, wortel, pepaya dan minyak kelapa sawit. (Pudjiadi S, 2003)</p>
<p><strong>1.4.Cara Mendapatkan Kapsul Vitamin A </strong><br />
Vitamin A dosis tinggi, baik yang biru maupun yang merah, tidak diperjual belikan dan diberikan secara gratis di posyandu, pos kesehatan atau melalui petugas kesehatan. (Gsianturi, 2004) </p>
<p><strong>1.5.Dosis Pemberian Vitamin A </strong><br />
Untuk bayi berusia 6-11 bulan, diberikan kapsul vitamin A bewarna biru dengan dosis 100.000 IU dan untuk usia 12-59 bulan diberikan kapsul vitamin A berwarna merah dengan dosis 200.000 IU. (Gsianturi, 2004)<br />
Vitamin A bersifat larut dalam lemak, sehingga dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gejala-gejala keracunan. Biasanya anak merasa mual, sakit kepala dan tidak nafsu makan. Cara pemberian dengan memotong dan memencet isinya kedalam mulut anak, akan menghindari resiko anak menelan beberapa kapsul sekaligus. Walaupun efek samping tersebut bersifat sementara, namun harus diusahakan agar tidak sampai terjadi. (Puspitorini, 2008). </p>
<p><strong>1.6.Akibat Kekurangan Vitamin A</strong><br />
1.	Kurang vitamin A (KVA) pada anak-anak yang berada di daerah 	pengungsian dapat menyebabkan mereka rentan terhadap penyakit 	infeksi, sehingga mudah sakit.<br />
2.	Anak yang menderita kurang vitamin A, bila terserang campak, diare 	atau penyakit infeksi lain, penyakitnya tersebut akan bertambah parah 	dan dapat mengakibatkan kematian. Infeksi akan menghambat 	kemampuan tubuh untuk menyerap zat-zat gizi dan pada saat yang 	sama akan mengikis habis simpanan vitamin A dalam tubuh.<br />
3.	Kekurangan vitamin A untuk jangka waktu lama juga akan 	mengakibatkan terjadinya gangguan pada mata, dan bila anak tidak 	segera mendapat vitamin A akan mengakibatkan kebutaan.<br />
4.	Bayi-bayi yang tidak mendapat ASI mempunyai resiko lebih tinggi 	untuk menderita KVA, karena ASI merupakan sumber vitamin A 	yang baik. (Gsianturi, 2004)<br />
Kekurangan (defisiensi) Vitamin A terutama pada anak-anak balita. Tanda-tanda kekurangan terlihat bila simpanan tubuh habis terpakai. Kekurangan vitamin A dapat merupakan kekurangan primer akibat kurang konsumsi, atau kekurangan sekunder karena gangguan penyerapan dan penggunaannya dalam tubuh, ataupun karena gangguan pada konversi karoten menjadi vitamin A. Kekurangan vitamin A sekunder dapat terjadi pada penderita Kurang Energi Protein (KEP), penyakit hati, gangguan absorpsi karena kekurangan asam empedu. (Suhardjo, 2002)<br />
Penyebab lain KVA pada balita dikarenakan kurang makan sayuran dan buah-buahan berwarna serta kurang makanan lain sumber vitamin A seperti : daun singkong, bayam, tomat, kangkung, daun ubi jalar, wortel, daun pepaya, kecipir, daun sawi hijau, buncis, daun katu, pepaya, mangga, jeruk, jambu biji, telur ikan dan hati. Akibatnya menurun daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. (Depkes RI, 2005)   </p>
<p><strong>1.7.Kelebihan Vitamin A </strong><br />
Kelebihan vitamin A jarang sekali terjadi, namun harus waspada karena pemberian dosis tinggi secara terus menerus untuk pencegahan, bisa menyebabkan keracunan dengan gejala-gejala : sakit pada sendi-sendi, sakit kepala dan muntah-muntah. (Hendra, 2006)<br />
Kelebihan vitamin A hanya bisa terjadi bila memakan vitamin A sebagai sumplemen dalam takaran tinggi yang berlebihan, misalnya takaran 16.000 RE untuk jangka waktu lama atau 40.000-55.000 RE/hari. Gejala kelebihan ini hanya terjadi bila dimakan dalam bentuk vitamin A. Karoten tidak dapat menimbulkan gejala kelebihan, karena absorpsi karoten menurun bila konsumsinya tinggi. (Suhardjo, 2002)<br />
Untuk menghindari kelebihan ataupun kekurangan vitamin A sebenarnya gampang, anda cukup memberikan makanan dengan kandungan gizi lengkap. Anda dapat memberikan minuman susu yang mengandung tinggi zat gizi lengkap. Jangan berikan suplemen dosis tinggi sembarangan, berkonsultasilah dengan dokter. (Pudjiadi S, 2003)</p>
<p><strong>1.8.Cara Mencegah Kurang Vitamin A</strong><br />
Vitamin A dapat diperoleh dari ASI atau makanan yang berasal dari hewan (susu, hati, daging ayam, telur) atau dari sayuran hijau serta buah bewarna merah atau kuning (mangga, pepaya).<br />
Dalam keadaan darurat, dimana makanan sumber alami menjadi sangat terbatas, suplementasi kapsul vitamin A menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. (Gsianturi,2004)<br />
Untuk mencegah kekurangan vitamin A, maka di adakan pemberian vitamin A dosis tinggi secara rutin dua kali dalam satu tahun. Suplementasi vitamin A dosis tinggi yang dilakukan secara berkala pada anak, dimaksudkan untuk menghimpun cadangan vitamin A dalam hati, agar tidak terjadi kekurangan vitamin A dan akibat buruk yang ditimbulkannya seperti kebutaan dan kematian. Cadangan vitamin A dalam hati ini dapat digunakan sewaktu-waktu bila diperlukan. (Puspitorini, 2008)</p>
<p><strong>2.Karakteristik Ibu</strong><br />
<strong>2.1.Umur</strong><br />
Umur atau usia adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk yang hidup maupun yang mati. Semakin bertambah usia, semakin banyak pengalaman yang diperoleh sehingga seseorang dapat meningkatkan kematangan mental dan intelektual serta dapat membuat keputusan yang bijaksana dalam bertindak. (Sarwono, 2005.)<br />
Umur merupakan salah satu sifat karakteristik tentang orang yang sangat utama. Umur mempunyai hubungan dengan tingkat keterpaparan, besarnya risk serta sifat resistensi. Perbedaan pengalaman terhadap masalah kesehatan/penyakit dan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh umur individu tersebut. (Noor, 2000).<br />
Umur merupakan salah satu dari faktor sosial yang juga mempengaruhi status kesehatan seseorang dan berdasarkan golongan umur maka dapat dilihat ada perbedaan pola penyakit. (Kresno, 2000).<br />
Hasil penelitian Suswanto (2000) juga didapatkan sebagian besar variabel penelitian berhubungan dengan cakupan vitamin A antara lain umur ibu, tingkat pendidikan, pengetahuan dan keaktifan ibu dalam organisasi masyarakat. </p>
<p><strong>2.2.Pendidikan </strong><br />
Pendidikan adalah suatu konsep guna mencapai suatu tujuan (perubahan tingkah laku). Perilaku manusia adalah refleksi dari berbagai gejala kejiwaan antara lain tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang. Tahap pendidikan sangat menentukan kemampuan seseorang dalam mengatasi berbagai masalah dalam kehidupannya. (Sarwono, 2005)<br />
Pendidikan memegang peranan penting terhadap kesuksesan pelaksanaan pemberian vitamin A. Begitu juga terhadap ibu-ibu, ada hubungan antara pendidikan dengan pemberian vitamin A, semakin tinggi pendidikan ibu maka semakin menambah wawasan ibu mengenai vitamin A. (Sarwono, 2005)<br />
Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang di harapkan oleh pelaku pendidikan. Dari batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan yakni :<br />
a.	Input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat) dan 	pelaku pendidikan.<br />
b.	Proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain).<br />
c.	Output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku) (Notoatmodjo, 2003)<br />
Menurut Soekanto (2004) pendidikan adalah usaha sadar  dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran agar secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Disebutkan jenjang pendidikan dibagi menjadi pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Yang termasuk dalam pendidikan dasar yaitu SD/Sederajat dan SLTP/Sederajat, pendidikan menengah yaitu SLTA/sederajat, sedangkan pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah menengah yang mencakup Diploma (D3), Sarjana, Magister, Spesialis dan Doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. (Sarwono, 2005)<br />
Berdasarkan hasil penelitian Darniati (2009) ibu yang berpendidikan dasar cenderung memberikan vitamin A pada balitanya sebanyak 40 %, begitu juga dengan ibu yang berpendidikan menengah yaitu 40 %, sedangkan ibu yang berpendidikan tinggi memberikan vitamin A pada balitanya sebanyak 50 %.<br />
Hasil penelitian Semba, et. All (2010) tentang program cakupan kapsul vitamin A dan faktor risiko yang berhubungan dengan non-penerimaan vitamin A di Bangladesh didapatkan bahwa tingkat pendidikan formal ibu yang tinggi lebih cenderung mendapatkan cakupan kapsul vitamin A yang baik dibandingkan dengan tingkat pendidikan formal yang rendah.  </p>
<p><strong>2.3.Pekerjaan</strong><br />
Menurut Asih (2007) pekerjaan adalah sosial ekonomi yang merupakan salah satu dari penyebab ketidaktauan tentang pemberian vitamin A pada balita yang tidak langsung dalam arti bahwa keadaan ekonomi yang rendah akan menyebabkan balita kekurangan gizi. Hal ini menyebabkan balita bila terserang campak, diare atau infeksi lain, penyakitnya tersebut akan bertambah parah dan dapat mengakibatkan kematian.<br />
Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya, dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawa kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan dari pada sebelumnya. (Anoraga, 2006).<br />
