Distress Spiritual

Menurut Carpenito (1999), ada 3 diagnosa keperawatan yang termasuk dalam lingkup nilai/kepercayaan/spiritual, yaitu :

 

A.     Distres Spiritual

Definisi

Keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau berisiko mengalami gangguan dalam sistyem keyakinan atau nilai yang memberi kekuatan, harapan, dfan arti kehidupan seseorang.

 

Batasan Karakteristik

Mayor (harus terdapat)

ü      Mengalami suatu gangguan dalam system keyakinan

Minor (mungkin terdapat)

ü      Mempertanyakan makna kehidupan, kematian dan penderitaan

ü      Mempertanyakan kredibilitas terhadap system keyakinan

ü      Mendemonstrasikan keputusasaan atau ketidak beranian

ü      Memilih untuk tidak melakukan ritual keagamaan yang biasa dilakukan

ü      Mempunyai perasaan ambivalen (ragu) mengenai keyakinan

ü      Mengekspresikan bahwa dia tidak penya alas an untuk hidup

ü      Merasakan perasaan kekosongan spiritual

ü      Mengekspresikan perhatian, marah, dendam, ketakutan, penderitaan dan kematian

ü      Meminta bantuan spiritual terhadap suatu gangguan dalam system keyakinan.

 

Faktor-faktor yang berhubungan

  1. Patofisiologis

Berhubungan dengan tantangan pada system keyakinan atau perpisahan dari ikatan spiritual sekunder akibat : kehilangan bagian atau fungsi tubuh, penyakit terminal, penyakit yang membuat kondisi lemah, nyeri, trauma, keguguran, kelahiran mati
b. Tindakan yang berhubungan

Berhubungan dengan konflik diantara (uraikan program yang ditentukan) dan keyakinan, yaitu aborsi, isolasi, pembedahan. Amputasi, transfuse, pengobatan, pembatasan diet dan prosedur medis

 

  1. Situasional (personal, lingkungan)

Berhubungan dengan kematian atau penyakit dari orang terdekat

Berhubungan dengan keadaan yang memalukan pada saat melakukan ritual keagamaan

Berhubungan dengan hambatan dalam melakukan ritual keagamaan (pembatasan perawatan intensif, kurangnya privacy, pembatasan ke kamar tidur atau ruangan, kurangnya tersedia makanan atau diet special)

Berhubungan dengan keyakinan yang ditentang oleh keluarga, teman sebaya, pemberi perawatan kesehatan

Berhubungan dengan perpisahan dengan orang yang dicintai

 

Kriteria Hasil

Individu akan :

1.      Melanjutkan latihan spiritual yang tidak mengganggu kesehatan

2.      Mengekspresiakan pengurangan perasaan bersalah dan ansietas

3.      Mengekspresikan kepuasan dengan kondisi spiritual.

 

Intervensi Generik

  1. Komunikasikan penerimaan berbagai keyakinan spiritual dan praktisnya.
  2. Tunjukkan sikap tidak menghakimi.
  3. Nyatakan pentingnya kebutuhan spiritual.
  4. Ekspresikan keinginan tim perawatan kesehatan untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan spiritual.
  5. Berikan privacy dan ketenangan seperti yang dibutuhkan untuk orang yang melaksanakan ibadah.
  6. Pertahankan diet dengan pembatasan spiritual jika tidak mengganggu kesehatan
  7. Anjurkan kegiatan ibadah yang tidak merusak kesehatan
  8. Berikan kesempatan individu untuk berdoa dengan orang lain atau dibacakan oleh orang lain atau anggota tim kesehatan  yang dapat dengan leluasa dalam aktivitas ini.
  9. Berikan izin untuk mendiskusikan masalah spiritual dengan perawata dengan membicarakan subjek kesehatan spiritual jika perlu.
  10. Gunakan pertanyaan mengenai pengalaman spiritual dan keyakinan sebelumnya untuk membantu individu menempatkan kejadian kehidupan inio kedalam perspektif yang lebih luas.
  11. Usahakan untuk berdoa/membaca dengan klien jika perawat merasa leluasa dengan hal ini  atau atur anggota tim kesehatan lainnya jika lebih sesuai
  12. Selalu bersedia dan berkeinginan untuk mendengarkan sewaktu klien mengekspresikan keraguan diri, rasa bersalah/ perasaan negative lainnya.
  13. Usahakan untuk menghubungi pendukung spiritual individu seperti ulama,  imm rumah sakit. Jika individu tidak dapat perasaan dengan keluarga        

