Kata-Kata Sambutan Ketua Panitia Pelaksana

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillahirrabbil ‘alamin wassalatu wassalamuasyrafil mursalin Wa’ala alihi waashabihi ajma’in….

Yang Kami hormati :
– Bapak Ketua Kopertis Wilayah XIII Aceh
– Bapak Kadinkes Aceh
– Bapak/Ibu Ketua Senat dan Anggota
– Para Ketua Yayasan dan Direktur Institusi Akper Jabal Ghafur Sigli, AKL Jabal Ghafur Sigli dan Akbid Medica Alas Leuser Kuta Cane
– Para insan pers media cetak, elektronik dan online
– Para orang tua/wali wisudawan/wati dan para undangan
– Teristemewa sekali kepada para wisudawan/wati yang berbahagia

Mengawali pidato ini,terlebih dulu mari kita memuja Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-NYA, pada pagi hari yang cerah ini, Kamis 6 Nopember 2014, kita telah dapat melaksanakan acara yang sangat penting dalam tradisi keilmuan perguruan tinggi, yang juga merupakan salah satu tolok ukur citra sebuah institusi pendidikan, yaitu acara wisuda atau rapat senat akademik terbuka.
Selawat beriring salam senantiasa kita panjatkan keharibaan Rasulullah SAW berserta keluarga dan al sahabat beliau sekalian, seiring langkah menegakkankan dinnul haq di muka bumi ini, dan kita semua berdoa memohon agar selalu berada pada jalan dan petunjuk beliau hingga akhir hayat.

Selanjutnya kami haturkan terimakasih dan apresiasi setinggi2nya kepada Bapak Ketua Kopertis Aceh dan Bapak Kadinkes Aceh yang telah berkenan hadir pada acara wisuda hari ini, merupakan suatu kehormatan bagi kami.
Perkenankan kami selaku ketua panitia pelaksana, meyampaikan beberapa patah kata terkait kegiatan wisuda dan penyumpahan wisudawan/wati institusi diploma 3 kesehatan tahun ajaran 2014/2015.
Pertama sekali, kami ucapkan Alhamdulillah dan Selamat kepada para wisudawan/wati yang telah berhasil menyelesaikan seluruh proses perkuliahan di perguruan tinggi masing-masing.
Selamat juga kami sampaikan kepada para orang tua/wali, yang pada hari ini dengan penuh rasa haru dan bangga melihat putra putri kesayangannya memakai baju kebesaran toga wisud, yang sebentar lagi akan dilantik dan diambil sumpahnya.
Selanjutnya kami laporkan bahwa peserta wisuda hari ini adalah sebagai berikut:
1. Akper jabal Ghafur Sigli : 91 orang
2. AKL Jabal Ghafur Sigli : 30 orang
3. Akbid Medica Alas Leuser Kuta Cane :89 orang, total 210 orang peserta, Serta turut dihadiri oleh para orang tua/wali dan tamu undangan lebih kurang 500 orang.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami juga ingin mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada segenap panitia dan pihak2 yang telah bekerja seoptimal mungkin untuk terlaksananya acara wisuda pada hari ini.
Tak lupa kami juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar2nya, apabila dalam pelaksanaan acara wisuda hari ini, ada hal-hal yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu serta para undangan sekalian.
Demikian laporan dan sepatah dua patah kata sambutan yang dapat kami sampaikan, semoga acara wisuda hari ini bisa menjadi momoen kenangan terindah dan sesuatu yang bermakna.
Sebelum kami akhiri sambutan ini, Kami sangat mengharapkan kepada Bapak Ketua Kopertis dan Bapak Kadinkes agar dapat memberikan kata-kata sambutan dan arahan kepada kita semua.
Akhirul kalam, kami ucapkan billahitaufik walhidayah wassalamu’alaikum wr.wb.

Local Wisdom Yang Hampir Punah……Keube Weung (Kerbau Putar)

10346644_10201502948489237_159496503984239197_nIni salah satu proses pembuatan manisan tebu manual-tradisional menggunakan tenaga kerbau, di kawasan Pidie, khususnya di Desa Beureu eh, Beureunuen. Proses home-industry ini terbilang sudah sangat langka di temukan, Tradisi Aceh ini bisa dikatakan sudah hampir punah, karena orang sudah memilih menggunakan mesin penggiling tebu modern. Alasan sebagian besar petani tebu, harga kerbau yang mahal, dan untuk melatihnya cukup menguras waktu, dana dan tenaga, dimana kerbau harus di isolasi dalam kandang selama 2 minggu untuk dilatih. Manisan tebu dari pengolahan tersebuh kemudian dijual di pasar dengan harga, 300-350rb (saboh the`m/1 kaleng:red) per-kaleng 30x18cm. Mungkin 1 dekade lagi, tradisi ini mungkin sudah tidak ditemukan lagi. Semoga Tidak.