Menurut Noor, N (2000) menyebutkan berbagai variabel sangat erat hubungannya dengan status sosio ekonomi sehingga merupakan karakteristik. Status sosio ekonomi erat hubungannya dengan pekerjaan/jenisnya, pendapatan keluarga, daerah tempat tinggal, kebiasaan hidup dan lain sebagainya.<br />
Menurut hasil penelitian Idwar (2000),bahwa ibu yang bekerja mempunyai resiko 2,324 kali untuk memberikan vitamin A dengan ibu yang tidak bekerja disebabkan kurangnya informasi yang diterima ibu rumah tangga dibandingkan dengan ibu yang bekerja.<br />
Pada masa yang akan datang di Indonesia akan terjadi perubahan dari negara agraris menjadi negara industri. Sementara itu, karena adanya perbaikan pendidikan dan perhatian terhadap perempuan menyebabkan semakin meningkatnya tenaga kerja perempuan. Batasan ibu yang bekerja adalah ibu-ibu yang melakukan aktivitas ekonomi mencari penghasilan yang dilakukan secara reguler diluar rumah. Tentunya aktivitas ini akan berpengaruh terhadap waktu yang dimiliki ibu untuk memberikan kasih sayang terhadap anaknya termasuk perhatian ibu pada pemberian vitamin A tersebut. (Depkes RI, 2000).             </p>
<p><strong>2.4.Pengetahuan</strong><br />
Pengetahuan adalah sesuuatu yang diketahui mengenai hal atau sesuatu. pengetahuan dapat mengetahui perilaku seseorang. (Sarwono, 2005)<br />
Pengetahuan ibu-ibu tentang kesehatan anak merupakan salah satu faktor yang mendukung ibu-ibu yang mempunyai balita dalam pemberian vitamin A. Semakin tinggi  ilmu pengetahuan, maka wawasan yang didapatkan akan semakin luas. (Sarwono, 2005)<br />
Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan. Pengetahuan hanya dapat menjawab pertanyaan apa sesuatu itu. Dengan perkataan lain, pengetahuan itu dapat berkembang menjad ilmu apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :<br />
1.	Mempunyai objek kajian<br />
2.	Mempunyai metode pendekatan<br />
3.	Bersifat universal (mendapat pengakuan secara umum) (Notoatmodjo, 2002)</p>
<p>Ada enam tingkatan pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif :<br />
1.	Tahu (know)<br />
Di artikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.<br />
2.	Memahami ( comprehension)<br />
Di artikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar.<br />
3.	Menerapkan (application)<br />
Diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi yang sebenarnya.<br />
4.	Analysis (analisa)<br />
Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau objek kedalam komponen-komponen tetapi masih didalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lainnya.<br />
5.	Sintesa (synthesis)<br />
Menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.<br />
6.	Evaluasi (Evaluation)<br />
Berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek atau materi. (Notoatmodjo, 2003)<br />
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menyatakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian atau responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat disesuaikan dengan tingkatan domain di atas. (Notoatmodjo, 2003)<br />
Berdasarkan hasil penelitian Darniati ( 2009) di dapatkan bahwa ibu yang berpengetahuan baik akan cenderung memberikan vitamin A pada balitanya yaitu 50 %, ibu yang berpengetahuan sedang memberikan vitamin A pada balitanya yaitu sebanyak 39,48 %, sedangkan ibu yang berpengetahuan kurang cenderung memberikan vitamin A yaitu 41,67 %.<br />
Hasil penelitian Suswanto (2000) tentang faktor yang berhubungan dengan ditribusi kapsul Vitamin A di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, menunjukkan bahwa sebagian besar variabel penelitian berhubungan dengan cakupan distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi. Faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan distribusi kapsul vitamin A dosisi tinggi adalah umur ibu, tingkat pendidikan, pengetahuan, lama ibu kontak dengan anak, keterlibatan ibu dalam organisasi masyarakat, umur kader, tingkat pendidikan kader, aktivitas kader, frekuensi pembinaan oleh petugas Puskesmas, tingkat pendidikan tokoh masyarakat dalam kegiatan distribusi, sedangkan lama menjadi kader tidak berhubungan dengan cakupan ditribusi kapsul vitamin A dosis tinggi. </p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/kapsul-vitamin-a/'>kapsul vitamin A</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/kekurangan-vitamin-a/'>kekurangan vitamin A</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/kelebihan-vitamin-a/'>kelebihan vitamin A</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/konsep-dasar-vitamin-a/'>konsep dasar vitamin A</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pekerjaan-ibu/'>pekerjaan ibu</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pendidikan-ibu/'>pendidikan ibu</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pengetahuan/'>pengetahuan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/program-nasional/'>program nasional</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/umur-ibu/'>umur ibu</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=294&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/26/konsep-dasar-vitamin-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Dasar tentang Stress</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/konsep-dasar-tentang-stress/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/konsep-dasar-tentang-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 08:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[IPK]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian stress]]></category>
		<category><![CDATA[stres mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[tahun lulus]]></category>
		<category><![CDATA[Umur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[1. Stres 1.1. Pengertian Stres Stres adalah keadaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan internal maupun eksternal (stimulus) yang dapat membahanyakan, tak terkendali atau melebihi kemampuan individu sehingga individu akan bereaksi baik secara fisiologis maupun psikologis (respon) dan melakukan usaha-usaha penyusuaian diri terhadap situasi tersebut (proses). Skala adaptasi stres Perubahan Hidup Holmes dan Rahe adalah skala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=289&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1.	Stres</strong><br />
<strong>1.1.	Pengertian Stres</strong><br />
	Stres adalah keadaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan internal maupun eksternal (stimulus) yang dapat membahanyakan, tak terkendali atau melebihi kemampuan individu sehingga individu akan bereaksi baik secara fisiologis maupun psikologis (respon) dan melakukan usaha-usaha penyusuaian diri terhadap situasi tersebut (proses). Skala adaptasi stres Perubahan Hidup Holmes dan Rahe adalah skala yang digunakan untuk mengukur tingkat stres pada individu yang terdiri dari 31 peristiwa perubahan hidup yang dialami selama 1 tahun. Penilaian yang dilakukan dengan seoring. Skor &gt; 150 menunjukkan adanya stres dan skor &lt; 150 menujukkan tidak adanya stres (Al Banjary, 2009)    <span id="more-289"></span><br />
Stres adalah respons tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan yang terganggu, suatu penomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari, setiap orang mengalaminya, stres member dampak secara total pada individu yang terhadap fisik, psikologis, intelektual, sosial dan spiritual, stress dapat mengancam keseimbangan fisiologis (Rasmus, 2004),  .<br />
Yang dimaksud dengan stress (Hans Selye) adalah respons tubuh yang sifatnya non spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Misalnya bagaimana respons tubuh seseorang manakala yang bersangkutan mengalami beban pekerjaan yang berlebihan. Bila ia sanggup sanggup mengatasinya artinya tidak ada gangguan pada fungsi organ tubuh, maka dikatakan yang bersangkutan tidak mengalami stress. Tetapi sebaliknya bila ternyata ia mengalami gangguan pada satu atau lebih oraga tubuh sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat menjalankan fungsi pekerjaannya dengan baik, maka ia disebut mengalami distress . (Dadang, 2004),<br />
<strong>1.2.Penggolongan Stres</strong><br />
	Apabila ditijau dari penyebab stress, dapat digolongkan sebagai berikut :<br />
a.	Stres Fisik, disebabkan oleh suhu atau temperature yang terlalu tinggi atau rendah, suara amat bising, sinar yang terlalu terang, atau tersengat arus listrik.<br />
b.	Stres Kimiawi, disebabkan oleh asam-basa kuat, obat-obatan, zat beracun, hormone, atau gas.<br />
c.	Stres Mikrobiologik, disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit yang menimbulkan penyakit.<br />
d.	Stres Fisiologik, disebabkan oleh gangguan struktur, fungsi jaringan, organ, atau sistemik sehingga menimbulkan fungsi tubuh tidak normal.<br />
e.	Stres Proses Pertumbuhan dan Perkembangan, disebabkan oleh gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi hingga tua.<br />
