ACT-MRI Pidie Gelar Pengobatan Luka Gratis

SIGLI – Aksi Cepat Tanggap – Masyarakat Relawan Indonesia (ACT-MRI) Pidie bekerjasama dengan klinik Perawatan Luka Modern HMC Wound Care Center Sigli menggelar pengobatan luka gratis. Acara pengobatan luka gratis tersebut diselenggarakan di klinik perawatan luka HMC Wound Care Center Sigli, di Jalan Prof. A. Madjid Ibrahim Sp.4 Lampu Merah Sigli, Kamis siang (22/03).

Ketua ACT-MRI Pidie, Waled Syahrul Fuadi,S.Pdi mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari bentuk aksi nyata kepedulian ACT-MRI Pidie terhadap masyarakat Sigli dan sekitar, selain itu juga dalam rangka lebih memperkenalkan lembaga ACT-MRI di Kabupaten Pidie.

“Pengobatan dan perawatan luka gratis ini mengusung tema Merawat Luka Rakyat, yang didukung oleh tenaga perawat luka yang seluruhnya difasilitasi oleh HMC Wound Care Center Sigli” ujar Waled Syahrul Fuadi.

Pada kesempatan tersebut CEO HMC Wound Care Center Sigli, Ners. Syahrial Hasda, S.Kep.MKM menyampaikan terimakasih kepada ACT-MRI Pidie atas kepercayaannya bekerjasama dengan pihaknya, apalagi bulan ini bertepatan dengan peringatan HUT organisasi perawat PPNI yang ke 44 yang kali ini bertemakan Mendukung Praktek Mandiri Keperawatan.

” Aksi Cepat Tanggap adalah lembaga kemanusiaan yang sudah mendunia, tentu ini sebuah kehormatan besar bagi kami bisa diajak kerjasama, kami berharap kerjasama ini bisa berlanjut baik dalam kegiatan perawatan luka khususnya ataupun kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya dalam rangka pengabdian kita kepada masyarakat Pidie.” pungkas Syahrial Hasda.

Advertisements

BEM Akper Jabal Ghafur Sigli Salurkan Donasi untuk Ghouta Suriah

SIGLI – BEM Akper Jabal Ghafur Sigli, melalui Koordinator Aksi Peduli Ghouta Suriah, Busyra , didampingi Ketua BEM Akper Jabal Ghafur Sigli, Miswar Tawi, menyalurkan donasi untuk Ghouta Suriah melalui ACT-MRI , Kamis Siang ( 22/03) di klinik HMC Wound Care Center Sigli, yang sekaligus saat itu digelar acara perawatan luka gratis.

Koordinator Aksi Peduli Ghouta BEM Akper Jabal Ghafur Sigli, Busyra, dalam keterangannya mengatakan pihaknya menyalurkan donasi melalui ACT MRI Pidie sejumlah Rp.11.000.000 utk Palestina, yang diterima langsung oleh Ketua ACT-MRI Pidie, Waled Syahrul Fuadi, S.Pdi, didampingi Sekjen Ns.Mirzal Syeh Tawi, MKM.

Sementara Ketua BEM Akper Jabal Ghafur Sigli, Miswar Tawi, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli melalui Aksi Peduli Ghouta dari mahasiswa dan pengguna jalan yang dipusatkan di Sp.4 Lampu Merah Kota Sigli.

“Memang jumlahnya mungkin tidak seberapa, namun jangan lihat jumlahnya , ini sebagai upaya kepedulian kami dan masyarakat Pidie kepada saudara kita muslim Ghouta Suriah yang menderita akibat perang di Suriah, memicu semangat kesadaran dan kepedulian kita kepada Suriah.” ujar Miswar Tawi.

“Kami percayakan bantuan tersebut disalurkan melalui ACT Pidie, karena ACT adalah lembaga kemanusiaan yang sangat konsen peduli kepada muslim baik di Suriah dan Palestina juga Rohingya, kami sangat percaya dan yakin amanah kami ini akan disampaikan kepada muslim Ghouta Suriah.” pungkas Busyra.

Be A Good Mosleem or Die As Syuhada’.

Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia merupakan salah seorang Ahlus Suffah yang tinggal di Masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya, tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya dengan agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa.

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.

“Maksudku bukan itu. Kenapa selama ini engkau membujang saja ? Apakah engkau tidak ingin menikah ?” tanya Rasulullah SAW.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini adalah seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah ?”

“Asal engkau mau, itu urusan yang mudah !” kata Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada seorang wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawa ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia untuk diberikan lepadamu saudaraku.”

Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi perkawinan Arab yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah ?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong ?”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai Ayah, kenapa sedikit tegang dengan tamu ini ? Bukankah lebih baik disuruh masuk?”

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai Ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya. Mereka semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah !” kata Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, bukan aku menghalanginya. Tetapi engkau tahu sendiri bahwa anakku tidak mau dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama Rasul ?”

Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah.”

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah tidak berkata bahwa yang melamar ini adalah Rasulullah, kalau begitu segera saja wahai Ayah, kawinkan aku dengan pemuda ini. Karena aku ingat firman Allah dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) diantara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar, dan kami taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung'”. (Qs. An Nur : 51)”

Pada hari itu Zahid merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini ia merasakan bahagia yang tiada tara. Segera setelah itu, Zahid pamit pulang. Sampai di masjid ia langsung bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid ?” tanya Rasulullah.

“Alhamdulillah diterima ya Rasul,” jawab Zahid.

“Sudah ada persiapan ?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, ‘Ustman, dan ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah bersiap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini ?”

Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, apakah engkau tidak mengerti ?”.

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wahh,, kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus.”

Para sahabat menasehatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang ?”

Zahid menjawab dengan tegas, “Itu tidak mungkin !”

Lalu Zahid menyitir sebuah ayat yang berbunyi, “Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (Qs. At Taubah : 24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.

Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Ayat, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(Qs ‘Ali Imran : 169-170).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfah pun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”

Refleksi Hikmah :

Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan buat kita bahwa, “Untuk Allah di atas segalanya” Be A Good Mosleem or Die As Suhada’.

—– www.alkisaah.blogspot.com —–

BALON KEBAHAGIAAN…

Tiba2 sang motivator berhenti berbicara, di sebuah ruangan pelatihan yg diikuti sekitar 50 org peserta.

Sang Motivator mengeluarkan sebungkus plastik yang berisi balon.Lalu balon tersebut dibagikan kepada peserta masing-masing dapat 1 balon.Sang motivator meminta peserta meniup balon dan menuliskan namanya pd balon tsb.Lalu Sang motivator meminta balon2 tsb dikumpulkan di tengah sebuah ruangan kosong.Sang motivator instruksikan kpd peserta utk mengambil balon yg tertulis namanya masing2 dgn limit waktu 5 menit.

Dengan serta merta semua peserta menyerbu ke tumpukan balon2 tsb, berusaha mendapatkan balon yg tertulis namanya. Ada peserta yg mendorong, menyenggol, tersikut kwnnya bahkan ada peserta yg terjatuh.Alhasil waktu habis balon yg diinginkan tdk dpt ditemukan.

Lalu Sang motivator mengubah strategi gamesnya…
Sang motivator meminta kpd peserta utk mengambil satu org satu balon…lalu menyerahkan balon tsb kepada temannya yg namanya tertulis pd balon tsb.Alhasil dgn wkt yg ditentukan..smua peserta mendapatkan balon yg tertulis namanya.

Begitulah gambaran umum kehidupan kita…kita brusaha mendapatkan kebahagian dgn berbagai daya upaya yg kadang kala menyakiti, menzalimi dan mengintimidasi org lain.

Padahal utk mndptkn kebahagiaan simpel sekali…Berikan kebahagiaan kpd org lain dan org lain akn memberikan kebahagian kpd kita…begitulah fenomena balon td…disaat kt berikan balon yg tertulis nama kwn kita, tentunya kwn kt akn menyerahkan balon yg ada nama kita…

Seperti org bijak berkata…jika anda tdk mau disakiti org, maka jgn sakiti org lain…jika anda ingin bahagia, maka bahagiakan org lain…apalagi yg kita bahagiakan adlh sahabat kita, tetangga kita, anak yatim, fakir miskin, saudara2 kandung kita, ayah kita, ibu kita…sungguh luar biasa kebahagiaan yg akan kt dapatkan…insha Allah…Allah SWT akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat…

SEKILAS TENTANG PPNI

DSC_0395Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) lahir pada tanggal 17 Maret 1974. Kebulatan tekad spirit yang sama dicetuskan oleh perintis perawat bahwa tenaga keperawatan harus berada pada wadah /organisasi profesi perawat Indonesia. Pada masa itu sebelum tahun 1974 organisasi perawat di Indonesia sudah berkembang pesat sesuai dengan zamannya, sejak zaman penjajahan perawat Indonesia sudah ada seiring dengan adanya Rumah Sakit, yaitu:  Residen Vpabst (1819) dibatavia saat itu berubah menjadi Stadsverband (1919) dan berubah menjadi CBZ (Central Burgerlijke Zieken Inrichting) di daerah Salemba yang saat ini menjadi RSCM. Saat itu perawat sudah memiliki perkumpulan-perkumpulan sebagai wadah organisasi perawat dan dapat menjalankan pergerakan dalam  menentukan martabat profesi perawat. Ketika itu terdapat beberapa organisasi diantaranya; Perkumpulan Kaum Verpleger fster Indonesia (PKVI), Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Perawat Indonesia (PPI), Ikatan Perawat Indonesia (IPI).

Continue reading

REGRESI LINIER DENGAN PROGRAM STATA part 2

Sebelum kita melakukan analisa regresi linier ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi,yaitu :
1.Linearity
2.Normaliy
3.Homoscedasticity
4.Independence
5.Error in variable
6.Model specification

Selanjutnya ada beberapa isu yang mendasari selama analisis tersebut yaitu tentang data yang akan dianalisa tidak boleh ada nilai ekstrim didalam data tersebut.Ada 3 tipe data ekstrim: outlier (observasi/sample dengan residual yang besar),leverage ( nilai ekstrim pada variabel predictor) dan influence ( disebabkan adanya outlier dan leverage).

Berikut kami lampirkan contoh analisis data regresi linier dengan program Stata…semoga bermanfaat

Regresi Linier dengan program Stata : regresi linier stata

REGRESI LINIER DENGAN PROGRAM STATA part 1

Pengertian

Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung dan memprediksi variabel tergantung dengan menggunakan variabel bebas. Gujarati (2006) mendefinisikan analisis regresi sebagai kajian terhadap hubungan satu variabel yang disebut sebagai variabel yang diterangkan (the explained variabel) dengan satu atau dua variabel yang menerangkan (the explanatory). Variabel pertama disebut juga sebagai variabel tergantung dan variabel kedua disebut juga sebagai variabel bebas. Jika variabel bebas lebih dari satu, maka analisis regresi disebut regresi linear berganda. Disebut berganda karena pengaruh beberapa variabel bebas akan dikenakan kepada variabel tergantung. Continue reading