STUDI PENDAHULUAN

William Asher (1976) dalam bukunya “Educational Research and Evaluation Methode” berkata : ” If man is not aware of what has been learned in history, it is said he is boaund to repeat the experiences”. Memang benar apa yang dikatakan olehnya. Masalah-masalah pendidikan yang kita dapati sekarang ini bukan seluruhnya masalah baru, atau bahkan boleh dikatakan masalah-masalah yang lama sering muncul kembali dalam keunikan yang lain.

Prof. DR. Winarno Surakhmad menyebutkan tentang studi pendahuluan ini dengan eksploratoris sebagai dua langkah, dan perbedaan antara langkah pertama dengan langkah kedua ini adalah penemuan dan pengalaman. Memilih masalah adalah mendalami masalah itu, sehingga harus dilakukan secara lebih sistematis dan intensif.

Seperti teori pengumpulan data pada umumnya, maka sumber pengumpulan informasi untuk mengadakan studi pendahuluan ini dapat dilakukan pada 3 (tiga) objek. Yang dimaksud objek disini adalah apa yang harus dihubungi, dilihat, diteliti, atau dikunjungi yang kira-kira akan memberikan informasi tentang data yang akan dikumpulkan. Ketiga objek tersebut ada yang berupa tulisan-tulisan dalam kertas (paper), manusia (person) atau tempat (place). Oleh karena dinyatakan dalam kata bahasa Inggris, untuk lebih mudahnya mengingat, disingkat dengan tiga P.
1. Paper, dokumen, buku-buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya (findings), studi ini juga disebut kepustakaan atau literature study.
2. Person; bertemu, bertanya, dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber.
3. Place, ;tempat, lokasiatau benda-benda yang terdapat di tempat penelitian. Seseorang yang berhasrat besar untuk mengadakan penelitian ke daerah pedalaman, mungkin mengurungkan niatnya setelah mengadakan penelitian pendahuluan, karena ternyata daerah yang akan dikunjungi terlalu sulit untuk dicapai sehingga tidak akan seimbang antara biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang akan dicapai.

Studi pendahuluan juga disebut pilot studi atau preliminary studi. Salah satu sumber tunggal yang penting yang merupakan sumber yang bersifat komprehensif adalah Encyclopedia of Educational Research ( Ebel, 1969), yang memuat berbagai judul penelitian pendidikan , serta beberapa buku tahunan (yearbooks) yang diterbitkan oleh The National Society for The Study of Education.

(Sumber : Arikunto,2002, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta

TRUE STORY…..”Tas Siswi SMA”

Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan’a’ yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..

Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..

Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!

Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..

Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..

Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya !

Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya. Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?!

Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk di periksa..

Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya !

Kini giliran di periksa, dan dari sinilah di mulai kisahnya…

“Buka tasmu wahai putriku..”

Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan..

“Berikan tasmu..”

Ia menoleh dan menjerit, “Tidak…tidak…tidak..”

Perdebatan pun terjadi sangat tajam..

“Berikan tasmu..” … “Tidak..” … “Berikan..” … “Tidak..”

Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya ?!

Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa ?!

Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan !

Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin (bukan siswi yang amburadul), mereka terkejut melihat kejadian tersebut..

Tempat itu pun berubah menjadi hening..

Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut…. ??

Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..

Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan..

Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum !

Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?”

Disini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya !

Detik-detik yang menegangkan..

Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut ?

Coba tebak.. ?

Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada !

Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..

Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut !

Setelah mengorek informasi dari siswi tersebut seputar roti itu..

Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, “Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku sarapan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..

Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..

Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan..”

Saat itu juga semua yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di hadapan siswi yang mulia tersebut..

Maka tirai pun di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya..

Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka..

Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik..

Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat..

(Sumber Majalah Islam Internasional Qiblati)
Kutip dari Grup WA An-Nashihah

Pemberian Vitamin A pada Balita Di Desa Madika Kec. Simpang Tiga Kab. Pidie

 

Pemberian Vitamin A Pada Balita di Desa Madika Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie tahun 2013.

(Indra Maulana/Mirzal Tawi)*

 xv + 49 Halaman + 9 Tabel + 2 Gambar + 7 Lampiran

 

ABSTRAK

 

Vitamin A merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang pertama ditemukan. Secara luas, vitamin A merupakan nama genetic yang menyatakan semua retinoid dan prekusor/provitamin A/karotenoid yang mempunyai aktifitas biologic sebagai retinol. Di Kecamatan Simpang dari 1900 balita yang mendapatkan vitamin A sebanyak 1614 balita sedangkan yang tidak mendapatkan vitamin A sebanyak 286 balita, dan diantaranya 23 orang di Desa Madika. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita di Desa Madika Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Tahun 2013 berdasarkan umur, pendidikan dan pengetahuan. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita di Desa Madika Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie sebanyak 43 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 13-16 September 2013 didapatkan hasil bahwa dari 43 responden ini didapatkan bahwa manyoritas responden yang ada memberikan vitamin A kepada balita yaitu 53,5%. Hasil penelitian Bivariat didapatkan bahwa adanya 1 variabel yang tidak berhubungan yaitu pengetahuan. Sedangkan variabel yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita yaitu umur (P value = 0,019) dan pendidikan (P value = 0,009). Diharapkan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita supaya dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemberian vitamin A pada balita, agar kesehatan balita dapat terjaga dengan baik, sehingga derajat kesehatan pada balita tercapai sesuai dengan harapan.