f.	Stres Psikis/emosional, disebabkan oleh gangguan hubungan interpersonal, sosial, budaya, atau keamanan menurut.         (Sunaryo, 2004)<br />
		Adapun menurut  Brench Grad (2000), stress ditinjau dari penyebabnya hanya dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :<br />
a.	Penyebab makro, yaitu menyangkut peristiwa besar dalam kehidupan, seperti kematian, percerian, pensiun, luka batin, dan kebangkrutan.<br />
b.	Penyebab mikro, yaitu menyangkut peristiwa kecil sehari-hari, sperti pertengkaran rumah tangga, beban pekerjaan, masalah apa yang akan dimakan, dan antri.<br />
<strong>1.3.Sumber Stres</strong><br />
	Sumber stress dapat berasal dari dalam tubuh dan diluar tubuh, sumber stress dapat berupa biologik/psikosiologi, kimia, psikologok, sosial spiritual.<br />
a.	Stresor biologik dapat berupa : mokroba, bakteri, virus dan jasad renik lainnya, hewan, binatang, bermacam tumbuhan dan makhluk hidup lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan.<br />
b.	Stresor fisik dapat berupa : perubahan iklim, alam, suhu, cuaca, geografi, yang mengikuti letak tempat tinggal, domisili, demografi, berupa jumlah anggota dalam keluarga, nutrisi, radiasi, kepandatan penduduk, imigrasi dan kebisingan.<br />
c.	Stresor kimia, dari dalam tubuh dapat berupa serum darah dan glukosa, sedangkan dari luar tubuh dapat berupa obat pengobatan, pemakaian alkohol, pencemaran lingkungan, bahan kosmetik dan bahan pengawet.<br />
d.	Stresor sosial psikologi, yaitu labelling dan prasangka, ketidak kepuasan terhadap diri sendiri, kekejaman, konplik peran, percaya diri yang rendah, perubahan ekonomi, emosi yang negative, dan kehamilan.<br />
e.	Stresor spiritual yaitu adanya persepsi negative terhadap nilai-nilai ke- Tuhanan.<br />
	Stressor menurut Esperanza (1997) Fundamental of nursing practice a nursing poscess approach :<br />
a.	Perubahan patotogi dari penyebab penyakit atau suatu injuri.<br />
b.	Troma (injuri, luka bakar, serangan, elektrik, shok).<br />
c.	Tidak adekuatnya makanan, kehangatan, dan pencegahan.<br />
d.	Tidak terpenuhinya kebutuhan dasar (kelaparan, gangguan sexk sual).<br />
e.	Program trapi (diet, trapi fisik, spikotrapi).<br />
f.	Kekacoan hubungan sosial dan keluarga.<br />
g.	Komplik sosial dan budanya.<br />
h.	Prubahan spisiologi yang normal (puberitas, mentuasi, kehamilan dan menaupouse)<br />
i.	Situasi positif dari pristiwa kehidupan. (Rasmus, 2004)<br />
<strong>1.4.Tanda-tanda Bahaya Stres</strong><br />
		Ada beberapa tanda bahaya yang menujukan kerja destruktif dari stress. Tanda-tanda ini bersifat fisiologis dan psikologis. Penyakit psikologis, meskipun senyata dan sedestruktif penyakit fisik, bias lebih sulit dideteksi dan disembuhkan. Ada pelbagi penyakit emosional dan psikologis yang ditimbulkan oleh stres, dari yang ringan sampai yang meningkat, dari yang sementara sampai yang kronis. Serangannya bias pelahan-lahan atau mendadak. Penyakit-penyakit ini dapat dipicu oleh sebab biologis dan sebab psikologis. Ini merupakan sebuah topic besar, dan saya disini hanya menyebutkan beberapa tanda yang mengindikasikan berjangkitnya stress.<br />
 Keletihan yang tak diketahui sebab-musababnya.<br />
a.	Gangguan makan, seperti kehilangan nafsu makan atau makanan berlebihan.<br />
b.	Gangguan tidur, seperti tak bias tidur, tidur tapi sebentar bentar                bangun, dan mimpi buruk berulang.<br />
c.	Keluarnya air mata tanpa bias dikendalikan.<br />
d.	Pikiran untuk bunuh diri.<br />
e.	Hilangnya ketertarikan pada hal-hal semisal berpenampilan rapi dan aktifitas-aktifitas sosial.<br />
f.	Tak bias berkonsentrasi.<br />
g.	Sering merasa mengerut ketika demam dan terkenak infeksi.<br />
h.	Tegang atau sakit kepala yang tak diketahui sebab-musababnya.<br />
i.	Minum alkohol secara berlebihan atau merasa panic.<br />
j.	Lekas marah atau mudah terprovokasi.<br />
k.	Selalu ingin melakukan sesuatu yang radikal.<br />
Peristiwa-peristiwa atau keadaan-keadaan yang menimbulkan stres disebut stressor. Ada empat macam stressor yaitu :<br />
a.	  Stressor episodik. Kecelakan yang belum lama terjadi dan perselisihan dengan orang lain adalah contoh peristiwa yang memicu stress sekali waktu.<br />
b.	Sekues stressor. Perceraian, kehilangan pekerjaan, dan kematian tercinta adalah peristiwa-peristiwa yang memicu stress yang bertahan lebih lama.<br />
c.	   Stressor periodik. Periksa secara periodic ke dokter gigi, sakit pinggang yang sesakali terasa, dan sering berpergian karena tuntutan kerja merupakan contohnya.<br />
d.	Stressor kronis. Penyakit permanen, masalah-masalah suami isteri yang berlarut-larut, dan ketak mampuan menyelesaikan persoalan keuangan adalah pemantik stress yang bertahan sangat lama.    (Khavari. A, 2006)</p>
<p><strong>1.5.	Tahapan Stres</strong><br />
1.5.1.	Stres Tahap I<br />
Tahapan ini merupakan tahapan stress yang paling ringan, dan biasanya di sertai dengan perasaa-perasaan sebagai berikut :<br />
a.	Semangat bekerja besar, berlebihan (over acting)<br />
b.	Penglihatan “tajam” tidak sebagaimana biasanya<br />
c.	Merasa mapu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, namun tanpa di sadari cadangan energy dihabiskan (all out) disertai rasa gugup yang berlebihan pula<br />
d.	Merasa senag dengan pekerjaannya itu dan semakin bertambah semangat, namun tanpa di sadari cadangan energy semakin menipis.<br />
1.5.2.	Stres Tahap II<br />
Dalam tahapan ini dampak stress yang semula “menyenangkan” sebagaimana yang di uraikan pada tahap I di atas mulai menghilang, dan timbul keluhan-keluhan yang di sebabkan karena cadangan energy tidak lagi cukup sepanjang hari karena tidak cukup waktu untuk beristirahat.Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh seseorang yang berada pada stress tahap II adalah sebagai berikut :<br />
a.	Merasa letih sewaktu bangun pagi, yang seharusnya merasa segar.<br />
b.	Merasa mudah lelah sesudah makan siang<br />
c.	Lekas merasa capai menjelang sore hari<br />
d.	Sering mengeluh lambung atau perut tidak nyaman (bowel discomfort)<br />
e.	Detakan jantung lebih keras dari biasanya (berdebar-debar)<br />
f.	Otot-otot punggung dan tengkuk terasa tegang<br />
g.	Tidak bias santai<br />
1.5.3.	Stres Tahap III<br />
Bila seseorang itu tetap memaksakan diri dalam pekerjaannya tanpa menghiraukan keluhan-keluhan sebagaimana di uraikan pada stress tahap II tersebut diatas, maka yang bersangkutan akan menunjukkan keluhan-keluhan yang semakin nyata dan mengganggu yaitu :<br />
a.	Gangguan lambung dan usus semakin nyata, misalnya keluhan “maag” (gastritis), buang air besar tidak teratur (diare).<br />
b.	Ketegangan otot-otot semakin terasa<br />
c.	Perasaan ketidak tenangan dan ketegangan emosional semakin meningkat<br />
d.	Ganguan pola tidur (insomnia) misalnya sukar untuk mulai masuk tidur (early insomnia), atau terbangun tengah malam dan sukar kembali tidur (middle insomnia), atau bangun terlalu pagi/dini hari tidak dapat kembali tidur (lae insomnia)<br />
e.	Koordinasi tubuh terganggu (badan terasa oyong dan serasa mau pingsan)<br />
1.5.4.	Stres tahap IV<br />
Tidak jarang seseorang pada waktu memeriksakan diri ke dokter sehubungan dengan keluhan-keluhan stress tahap III diatas, oleh dokter dinyatakan tidak sakit karena tidak ditemukan kelainan-kelainan fisik pada organ tubuhnya.Maka gejala stress tahap IV akan muncul :<br />
a.	Untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat sulit<br />
b.	Aktivitas pekerjaan yang semula menyenangkan dan mudan di selesaikan menjadi membosankan dan terasa lebih sulit<br />
c.	Yang semula tanggapan terhadap situasi menjadi kehilangan kemampuan untuk merespons secara memadai (adequate)<br />
d.	Ketidak mampuan untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari<br />
e.	Gangguan pola tidur di sertai dengan mimpi-mimpi yang menyenagkan<br />
f.	Sering kali menolak ajakan (negativism) karena tiada semangat dan kegairahan<br />
g.	Daya konsentrasi dan daya ingat menurun<br />
h.	Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak dapat di jelaskan apa penyebabnya<br />
2.1.5.5.	Stres tahap V<br />
Bila keadaan berlanjut, maka seseorang itu akan jatuh dalam stress tahap V yang di tandai dengan hal-hal berikut :<br />
a.	Kelelahan fisik dan mental yang semakin mendalam (physical and psychological exhaustion)<br />
b.	Ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari yang ringan dan sederhana<br />
c.	Gangguan system pencernaan semakin berat (gastrointestinal disorder)<br />
d.	Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang semakin meningkat, mudah binggung dan panic<br />
1.5.6.	Stres Tahap VI<br />
Tahap ini merupakan tahap klimaks, seseorang mengalami serangan panic (panic attack) dan perasaan takut mati tidak jarang orang yang mengalami stress tahap IV ini berulang kali di bawa ke UGD bahkan ke ICCU, meskipun pada akhirnya  di pulangkan karena tidak di temukan kelainan fisik organ tubuh. Gambaran stress tahap VI ini adalah sebagai berikut :<br />
