Resume Hasil Penelitian Terkait Dengan Perilaku Penggunaan Kondom

Hasil penelitian Kalsum (2000) yang melakukan analisis data dari survei penggunaan kondom pada pelanggan WPS (responden) tahun 1998 yang dilakukan oleh PPK UI dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 400 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelanggan WPS (umur, pendidikan, status perkawinan) dan pengetahuan tentang AIDS tidak ada hubungan yang bermakna terhadap perilaku pelanggan dalam pemakaian kondom sewaktu berhubungan seks dengan WPS. Sedangkan keterpaparan informasi mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku pemakaian kondom.

Dachlia (2000) melakukan analisis faktor-faktor yan berhubungan dengan perilaku seksual berisiko terinfeksi HIV pada pelaut/ pekerja pelabuhan di Jakarta, Manado dan Surabaya, dari data SSP 1999 dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 856 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tingkat keterpaparan informasi HIV/AIDS, tingkat pengetahuan, riwayat menderita IMS tidak berhubungan secara bermakna dengan perilaku seksual berisiko. Sedangkan karakteristik sosial (umur, status kawin dan pendidikan) berhubungan dengan perilaku berisiko.

Herlina (2001) melakukan analisis faktor-faktor yan berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom pada pekerja seks komersil di Jakarta Utara Tahun 2000,dari data SSP 2000 dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 571 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara konsistensi pemakaian kondom dengan tingkat pendidikan, status perkawinan, dan tingkat pengetahuan.Sedangkan variabel lain, umur, tempat bekerja, tingkat keterpaparan informasi HIV/AIDS dan riwayat menderita IMS berhubungan secara bermakna dengan konsistensi pemakaian kondom.

Iskandar (2001) melakukan analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keinginan menggunakan kondom untuk mencegah terinfeksi HIV/AIDS pada WPS dari data penelitian Behavioral Surveilans Survey (BBS) tahun 2000 di Jakarta dan Surabaya yang dilakukan PPK UI. Desain penelitian tersebut cross sectional dan jumlah sampel 591 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterpaparan informasi HIV/AIDS,dan tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang bermakna dengan keinginan menggunakan kondom, sedangkan yang tidak berhubungan secara bermakna adalah faktor umur, status kawin, lamanya berprofesi, mempunyai anak dan pernah menderita IMS. Responden dengan pendidikan rendah berpeluang lebih besar (2,5) kali tidak mempunyai keinginan menggunakan kondom dibandingkan dengan responden berpendidikan tinggi.

Mulyati (2001) melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemakaian kondom secara konsisten dalam upaya mencegah penularan HIV/AIDS pada WPS di Kecamatan Cilengsi Kabupaten Bogor tahun 2001. Desain penelitian tersebut cross sectional dan jumlah sampel 76 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemakaian kondom secara konsisten pada WPS di Kecamatan Cilengsi baru sebesar 19,7%. Adanya hubungan bermakna antara pengetahuan WPS tentang HIV/AIDS dengan perilaku penggunaan kondom, sedangkan tingkat pendidikan WPS,tingkat keterpaparan informasi dan lama bekerja sebagai WPS menunjukkan hubungan yang tidak bermakna. Dijelaskan pula bahwa pelanggan mempunyai peran penting dalam keputusan penggunaan kondom dan tergantung pula pada kemampuan WPS dalam membujuk dan menawarkan kondom pada pelanggan. WPS yang memiliki pengetahuan HIV/AIDS kurang baik (51,3%) mempunyai peluang lebih sering (5,76 kali) tidak konsisten menggunakan kondom saat berhubungan seks dengan pelanggan.

Widyastuti (2007) melakukan penelitian tentang perilaku menggunakan kondom pada wanita penjaja seks jalanan di Jakarta Timur Tahun 2006.Desain penelitian cross sectional menggunakan data primer 112 WPS jalanan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menderita IMS merupakan faktor yang paling dominan dengan OR 3,55.Variabel umur, tingkat pendidikan, lama bekerja, pengetahuan tentang IMS, serta keterpaparan informasi tidak berhubungan secara bermakna dengan perilaku menggunakan kondom.

Hasil penelitian kualitatif tentang mencari pengobatan pada penderita IMS di Jakarta yang dilakukan oleh Kresno (2001) menunjukkan bahwa pengetahuan pada kelompok berisiko seperti WPS dan waria tentang IMS/HIV/AIDS masih rendah. Penggunaan kondom juga relatif rendah dengan alasan sebagai berikut :

a. rasa tidak nyaman menggunakan kondom

b. tidak tersedianya kondom di tempat lokalisasi

c. tidak adanya informasi yang memadai tentang IMS dan kondom di tempat lokalisasi

d. lemahnya kemampuan WPS dalam melakukan negosiasi dengan pelanggan

One thought on “Resume Hasil Penelitian Terkait Dengan Perilaku Penggunaan Kondom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s