 

Kata Kunci        : Vitamin A + Umur + Pendidikan + Pengetahuan

Daftar Pustaka  : 14 buku (2000 – 2013) + 6 Jurnal + 8 Internet/online

(Mahasiswa Akper Jege Sigli/Pembimbing)

 

Perilaku Cuci Tangan Efektif Pada Masyarakat Di Desa Jeumpa Kec. Sakti Kab. Pidie tahun 2013


Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Efektif Pada Masyarakat 
Di Desa Jeumpa Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie  Tahun 2013.

(Aina/Mirzal Tawi)*

 

Xv + 75 halaman + 13 Tabel + 3 Gambar + 8 Lampiran

 

ABSTRAK

Perilaku mencuci tangan adalah masalah sepele. Begitu sepelenya hingga banyak orang mengabaikannya. Perilaku cuci tangan pakai sabun juga merupakan intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibandingkan dengan hasil intervensi kesehatan dengan cara lainnya dalam mengurangi resiko  penularan  berbagai penyakit termasuk Flu burung, cacingan dan diare terutama pada bayi, balita dan anak-anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor  yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan  efektif pada masyarakat  Di Desa Jeumpa Kecamatan Sakti  Kabupaten Pidie tahun 2013 berdasarkan faktor pengetahuan, pendidikan, umur dan sumber informasi. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan crossectional. Tehnik pengambilan sampel tehnik simple random sampling ,yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Jeumpa Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie sebanyak 91orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanggal 3 s/d 9 Agustus 2013 didapatkan perilaku cuci tangan efektif masyarakat mayoritas adalah baik (52,7%), Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan  antara variabel prilaku cuci tangan efektif dengan variabel pengetahuan (P = 0,000), pendidikan (P = 0,013), umur (P = 0,004), dan sumber informasi (p = 0,048).  Diharapkan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan, untuk mengevaluasi masalah cuci tangan efektif dalam  masyarakat serta membina masyarakat dan memberikan penyuluhan tentang cuci tangan efektif serta prilaku hidup bersih dan sehat.

 

Kata Kunci       :    Perilaku cuci tangan,  pengetahuan , pendidikan, umur, sumber   informasi

Daftar Pustaka:    38 (2001-2011),  8 jurnal, 3 online.

Keaktifan Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kab. Pidie


“Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader Dalam Kegiatan Posyandu

Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie Tahun 2013”

(Sri Wahyuni/Mirzal Tawi)*

xii + 67 Halaman + 10 Tabel + 2 Gambar + 11 Lampiran

 

ABSTRAK

 

Keaktifan  kader posyandu merupakan suatu prilaku atau tindakan nyata yang biasa dilihat dari keteraturan dan keterlibatan seorang kader dalam berbagai kegiatan posyandu baik kegiatan dalam posyandu maupun diluar posyandu. Di Aceh jumlah kader posyandu yang terlatih 4.500 dari 7.039 posyandu dan rasio kader terlatih terhadap desa siaga 64,29%. Berdasarkan data dari Puskesmas Peukan Baro jumlah kader yang aktif 156 orang.

Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain crossectional. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kabupaten Pidie berdasarkan umur, pendidikan, lama menjadi kader dan pengetahuan. Jumlah populasi 340 dan sampel penelitian adalah sebanyak 77 orang kader posyandu. Tehnik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2013 di  dapatkan bahwa mayoritas responden tidak aktif, yaitu 41 responden (53,2%). Hasil uji bivariat didapatkan umur (P value = 0,001), lama menjadi kader (P value = 0,000), dan pengetahuan (P value = 0,033) berhubungan secara bermakna dengan keaktifan kader, sedangkan variabel pendidikan  ( P value  = 0,945), tidak ada hubungan dengan keaktifan kader.

Diharapkan bagi instansi terkait agar dapat memberikan pelatihan-pelatihan dan reward untuk meningkatkan motivasi kader, sehingga keaktifan kader posyandu akan lebih meningkat.

 

Kata Kunci       : Keaktifan kader, umur, pendidikan, lama mejadi kader dan pengetahuan.

Daftar Pustaka :  29 buku (2000 – 2013) + 11 online/internet

*(Mahasiswi Akper Jege Sigli/ Pembimbing)