a.	Debar jantung teramat keras<br />
b.	Susah bernafas (sesak dan megap-megap)<br />
c.	Sekujur badan terasa gemetar, dingin dan keringat bercucuran<br />
d.	Ketiadaan tenaga untuk hal-hal yang ringan<br />
e.	Pingsan atau kolaps (collaps). (Dadang, 2004)<br />
2.1.6.	Reaksi Tubuh Terhadap Stres<br />
Sebagaimana telah disebutkan dimuka bahwa yang dimaksud dengan stress adalah reaksi atau respon tubuh terhadap stressor psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan). Kecuali gejala-gejala tahapan stress maupun perubahan perilaku yang telah di uraikan di muka, maka seseorang yang mengalami stress dapat pula di lihat atupun di rasakan dari perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya misalnya antara lain:<br />
a.	Rambut<br />
Warna rambut yang semula hitam pekat, lambat laun mengalami perubahan warna menjadi kecoklat-coklatan serta kusam.<br />
b.	Mata<br />
Ketajaman mata sering kali terganggu misalnya kalau membaca tidak jelas karena kabur<br />
c.	Telinga<br />
Pendengaran sering kali terganggu dengan suara berdenging (tinitus)<br />
d.	Daya pikir<br />
Kemampuan berfikir dan mengingat serta konsentrasi menurun.Orang menjadi pelupa dan sering kali mengeluh sakit kepala atau pusing.<br />
e.	Ekspresi wajah<br />
Wajah seseorang yang stress Nampak tegang, dahi berkerut, mimic Nampak serius, tidak santai, bicara berat, sukar untuk senyum/tertawa dan kulit muka kedutan (tin facialis)<br />
f.	Mulut<br />
Mulut dan bibir terasa kering sehingga seseorang sering minum. Selain daripada itu  pada tenggorokan seolah-olah ada ganjalan sehingga ia sukar menelan, hal ini di sebabkan karena otot-otot lingkar di tenggorokan mengalami spasme (muscle cramps) sehingga serasa “tercekik”<br />
g.	Kulit<br />
Pada orang yang mengalami stress reaksi kulit bermacam-macam pada kulit dari sebahagian tubuh terasa panas atau dingin atau keringat berlebihan.<br />
h.	Sistem pernafasan<br />
Pernafasan seseorang yang sedang mengalami stress dapat terganggu misalnya nafas terasa berat dan sesak di sebabkan terjadi penyempita pada saluran pernafasan mulai dari hidung, tenggorokan dan otot rongga dada<br />
i.	System Kardiovasculer<br />
Sistem jantung dan pembuluh darah atau kardiovasculer dapat terganggu faalnya karena stress<br />
j.	Sistem pencernaan<br />
Orang yang mengalami stress sering kali mengalami gangguan pada system pencernaannya.Misalnya, pada lambung terasa kembung, mual dan pedih.<br />
k.	Sistem perkemihan<br />
Orang yang sedang menderita stress faal perkemihan (air seni ) dapat juga terganggu.Yang sering di keluhkan orang adalah frekuensi untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya messkipun ia bukan penderita kencing manis (diabetes mellitus)</p>
<p>l.	Sistem otot dan tulang<br />
Stress dapat pula menjelma dalam bentuk keluhan-keluhan pada otot  dan tulang (musculosceletal). Yang bersangkutan sering mengeluh otot terasa sakit (keju) seperti di tusuk-tusuk, pegal dan tegang<br />
m.	Sistem Endokrin<br />
Gangguan pada system endokrin (hormonal) pada mereka yang mengalami stress adalah kadar gula yang meninggi, dan bila hal ini berkepanjangan bias mengakibatkan penyakit kencing manis (diabetes mellitus)<br />
n.	Libido<br />
Kegairahan seseorang di bidang seksual dapat pula terpengaruh karena stress. (Dadang, 2004)<br />
1.7.	Jenis Adaptasi atau Stres<br />
	1.7.1.	Pengertian<br />
Ada beberapa pengertian tentang adaptasi, antara lain:<br />
	W.A. Gerungan (1996) menyebutkan bahwa “Penyesuaian diri adalah mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri)”.<br />
	Menurut Soeharto Heerdjan (1987), “Penyesuaian diri adalah usaha atau perilaku yang tujuannya mengatasi kesulitan dan kehambatan.”</p>
<p>1.7.2.	Jenis Adaptasi<br />
Dan adapun jenis-jenis adaptasi adalah sebagai berikut:<br />
a.	Adaptasi fisiologik bias terjadi secara local atau umum contaoh :<br />
a)	Seseorang yang mampu mengatasi stress, tangannya tidak berkeringat dan tidak gemetar, serta wajahnya tidak pucat.<br />
b)	Seseorang yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang berat dan merasa mengalami gangguan apa-apa pada organ tubuh.<br />
b.	Adaptasi psikologis bias manjadi secara :<br />
a).	Sadar : individu mencoba memecahkan/ menyesuaikan diri dengan masalah.<br />
b).	Tidak sadar : Menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism)<br />
c).	Menggunakan gejala fisik (Konversi atau Psikofisiologik/psikosomatik)<br />
Apabila seseorang mengalami hambatan atau kesulitan dalam beradaptasi, baik berupa tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi dapat menimbulkan stress. Stres bias terjadi apabila tuntutan atau keinginan diri tidak terpenuhi. (Sunaryo, 2004)<br />
2.1.8.	Cara Mengendalikan dan Penanganan Stres<br />
Kiat untuk mengendalikan stress menurut Grant Brench (2000) sebagai berikut :<br />
1.	Sikap, keyakinan dan pikiran kita harus positif, fleksibel, rasional, dan adaptif terhadap orang lain. Artinya, jangan terlebih dahulu menyalahkan orang lain sebelum introspeksi diri dengan pengendalian internal.<br />
2.	Kendalikan factor-faktor penyebab stress dengan jalan :<br />
a.	Kemampuan menyadari (awareness skills)<br />
b.	Kemampuan untuk menerima (acceptance skills)<br />
c.	Kemampuan untuk menghadapi (coping skills)<br />
d.	Kemampuan untuk bertindak (action skills)<br />
e.	Perhatikan diri anda, proses interpersonal dan interaktif, serta lingkungan anda.<br />
f.	Kembangkan sikap efisien<br />
g.	Relaksasi<br />
h.	Visualisasi (angan-angan terarah)<br />
i.	Circuit breaker dan koridor stress.<br />
Tehnik singkat untuk menghilangkan stress, misalnya melakukan pernafasan dalam, mandi santai dalam bak, tertawa, pijat, membaca, kecanduan positif (melakukan yang di sukai secara teratur), istirahat teratur dan ngobrol.(Sunaryo, 2004)<br />
Adapun berbagai strategi penanganan stress dapat di lakukan dengan banyak cara. Satu hal yang penting dalam penanganan stress yang efektif adalah bahwa mahasiswa dapat menggunakan lebih dari satu strategi untuk membawa mereka menghadapi stress. Sebagai contoh, saran yang di berikan bagi mahasiswa yang mengalami sejumlah besar stress dapat berupa hal-hal berikut ini :<br />
a.	Mengembangkan sikap percaya<br />
b.	Mengurangi kemarahan<br />
c.	Meningkatkan self-efficacy<br />
d.	Menggunakan berbagai strategi koping<br />
e.	Menyisihkan waktu untuk bermain dan relaksasi<br />
f.	Berhenti merokok<br />
g.	Turunkan berat badan<br />
h.	Berolahraga beberapa kali seminggu<br />
i.	Mengembangkan gambaran diri yang lebih positif. (Al Banjari,2009)</p>
<p>2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)</strong><br />
	Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan angka yang menujukkan Prestasi Akademik atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif yang dicapai melalui dari semester pertama samapai dengan semester paling akhir untuk semua mata kuliah yang ditempuh. Atau ringkasanyan, IPK adalah final result dari proses pembelajaran anda. Paling tidak masalah IPK menjadi satu dari beberapa tujuan utama ketika kuliah. (Adi Subarta, 2009)<br />
Prestasi belajar adalah hasil belajar yang diperoleh dari kegitaan pembelajaran di sekolah atau Perguruan Tinggi yang bersifat kognitif  dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penelitian. Penilaian prestasi belajar diperguruan tinggi yaitu dengan melihat indeks prestasi yaitu evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa tiap semester. Dalam penelitian ini prestasi belajar mahasiswa dilihat dari IPK semester 5, dimana prestasi dikatakan rendah jika IPK  2,75.                     (Al. Banjary, 2009).<br />
Prestasi yang dicapai seseorang memberikan gambaran tentang posisi tingkat keberhasilan dirinya dibandingkan dengan orang lain. Dalam lingkungan kampus, nilai yang didapat dari hasil prestasi akademik dikenal dengan istilah indeks Prestasi (IP) yang dapat dilihat tiap akhir semester yang telah dilalui. (Al. Banjary, 2009).<br />
Kunci keberhasilan dalam akademi adalah disiplin dan efisien dalam kebiasaan belajar ada 7 (tujuh) strategi dibawah ini akan membantu anda meningkatkan IPK anda sekaligus meminimaalkan stress dan memaksimalkan waktu belajar anda.<br />
a.	Masuklah kedalam kelas, mungkin hal ini terdengar bodoh, tetapi ini sangat penting. Banyak dosen yang mengajar langsung lewat power point atau mengunakan hand out. Hal tersebut sangat membuat anda sangat tergoda untuk meninggalkan kelas, anda akan terpancing untuk mengkopi bahan yang akan diajarkan dan berusaha belajar sendiri.<br />
b.	Duduklah dibarisan depan, duduk dibaris terdepan tidak hanya memberikan anda rasa percaya diri, tapi juga akan membuat anda terhubung dengan sipengajar.<br />
c.	Buatlah catatan kaki, efek negtif dari era power point adalah membuat mahasiswa menjadi malas mencatat.<br />
d.	Lakukan review setiap minggu, masalah yang paling sering dialami oleh siswa adalah mencoba menelan semua materi sepanjang semester dalam satu malam.<br />