     

Intervensi Pada Anak

  1. Berikan anak kesempatan untuk ikut dalam praktek spiritual biasanya (mis. Doa sebelum tidur, kunjungn ke masjid).
  2. Perjelas bahwa kecelakaan atau penyakit bukan hukuman untuk “prilaku buruk”
  3. Dukung remaja yang mungkin berusaha untuk memahami pengajaran spiritual.
  4. Untuk konflik orang tua tentang pengobatan anak:

a.       Bila orang tua menolak pengobatan anak, dorong pertimbangan tentang metode alternative terapi (mis. Penggunaan ahli bedah khusus dan teknik pembedahan tanpa transfusi darah) ; dukung individu yang membuat keputusan berdasarkan informasi bahkan konflik dengan diri sendiri.

b.       Bila tindakan tetap ditolak, dokter atau administrator rumah sakit dapat meminta siding yang menunjuk pembimbing sementara untuk persetujuan tindakan

c.       Hubungi ulama untuk mendukung orang tua

d.      Dorong ekspresi perasaan negative.


B.     Risiko Terhadap Distres Spiritual

Definisi:

Keadaan dimana individu atau kelompok berisiko mengalami gangguan dalam keyakinan atau system nilai yang memberi kekuatan, harapan dan makna hidup.

 

Faktor-Faktor Risiko

      Rujuk pada Distress Spiritual untuk faktor-fakto yang berhubungan

 

      Kriteri Hasil

Individu akan :

1.      Melanjutkan praktek ritual spiritual yang bermamfaat

2.      Mengekspresikan peningkatan kenyamanan setelah bantuan

Intervensi Generik

Rujuk pada Distres Spritual untuk intervensi.

 

C.     Kesejahteraa Spritual, potensial terhadap perbaikan

Defenisi

Keberadaan individu yang mengalami penguatan kehidupan dalam berhubungan dengan kekuasaan yang lebih tinggi (setinggi yang ditetapkan individu), diri, komunitas dan lingkuingan yang memelihara dan merayakan kesatuan (The National Interfaith Coalition on Aging, 1980)

 

Batasan Karakteristik (Carson,1989)

1.      Kekuatan dari dalam diri yang memelihara : rasa kesadaran; hubungan saling percaya; kekuatan yang menyatu; sumber yang sacral; kedamaian dari dalam diri.

2.      Motifasi yang tidak ada batasannya dan komitmen yang diarahkan pada nilai tertinggi dari cinta, makna, harapan, keindahan dan kebenaran.

3.      Hubungan saling percaya dengan atau hubungan yang sangat memberikan dasar untuk makna dan harapan dalam pengalaman kehidupan dan kasih sayang dalam hubungan seseorang.

4.      Mempunyai makna dan tujuan terhadap eksistensio seseorang.

Faktor-faktor Risiko

Rujuk pada factor yang berhubungan

 

Faktor factor yang berhubungan

Karena ini merupakan diagnosa tentang fungsi positif, maka penggunaan dari factor-faktor yang berhubungan tidak perlu.

 

Kriteria Hasil

Individu akan:

  1. Mempertahankan hubungan yang sebelumnya dengan keberadaan dirinya yang lebih tinggi.
  2. Terus melaksanakan spiritual yang tidak mengakibatkan sesuatu yang buruk terhadap kesehatan
  3. Mengekspresikan keharmonisan spiritual ndan kesatuan yang berkelanjutan

 

Intervensi Generik

  1. Dukung praktik spiritual individu.
  2. Rujuk pada Intervensi untuk mengurangi hambatan praktik spiritual dibawah distress spiritual.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s