Kesmas Berbasis Evidence ( Evidence-Base )

Reformasi yang telah menimbulkan perubahan besar dalam manajemen pemerintahan dan kebijakan yang mendorong tumbuhnya berbagai pelayanan oleh sektor swasta telah mengubah kebutuhan (needs) dan permintaan (demands) terhadap berbagai pelayanan profesional.Rakyat yang semakin terdidik secara formal maupun informal dengan terbukanya informasi melalui berbagai media massa maupun elektronik dan perubahan modus transportasi telah pula mendorong demand yang lebih besar (demand push ).Oleh karena itu Eviden kesmas yang objektif,rasional dan sistematis harus menjadi dasar pendekatan dalam menyelesaikan dan mengambil keputusan terhadap masalah-masalah kesehatan masyarakat yang berpihak kepada rakyat,tidak lagi hanya dijadikan piranti pembenaran kebijakan yang berbasis asumsi. ( Kodim.N,2006)

Kesehatan masyarakat yang berbasis evidens dapat didefinisikan sebagai pengembangan, implementasi dan evaluasi dari efektifitas program dan kebijakan-kebijakan kesehatan masyarakat melalui aplikasi prinsip-prinsip berdasakan alasan ilmiah termasuk penggunaan data secara sistematis dan system informasi serta keterkaitan penggunaan dari teori ilmu prilaku dan model-model perencanaan program.(Evidence-based public health is defined as the development, implementation, and evaluation of effective programs and policies in public health through application of principles of scientific reasoning, including systematic uses of data and information systems, and appropriate use of behavioral science theory and program planning models),(Brownson, Ross C.,et.all 2003)

Kesehatan masyarakat berbasis eviden merupakan lahan interdisipliner dari berbagai macam bidang ilmu dan penelitian.Berikut ini diidentifikasi 20 bidang yang berkaitan dengan eviden kesmas,yaitu :

-Biostatistis
-Penyakit kronis dan keadaannya

– Kesehatan komunitas/health community

– Penyakit menular

-Penanganan bencana dan kegawatan

– Kesehatan lingkungan

– Epidemiologi

– Kesehatan masyarakat umum/general public health

– Global health

– Pelayanan administarasi kesehatan

– Promosi dan pendidikan kesehatan

– HIV/AIDS

– Kesehatan ibu dan anak

– Gizi masyarakat/nutrisi

– Pendidikan formal kesehatan

– Informatika kesehatan

– Laboratorium kesehatan masyarakat

– Keperawatan kesehatan komunitas

– Ilmu sosial dan prilaku

– Vital Statistik dan surveilans

Adapun kunci dari kegiatan evidens kesmas antara lain: (Michael.A.S,et al, 2003)

1. Validitas, biasanya digunakan untuk kegiatan pada kebenaran studi dan sainstifik.

2. Rancangan, banyak studi penelitian eksperimetal memiliki potensi untuk diintervensi dengan setting yang tengah dilakukan

3. Reliabel, menggambarkan datanya dapat diandalkan

4. Hasil, apakah hasil telah menunjukkan kenhandalan yag diperlukan

5. Applicable, hasil dapat dijalankan

Pendekatan kesehatan masyarakat yang berbasis evidens lebih tepat dipergunakan untuk kebutuhan( Brownson,Ross.C,et.all,2003):

  1. Mendapat bukti ilmiah untuk mendukung pembuatan keputusan
  2. Mengevaluasi efektifitas dan biaya program kesehatan
  3. Melaksanakan program kesehatan baru
  4. Mengimplementasi kebijakan baru
  5. Melakukan review proyek

Kesehatan masyarakat berbasis evidens meneliti semua literatur ilmiah klinis, prilaku, organisasi dan keuangan untuk membuat laporan evidens dan assesmen lainnya. Laporan dapat digunakan untuk informasi dan pengembangan keputusan, pengukuran kualitas materi pendidikan, petunjuk dan agenda riset. Laporan hasil evidens dan assesmen dapat dipergunakan untuk keperluan badan pemerintah,legislatif/DPR,swasta,ahli kesehatan masyarakat, LSM dan msyarakat sendiri.(

Karena kesehatan masyarakat berbasis eviden menerapkan penilaian resiko dan evaluasi sebagai suatu hal yang penting, maka efisiensi program baik dalam hal finansial, proses pelaksanaan dalam mendapatkan hasil menjadi penekanan penting. Sementara penilaian risiko atau assesmen risiko merupakan estimasi kuantitatif atau kualitatif berkaitan dengan permasalahan efek yang dapat terjadi dari permasalahan kesehatan.

Langkah-langkah Evaluasi pada Evidens kesmas : ( Holly,2006 )

  1. Mengembangkan model logic yaitu bagaimana program berjalan untuk mencapai tujuan

Model ini arahnya lebih menekankan pada pendidikan sistem guna mencapai tujuan

  1. Mengidentifikasi konsep-kosep teoritis menjadi terukur:

Dihubungkan dengan logic model

Termasuk struktur, proses dan hasil yang dapat diukur

Termasuk tujuan jangka panjang dan pendek

Mencakup komponen-komponen pada program dan faktor-faktor pendukung

  1. Mengembangkan dan menguji indikator yang spesifik

Sasaran populasi yang tepat

Validitas

Timelines (terukur dengan waktu)

Sensitif terhadap perubahan/ fleksibel

Datanya availability

SUMBER PUSTAKA :

Brownson,Ross.C,et.all (2003),Evidence-Base Public Health,Oxford University Press,New York.

Holly,de Bois ( 2006 ),How Evidence-Base Public Health Practice Can Help,University Of Hampshire,Durham.

Kodim,Nasrin ( 2006 ),Stewardship : Paradigma Baru Kepemimpinan Sistem Penelitian Kesehatan Nasional,Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional,FKM- Universitas Indonesia,Kampus Baru Depok.

Michael.A.S,et.all,(2003),Empowering Communities Through Access to Health Information,New York.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s