e.	Temui para dosen pada jam kerja, professor biasanya akan dapat ditemui pada jam-jam kantor dimana mareka sedang tidak mengajar.<br />
f.	Temukan orang pintar untuk anda ajak kerja sama, dalam mata kuliah yang membutuhkan kerjasama kelompok, hal ini menjadi sangat penting.<br />
g.	Hindari bergadang semalaman untuk belajar, biasanya menjadi seorang  yang seperti ini berarti anda mencoba memasukan semua yang ada dalam suatu semester pada satu malam. Jika anda mengunakan strategi semacam ini, anda akan gagal. Anda akan menjadi cepat stress dan frustasi karena anda seperti dikejar-kejar waktu. (Ridwansyah, 2008)<br />
Berdasarkan hasil penelitian  Al Banjary (2009) didapatkan bahwa ada beberapa faktor  yang berhubungan dengan stres pada mahasiswa, yaitu : Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), faktor sosial, kesehatan fisik, umur atau tahun kelulusan.<br />
Pada penelitian Arijanto &amp; Gill (2009), juga disimpulkan bahwa IPK, ras dan Jenis Kelamin berhubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa.</p>
<p><strong>3.Tahun Kelulusan SMA</strong><br />
	Tahun kelulusan  adalah tahun dimana mahasiswa menyelesaikan pendidikan terakhir sebelum melanjutkan kenjanjang pendidikan tinggi. Tahun kelulusan pada penelitian ini dapat dikaitkan dengan umur seseorang mahasiswa. Mahasiswa yang lulus SMA tahun 2005 secara rasional umurnya akan lebih muda bila dibandingkan dengan tahun 2004 atau sebelumnya. Berdasarkan penelitian (Komari, 2008), umur tidak berhubungan dengan tingkat stres pada lansia di panti wredha dharma bakti surakarta.</p>
<p><strong>4.Jenis Kelamin</strong><br />
Jenis kelamin adalah semua yang berhubungan dengan seseorang (pria maupun wanita), termasuk peranan-peranan, tingkah laku dan semua sifat-sifat sebagai pria atau wanita didalam sebuah kebudayaan yang ada sekarang ini. (Isnarti, 2006)<br />
Pada umumnya setiap orang pernah mengalami stress tetapi kita tidak pernah menyadarinya, Karena stres merupan suatu perasaan yang tidak mudah digambarkan. Stres dapat dikatakan sebagi suatu tekanan, ketegangan yang mempengaruhi seseorang dalam kehidupan. Stres kerja, oleh para ahli perilaku organisasi telah dinyatakan sebagai agen penyebab dari berbagai masalah fisik, mental bahkan output organnisasi. (Isnarti, 2006)<br />
Stres kerja tidak hanya berpengaruh terhadap individu, tetapi tetapi juga terhadap organisasi dan industri. Dengan bertambahnya kemajuan jaman, manusia yang bekerja bukan saja kaum pria sebagai pencari nafkah, tetapi juga kaum wanita yang pada hakekatnya adalah istri, ibu dan penyelenggara rumah tangga. Di dalam bekerja, wanita dituntut keterlibatan yang penuh dengan peekerjaannya. Tuntutan peran ini sering bertubrukan dengan perannya yang lain, yaitu sebagai ibu rumah tangga, istri dan ibu dari anak-anaknya. Selain itu, perannya sebagai pekerja menuntut baik energi maupun waktu sehingga banyak wanita yang mengalami tekanan yang lama kelamaan dapat berubah menjadi stres.(Isnarti, 2006)<br />
Hasil pendahuluan  dari percobaan yang dilakukan terhadap hewan oleh penelitian dari the Children’s Hospital of Philadelphia dapat menunjukan  sedikit gambaran mengenai hal yang membinggungkan dan menjadi pertanyaan dari pria dan wanita yaitu kenapa wanita lebih sering merasa stress dibandingkan pria. Pada penelitian terhadap tikus yang dilakukan oleh neuroscientist Dr. Rita Valentino, para penelitian menemukan bahwa tikus betina lebih sensitif terhadap hormone yang berkaitan dengan  stress yaitu corticotropin-releasing factor (CRF). Dr. Rita Valentino dan rekan peneliti lain yang menyatakan bahwa penelitian ini potensial mempunyai relevansi terhadap manusia, karena CHF merupakan karakteristik terjadinya stres yang dikaitkan dengan gangguan mental. (Valentino, 2008)<br />
Penelitian yang telah di terbitkan dalam the journal Molecular Psychiatry, menemukan bahwa tikus betina yang ditempatkan dalam situasi yang menimbulkan stres (dipaksa untuk berenang) menunjukkan sensitivitas yang lebih besar terhadap CRF. Sedangkan tikus jantan sebaliknya mareka bereaksi mengeluarkan  hormon dengan cara mengatur respon mareka. Sehingga tikus betina dua kali lebih rentan untuk mengalami stres dibandingkan dengan tikus jantan. (Valentino, 2008)<br />
Wanita memang lebih sering didagnosa dengan kondisi depresi, kecemasan, akan tetapi penyebab utama perbedaan reaksi dari kedua jenis kelamin ini masih belum jelas. Jika dimana mendatang, penelitian terhadap manusia juga menemukan adanya ketidak samaan mengenai sensitifitas terhadap CRF, maka hal ini tersebut tidak hanya dapat menjelaskan perbedaan  terhadap kedua jenis kelamin tetapi juga memberikan telah mendalam mengenai penyebab dari gangguan akibat stres pada pria dan wanita atau mungkin bahkan metode spesifik untuk terapi penanganan stres berdasarkan jelis kelamin penderitanya. (Valentino, 2008)<br />
Pada penelitian Isnarti, (2006) Subjek dalam penelitian adalah dosen-dosen Universitas Gunadarma yang dibedakan menjadi pria dan wanita. Untuk mengukur stres kerja dilakukan dengan mengunakan skala stress kerja yang diadaptasi dari Meutia (2004) yang berbentuk skala likert yang terdiri dari 4 (empat) komponen. Uji hipotesis dengan menggunakan uji Mann-Whitney menunjukan nilai Z = 7,916 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 ( p &lt; 0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan “ada perbedaan tingkat stres kerja ditinjau dari jenis kelamin”  pada penelitian ini diterima.           (Isnarti, 2006) </p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/ipk/'>IPK</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pengertian-stress/'>pengertian stress</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/stres-mahasiswa/'>stres mahasiswa</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/stress/'>stress</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/tahun-lulus/'>tahun lulus</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/umur/'>Umur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=289&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/konsep-dasar-tentang-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Dasar Tehnik Mencuci Tangan Yang Baik</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/konsep-dasar-tehnik-mencuci-tangan-yang-baik/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/konsep-dasar-tehnik-mencuci-tangan-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 08:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KESMAS]]></category>
		<category><![CDATA[mencuci tangan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Umur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[1 Mencuci Tangan 1.1 Pengertian Menurut Kamaruddin (2009) tangan merupakan bagian tubuh yang lemba yang paling sering berkontak dengan kuman yang menyebabkan penyakit dan menyebarnya. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan membiasakan mencuci tangan dengan memakai sabun. Mencuci tangan adalah teknik yang sangat mendasar dalam mencegah dan mengendalikan infeksi, dengan mencuci tangan dapat menghilangkan sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=287&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1	 Mencuci Tangan </strong><br />
<strong>1.1	Pengertian </strong><br />
Menurut Kamaruddin (2009) tangan merupakan bagian tubuh yang lemba yang paling sering  berkontak dengan kuman yang menyebabkan penyakit dan menyebarnya. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan membiasakan mencuci tangan dengan memakai sabun.<br />
Mencuci tangan adalah teknik yang sangat mendasar dalam mencegah dan mengendalikan infeksi, dengan mencuci tangan dapat menghilangkan sebagian besar mikroorganisme yang ada di kulit (Hidayat, 2005). <span id="more-287"></span><br />
Mencuci tangan adalah dapat menghilangkan sejumlah besar virus dan bakteri yang menjadi penyebab berbagai penyakit, terutama penyakit yang menyerang saluran cerna, seperti diare dan saluran nafas seperti influenza. Hampir semua orang mengerti pentingnya mencuci tangan pakai sabun, namun masih banyak yang tidak membiasakan diri untuk melakukannya dengan benar pada saat yang penting (Umar, 2009).<br />
Mencuci tangan dengan menggunakan sabun, jangan meletakkan sabun di tempat yang kotor, dan bilas kembali sabun setelah digunakan untuk menghindari kontaminasi (karena saat mencuci tangan, sabun jadi kotor). Gosok sela-sela jari, bersihkan kuku, telapak tangan sampai pergelangan dengan cermat (AMI, 2005).</p>
<p><strong>1.2	Tujuan dan  Manfaat Mencuci Tangan </strong><br />
Menurut Hidayat (2005) mencuci tangan bertujuan untuk:<br />
1.	Mencegah terjadinya infeksi melalui tangan.<br />
2.	Membantu menghilangkan mikroorganisme yang ada di kulit atau tangan.</p>
<p>Banyak penyakit yang ditularkan melalui tangan, tangan merupakan salah satu faktor penularan  berbagai jenis penyakit menular, seperti infeksi saluran pernafasan, penyakit kulit, penyakit untuk gangguan pencernaan (diare, muntah) dan berbagai penyakit lainnya yang dapat berpotensi membawa ke pada arah kematian. Tangan merupakan salah satu penghantar utama masuknya kuman penyakit ke tubuh manusia. Kontak dengan kuman dapat terjadi di mana saja, melalui meja, gagang pintu, sendok, dan sebagainya. Penelitian bahkan menyebutkan bahwa Keyboard komputer di perkantoran dan gagang telepon mengandung lebih banyak kuman dari pada di toilet (Kamaruddin, 2009).<br />
Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun juga terbukti sangat membantu pencegahan terhadap penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. Sehingga 15 Oktober 2008 dicanangkan sebagai Hari Mencuci Tangan Sedunia kualitas hidup manusia. Sehingga 15 Oktober 2008 dicanangkan sebagai Hari Mencuci Tangan Sedunia atau Global Hand Washing Day oleh PBB. Hal ini disampaikan pada pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual world Water Week) yang berlangsung pada tanggal 17 – 23 Agustus di Stockholm, ibukota Swedia.  Tahun 2008 juga diumumkan sebagai tahun internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB (Umar, 2009).</p>
<p><strong>1.3	Saat Mencuci Tangan</strong><br />
Ada lima saat penting untuk melakukan cuci tangan pakai sabun, yaitu sebelum makan, sesudah buang air besar atau buang air kecil di toilet, sebelum memegang bayi, sesudah menceboki bayi/ anak dan sebelum menyiapkan makanan. Di saat merebaknya infeksi influenza, termasuk flu babi, dianjurkan pula mencuci tangan setelah tangan terkontaminasi ketika batuk dan bersin. Bagi petugas kesehatan ada lagi saat penting, yaitu sebelum dan sesudah memeriksa pasien, sebelum dan sesudah mengenakan sarung tangan untuk melakukan tindakan medis. Dalam ajaran agama Islam, ditambahkan lagi, yaitu ketika bangun dari tidur (Umar, 2009).</p>
<p><strong>1.4	Teknik Mencuci Tangan yang Benar</strong><br />
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka mencuci tangan haruslah dengan air bersih yang mengalir,  baik itu melalui kran air atau disiram dengan gayung, menggunakan sabun yang standar, setelah itu keringkan dengan handuk yang bersih atau menggunakan tisu            (Umar, 2009).<br />
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka mencuci tangan haruslah dengan air bersih yang mengalir,  baik itu melalui kran air atau disiram dengan gayung, menggunakan sabun yang standar, setelah itu keringkan dengan handuk yang bersih atau menggunakan tisu            (Umar, 2009).<br />
Menurut Kamaruddin (2009) teknik mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan di bawah air yang mengalir, sedangkan langkah-langkah teknik mencuci tangan yang benar adalah<br />
1.	Basahi tangan dengan air di bawah kran atau air mengalir.<br />
2.	Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan, akan lebih baik jika sabun yang mengandung antiseptik.<br />
3.	Gosokkan pada kedua telapak tangan.<br />
4.	Gosokkan sampai ke ujung jari.<br />
5.	Telapak tangan menggosok punggung tangan kiri (atau sebaliknya) dengan jari-jari saling mengunci (berselang-seling) antara tangan kanan dan tangan kiri, gosokkan sela-sela jari tersebut. Lakukan sebaliknya.<br />
6.	Letakkan punggung jari satu dengan punggung jari lainnya dan saling menggunci.<br />
7.	usapkan ibu jari tangan kanan dengan punggung jari lainnya dengan gerakan saling berputar, lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri.<br />
8.	Gosokkan telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan gerakan kedepan, kebelakang, berputar. Lakukan sebaliknya.<br />
9.	Pegang pergelangan kanan kanan dengan pergelangan kiri dan lakukan gerakan  memutar. Lakukan pula pada tangan kiri.<br />
10.	Bersihkan sabun dari kedua tangan dengan air mengalir.<br />
11.	Keringkan tangan dengan menggunakan tissue atau handuk, jika menggunakan kran, tutup kran dengan tissue. </p>
<p>2.1.5	Teknik Mencuci Tangan di Pelayanan Kesehatan<br />
1.	Lepaskan semua aksesori pada tangan (seperti cincin atau jam tangan).<br />
2.	Basahi jari tangan, lengan hingga siku dengan air, kemudian alirkan sabun (12 – 5 ml) ke tangan dan gosokkan tangan serta lengan sampai 5 cm di atas siku kemudian sikat ujung jari, tangan, lengan, dan kuku tangan sebanyak kurang lebih 15 kali gosokan, telapak tangan 10 kali gosokan hingga siku.<br />
3.	Bilas dengan air bersih yang mengalir<br />
4.	Setelah selesai, tangan di bilas dan lap diarahkan ke atas.<br />
5.	Gunakan sarung tangan steril.<br />
(Hidayat dan Ulliyah, 2005).</p>
<p>2. Determinan Perilaku Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan (Makmur dan Hatang, 2008)<br />
2.1.Model Anderson<br />
Pola penggunaan pelayanan kesehatan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Ada tiga faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut, yaitu: perbedaan angka kesakitan, karakteristik demografi penduduk dan faktor sosial dan budaya (Kresno, 2005). Suatu pendekatan konseptual yang banyak digunakan dalam survey pemanfaatan pelayanan dokter adalah model perilaku yang dikembangkan bersama koleganya (Andersen dan Newman, 1973 ; Aday dan Andersen 1974 ; Andersen, dkk, 1975) Becker, 1995).</p>
<p>2.2.Menurut model ini keputusan untuk menggunakan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh (Greenley, 1980):<br />
1.	Komponen Predisposisi (pendorong) seseorang untuk menggunakan pelayanan kesehatan. Komponen ini disebut dengan predisposing karena faktor-faktor pada komponen ini menggambarkan karakteristik perorangan yang sudah ada sebelum seseorang ini memanfaatkan pelayanan kesehatan. Komponen ini menjadi dasar atau motivasi bagi seseorang untuk berperilaku dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan (Wobowo, 1992). Anderson membagi komponen predisposing ini berdasarkan karakteristik pasien ke dalam tiga bagian meliputi cirri demografi, struktur sosial, keyakinan terhadap pelayanan kesehatan (Health beliefs) (Becker, 1995).<br />
2.	Komponen Enambling atau kemampuan seseorang untuk menggunakan pelayanan kesehatan. Faktor biaya dan jarak pelayanan kesehatan dengan rumah berpengaruh terhadap perilaku penggunaan atau pemanfaatan pelayanan kesehatan (Kresno, 2005). Menurut Kroenger (1983) keterjangkauan masyarakat Termasuk jarak akan fasiltitas kesehatan mempengaruhi pemilihan pelayanan kesehatan. Demikian juga menurut Andersen, et all (1975) dalam Greenley (1980) yang menyatakan bahwa jarak merupakan komponen kedua yang memungkinkan seseorang untuk memanfaatkan pelayanan pengobatan.<br />
3.	Komponen Need atau kebutuhan seseorang akan pelayanan kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Andersen tahun 1964 pada 2.367 keluarga tentang penggunaan pelayanan kesehatan, ternyata faktor kebutuhan berperan lebih besar (20%) dimana persepsi bahwa penyakit yang di ukur dari jumlah hari tidak dapat berkerja merupakan faktor yang paling berperan (Becker, 1995). Pendapat serupa ditemukan dalam penelitian Setyowati (2000) di Puskesmas Pal V Kota Pontianak yang menunjukkan bahwa variabel kebutuhan variabel paling dominant berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan pengobatan. Anderson dan Sheatsley (1967) menemukan 79% orang yang mengalami penyakit tidak mencari pengobatan dengan alasan bahwa gejala penyakit tersebut tidak berbahaya </p>
<p>sehingga mereka tidak membutuhkan pelayanan kesehatan.<br />
<strong>2.3.Model Lawrence Green</strong><br />
Kesehatan seorang individu maupun sebuah masyarakat akan dipengaruhi oleh 2 faktor utama yaitu perilaku itu sendiri, dan faktor di luar perilaku tersebut. Faktor perilaku ditentukan oleh 3 faktor sebagai berikut:<br />
1.	Faktor predisposisi (predisposing factors) yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan dan nilai-nilai.<br />
2.	Faktor pendukung (enabling factors) yang terwujud dalam lingkungan fisik dan tersedia atau tidak tersedianya fasilitas atau sarana kesehatan.</p>
<p><strong>3.Karakteristik Responden yang berhubungan dengan tehnik mencuci tangan</strong><br />
<strong>3.1.Umur</strong><br />
Umur atau satuan usia adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau zat makhluk yang hidup maupun yang mati, semakin banyak pengalaman yang diperoleh sehingga seseorang dapat meningkatkan kematangan mental dan intelektual serta dapat membuat keputusan yang bijaksana dalam bertindak (Sarwono, 2005).<br />
Umur merupakan salah satu sifat karakteristik tentang orang yang sangat utama, umur mempunyai hubungan dengan tingkat keterpaparan, besarnya resiko serta sikap resistensi. Perbedaan pengalaman terhadap masalah kesehatan/ penyakit dan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh umur individu tersebut (Noor, 2008).<br />
Umur merupakan salah satu dari faktor sosial yang juga mempengaruhi status kesehatan kesehatan seseorang dan berdasarkan golongan umur, maka dapat dilihat perbedaan pola penyakit (Kresno, 2000).</p>
<p><strong>3.2. Pendidikan</strong><br />
Pendidikan adalah suatu konsep guna untuk mencapai suatu tujuan (Perubahan tingkah laku). Perilaku manusia adalah refleksi dari berbagai gejala kejiwaan antara lain tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang. Tahap pendidikan sangat menentukan kemampuan seseorang dalam  mengatasi berbagai masalah dalam kehidupannya (Sarwono, 2005).<br />
Pendidikan secara umum, adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang di harapkan oleh pelaku pendidikan. Dari batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan yakni:</p>
<p>a.	Input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat) dan pelaku pendidikan.<br />
b.	Proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain).<br />
c.	Output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku) (Notoatmodjo, 2003)<br />
Menurut Soekanto (2004) pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran agar secara aktif dapat mengembangkan petensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, keeerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Disebutkan jenjang pendidikan dibagi menjadi pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Yang termasuk dalam pendidikan dasar yaitu SD/Sederajat dan SLTP/Sederajat, pendidikan menengah yaitu SLTA/sederajat, sedangkan pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah menengah yang mencakup Diploma (D3), Sarjana, Magister, Spesialis dan Doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. (Sarwono, 2005).<br />
Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Bauman (1961) dan Koos (1954) (dalam Friedman, 1998), mengemukakan bahwa semakin terdidik keluarga, maka semakin baik pengetahuan keluarga tentang kesehatan. Hal ini juga yang turut berpengaruh dalam aktif atau tidaknya keluarga untuk datang menimbangkan balitanya, yaitu faktor geografis, dimana letak dan kondisi geografis di wilayah tersebut (Octaviani, 2008).</p>
<p><strong>3.3.Sumber Informasi</strong><br />
Informasi adalah, keterangan pemberitahuan kabar atau berita tentang suatu media dan alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, poster, dan spanduk. Media komunikasi adalah media yang digunakan pembaca untuk mendapatkan informasi sesuatu atau hal tentang pengetahuan. Berkaitan dengan penyediaan informasi bagi manajemen dalam pengambilan keputusan, informasi yang diperoleh harus berkualitas (Tugiman, 2003) kualitas informasi tergantung tiga hal, yaitu:<br />
a.	Akurat, bebas dari kesalahan, tidak bias atau menyesatkan.<br />
b.	Tepat waktu, informasi yang disampaikan tidak terlambat.<br />
c.	Relevan, informasi mempunyai manfaat bagi pemakainya.<br />
Menurut Nugroho (2008), media informasi dapat dibedakan 2 kategori, yaitu media sosial dan media massa, strategi penyampaian informasi, isi informasi dan saluran yang dipakai untuk promosi kesehatan harus sesuai dengan audiensi sasaran, dimana masing-masing saluran mempunyai kelemahan dan kekuatan, strategi yang menggabungkan saluran-saluran secara majemuk merupakan strategi uang mempunyai dampak yang paling besar bagi upaya meningkatkan pengetahuan dalam perubahan perilaku. Notoatmodjo (2005) menjelaskan bahwa media informasi kesehatan adalah semua sasaran atau upaya untuk menyampaikan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator baik melalui media cetak, elektronik dan media luar ruang. sehingga sasaran dapat meningkatkan pengetahuannya yang nantinya diharapkan dapat berubah perilakunya ke arah positif terhadap kesehatan.</p>
<p><strong>3.4.Pengetahuan</strong><br />
Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui mengenai hal atau sesuatu pengetahuan dapat dilihat dari perilaku seseorang (Sarwono, 2005).<br />
Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, pengetahuan umumnya datang dari penginderaan, yaitu indera pengliharan, pendengaran, penciuman, rasa, raba, sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoadmodjo, 2003).<br />
Pengetahuan atau kognitis adalah merupakan domain yang sangat berguna untuk terbentuknya tindakan seseorang  pengetahuan yang mencakup di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu:<br />
1.	Tahu (Know)<br />
Tahu diartikan sebagai meningkatkan suatu materi yang tidak dipelajari sebelum Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, “tahu” ini adalah pengetahuan yang paling rendah, kata kerja yang digunakan antara lain: menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, dan menyatakan<br />
2.	Memahami<br />
Suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar.<br />
3.	Aplikasi<br />
Suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang riil.<br />
4.	Analisis<br />
Suatu kemampuan untuk menj abarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi. Ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja, dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan dan mengelompokkan.<br />
5.	Sistensis<br />
Suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.<br />
6.	Evaluasi<br />
Suatu kemampuan untuk meletakkan penelitian, terhadap suatu materi atau objek pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi ingin diukur dari subjek penelitian atau responden ke dalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaian dengan tingkat tersebut di atas (Notoadmodjo, 2003).<br />
Berdasarkan hasil wawancara penelitian Djarismawati, dkk (2004) terlihat jawaban penjamah tentang perlunya mencuci tangan dengan sabun (100% menjawab perlu, tapi hasil observasi perilaku penjamah, 100% tidak mencuci tangan dengan sabun saat memulai pekerjaan, ini sangat bertolak belakang). Pada salah satu syarat tentang penjamah harus mengetahui higyene perorangan diantaranya adalah kebersihan tangan, kulit, rambut dan pakaian kerja.<br />
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Bauman (1961) dan Koos (1954) (dalam Friedman, 1998), mengemukakan bahwa semakin terdidik keluarga, semakin  baik pengetahuan keluarga tentang kesehatan. Hal ini  juga turut berpengaruh dalam aktif atau tidaknya pengetahuan keluarga tentang kesehatan, yaitu faktor geografis, dimana letak dan kondisi geografis di wilayah tersebut (Octaviani, 2008).<br />
Hasil penelitian Khatimah (2009) bahwa pengetahuan perawat tentang sejalan dengan itu, mencuci tangan tergolong juga baik, (83,33%) cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan sangat rendah (33,33%), cuci tangan sebelum melakukan tindakan tergolong rendah (8,3%), kecapakan perawat dalam melakukan cuci tangan tergolong baik (58,33%). Perilaku perawat dalam menerapkan cuci tangan selama pelaksanaan tindakan keperawatan tergolong rendah, walaupun tingkat pengetahuan sudah cukup baik.<br />
Hasil penelitian Hermawan (2008) didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang positif tingkat pengetahuan, pendidikan, dan persepsi, dengan perilaku ibu dalam memelihara kebersihan diri dan lingkungan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/kesmas/'>KESMAS</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mencuci-tangan/'>mencuci tangan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pengetahuan/'>pengetahuan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/sumber-informasi/'>sumber informasi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/umur/'>Umur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=287&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/konsep-dasar-tehnik-mencuci-tangan-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A Pada Balita Di Posyandu Aron Bunot Gogo  Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie  Tahun 2010 (Abstrak)</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/gambaran-pengetahuan-ibu-tentang-pemberian-kapsul-vitamin-a-pada-balita-di-posyandu-aron-bunot-gogo-kecamatan-padang-tiji-kabupaten-pidie-tahun-2010-abstrak/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/gambaran-pengetahuan-ibu-tentang-pemberian-kapsul-vitamin-a-pada-balita-di-posyandu-aron-bunot-gogo-kecamatan-padang-tiji-kabupaten-pidie-tahun-2010-abstrak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 08:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[kapsul vitamin A]]></category>
		<category><![CDATA[mirzal tawi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Umur]]></category>
		<category><![CDATA[Vitamin A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[AKADEMI KEPERAWATAN JABAL GHAFUR SIGLI Karya Tulis Ilmiah 30 Agustus 2010 MULIANI ABDULLAH/MIRZAL TAWI*) 092001S07080 Xiii + 51 Halaman + 12 Tabel + 5 Lampiran ABSTRAK Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A Pada Balita Di Posyandu Aron Bunot Gogo Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie Tahun 2010 Vitamin A adalah salah satu zat gizi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=285&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AKADEMI KEPERAWATAN<br />
JABAL GHAFUR SIGLI<br />
Karya Tulis Ilmiah<br />
30 Agustus 2010</p>
<p>MULIANI ABDULLAH/MIRZAL TAWI*)<br />
092001S07080<br />
Xiii  + 51 Halaman + 12 Tabel + 5 Lampiran</p>
<p><strong>ABSTRAK<br />
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A Pada Balita Di Posyandu Aron Bunot Gogo<br />
Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie Tahun 2010<br />
</strong><br />
	Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata dan untuk kesehatan tubuh. Salah satu fungsi vitamin A adalah memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk kulit dan selaput-selaput yang melapisi semua saluran yang terbuka keluar badan dan kelenjar-kelenjar serta saluran –salurannya. Untuk mencegah kekurangan vitamin A, maka diadakan pemberian vitamin A dosis tinggi secara rutin dua kali dalam satu tahun. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bahwa jumlah keseluruhan balita pada bulan Februari tahun 2010 adalah 1783. Balita yang mendapatkan vitamin A adalah 1768 (98,93%), sedangkan data di Posyandu Aron Bunot Gogo sebanyak 40 balita, yang mendapatkan vitamin A 15 balita (37,5%) dan yang tidak mendapatkan 25 balita (62,5%). Berarti suplementasi vitamin A di Posyandu Aron Bunot Gogo belum memenuhi standar yang diharapkan yaitu 80%. Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu, tingkat pengetahuan ibu berdasarkan umur, tingkat pendidikan dan status pekerjaan ibu tentang pemberian kapsul vitamin A di Posyandu Aron Bunot Gogo. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan desain cross &#8211; sectional. Waktu penelitian dilakukan pada bulan September 2010 dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 40 orang ibu yang mempunyai balita. Data yang didapatkan yaitu dengan melakukan wawancara dan mengedarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok umur ibu yang paling banyak adalah kelompok umur 20-35 tahun yaitu 67,5%, tingkat pendidikan ibu yang paling banyak adalah pendidikan rendah yaitu 80%, status pekerjaan ibu yang paling banyak yaitu ibu yang tidak bekerja 90%, status pemberian kapsul vitamin A lebih banyak yang tidak memberikan yaitu 62,5%, dan tingkat pengetahuan ibu yang paling banyak yaitu tingkat pengetahuan sedang 55%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu-ibu di Posyandu Aron Bunot Gogo, lebih banyak berada pada katagori sedang.</p>
<p>Kata Kunci:Vitamin A, Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A</p>
<p>Sumber 	:	18 Buku (2000 – 2010) + 8 Internet</p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/kapsul-vitamin-a/'>kapsul vitamin A</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mirzal-tawi/'>mirzal tawi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pekerjaan/'>pekerjaan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pengetahuan/'>pengetahuan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/umur/'>Umur</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/vitamin-a/'>Vitamin A</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=285&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/gambaran-pengetahuan-ibu-tentang-pemberian-kapsul-vitamin-a-pada-balita-di-posyandu-aron-bunot-gogo-kecamatan-padang-tiji-kabupaten-pidie-tahun-2010-abstrak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemanfaatan Kartu Menuju Sehat  (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie Tahun 2010 (Abstrak)</title>
		<link>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/tingkat-pengetahuan-ibu-tentang-pemanfaatan-kartu-menuju-sehat-kms-di-desa-kulu-kecamatan-mila-kabupaten-pidie-tahun-2010-abstrak/</link>
		<comments>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/tingkat-pengetahuan-ibu-tentang-pemanfaatan-kartu-menuju-sehat-kms-di-desa-kulu-kecamatan-mila-kabupaten-pidie-tahun-2010-abstrak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 08:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mirzal tawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPERAWATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Menuju Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[KMS]]></category>
		<category><![CDATA[mirzal tawi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan tentang KMS]]></category>
		<category><![CDATA[sumber informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Umur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syehaceh.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[AKADEMI KEPERAWATAN JABAL GHAFUR SIGLI Karya Tulis Ilmiah NURMALA SARI /MIRZAL TAWI*) 092001S06035 Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie Tahun 2010 xiii + 56 halaman + 10 tabel + 5 lampiran ABSTRAK Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu pedoman untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=282&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AKADEMI KEPERAWATAN<br />
JABAL GHAFUR SIGLI<br />
Karya Tulis Ilmiah </p>
<p>NURMALA SARI /MIRZAL TAWI*)<br />
092001S06035</p>
<p>Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemanfaatan Kartu Menuju Sehat  (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie Tahun 2010 </p>
<p>xiii + 56 halaman + 10 tabel + 5 lampiran </p>
<p>ABSTRAK</p>
<p>Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu pedoman untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara menyeluruh baik kesehatan maupun pertumbuhan fisiknya termasuk memantau pemberian imunisasi, pertumbuhan anak dapat diamati secara cermat dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) balita Kartu Menuju Sehat berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak pertumbuhan, bukan menilai status gizi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu  Menuju Sehat (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010. Jenis penelitian ini bersifat deksriptif dengan desain crossectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 79 responden di desa Kulu Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie tahun 2010. Pengambilan data dilakukan tanggal 30 Juli 2010. Alat pengukuran data berbentuk kuesioner dengan jumlah pertanyaan 10 soal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ibu yang paling banyak adalah kelompok 20 – 35 tahun (78,48%), tingkat pendidikan ibu yang paling tinggi adalah (50,6%), keterpaparan sumber informasi ibu yang kurang adalah (63,2%), kategori ibu yang paling baik tingkat pengetahuan adalah sekelompok umur 20 – 35 tahun (17,74%), Kategori tingkat pendidikan ibu yang paling baik, tingkat pengetahuannya adalah kelompok pendidikan tinggi (20%). Kategori keterpaparan ibu yang paling baik pengetahuan adalah kelompok sumber informasi ibu yang kurang berpengetahuan baik sebanyak 18%, kategori tingkat pengetahuan ibu yang berpengetahuan sedang sebanyak (64,5%). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010 lebih banyak berada pada kategori sedang. Perlu dikembangkan teknik penyuluhan, pendidikan kesehatan lebih terarah, efektif, efisien, menarik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat.</p>
<p>Kata kunci: KMS, Umur, Pendidikan, sumber informasi, pengetahuan ibu tentang pemanfaatan KMS</p>
<p>Sumber 		: 21 buku (2000 – 2010) + 3 internet</p>
<br />Filed under: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/category/keperawatan/'>KEPERAWATAN</a> Tagged: <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/kartu-menuju-sehat/'>Kartu Menuju Sehat</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/kms/'>KMS</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/mirzal-tawi/'>mirzal tawi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/pengetahuan-tentang-kms/'>pengetahuan tentang KMS</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/sumber-informasi/'>sumber informasi</a>, <a href='http://syehaceh.wordpress.com/tag/umur/'>Umur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syehaceh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syehaceh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syehaceh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syehaceh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syehaceh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syehaceh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syehaceh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syehaceh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syehaceh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syehaceh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syehaceh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syehaceh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syehaceh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syehaceh.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syehaceh.wordpress.com&amp;blog=3690872&amp;post=282&amp;subd=syehaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syehaceh.wordpress.com/2011/08/22/tingkat-pengetahuan-ibu-tentang-pemanfaatan-kartu-menuju-sehat-kms-di-desa-kulu-kecamatan-mila-kabupaten-pidie-tahun-2010-abstrak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f922550949dcc7fe18053f0cbf392a60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syehaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
