Archive | August 2011

Konsep Dasar tentang Asma Bronchiale

1.Pengertian
Asma Bronchiale adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten reversibel dimana trakea dan bronki berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. (Smeltzer, 2001)
Menurut Price (2005) asma didefinisikan suatu keadaan klinik yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namun reversibel.
Asma bronchiale merupakan penyakit saluran nafas yang ditandai oleh penyempitan bronkus akibat adanya hipereaksi terhadap suatu peransangan langsung/fisik ataupun tidak langsung. (Dahlan, 2009).
Continue reading

Advertisements

EPILEPSI

1.Pengertian Epilepsi
Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat refersible dengan berbagai teologi. Serangan ialah suatu gejala yang timbulnya tiba-tiba dan hilangnya tiba-tiba pula (Mansjoer, 2000). Continue reading

Konsep Dasar Vitamin A

1.Vitamin A
1.1.Pengertian Vitamin A
Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat di perlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan penyakit infeksi lain). (Puspitorini, 2008)
Vitamin A adalah salah satu zat gizi mikro yang diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) dan kesehatan mata. (Gsianturi, 2004).
Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara luas vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A / karotenoid mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol. (Suhardjo, 2002) Continue reading

Konsep Dasar tentang Stress

1. Stres
1.1. Pengertian Stres
Stres adalah keadaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan internal maupun eksternal (stimulus) yang dapat membahanyakan, tak terkendali atau melebihi kemampuan individu sehingga individu akan bereaksi baik secara fisiologis maupun psikologis (respon) dan melakukan usaha-usaha penyusuaian diri terhadap situasi tersebut (proses). Skala adaptasi stres Perubahan Hidup Holmes dan Rahe adalah skala yang digunakan untuk mengukur tingkat stres pada individu yang terdiri dari 31 peristiwa perubahan hidup yang dialami selama 1 tahun. Penilaian yang dilakukan dengan seoring. Skor > 150 menunjukkan adanya stres dan skor < 150 menujukkan tidak adanya stres (Al Banjary, 2009) Continue reading

Konsep Dasar Tehnik Mencuci Tangan Yang Baik

1 Mencuci Tangan
1.1 Pengertian
Menurut Kamaruddin (2009) tangan merupakan bagian tubuh yang lemba yang paling sering berkontak dengan kuman yang menyebabkan penyakit dan menyebarnya. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan membiasakan mencuci tangan dengan memakai sabun.
Mencuci tangan adalah teknik yang sangat mendasar dalam mencegah dan mengendalikan infeksi, dengan mencuci tangan dapat menghilangkan sebagian besar mikroorganisme yang ada di kulit (Hidayat, 2005). Continue reading

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A Pada Balita Di Posyandu Aron Bunot Gogo Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie Tahun 2010 (Abstrak)

AKADEMI KEPERAWATAN
JABAL GHAFUR SIGLI
Karya Tulis Ilmiah
30 Agustus 2010

MULIANI ABDULLAH/MIRZAL TAWI*)
092001S07080
Xiii + 51 Halaman + 12 Tabel + 5 Lampiran

ABSTRAK
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A Pada Balita Di Posyandu Aron Bunot Gogo
Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie Tahun 2010

Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata dan untuk kesehatan tubuh. Salah satu fungsi vitamin A adalah memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk kulit dan selaput-selaput yang melapisi semua saluran yang terbuka keluar badan dan kelenjar-kelenjar serta saluran –salurannya. Untuk mencegah kekurangan vitamin A, maka diadakan pemberian vitamin A dosis tinggi secara rutin dua kali dalam satu tahun. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bahwa jumlah keseluruhan balita pada bulan Februari tahun 2010 adalah 1783. Balita yang mendapatkan vitamin A adalah 1768 (98,93%), sedangkan data di Posyandu Aron Bunot Gogo sebanyak 40 balita, yang mendapatkan vitamin A 15 balita (37,5%) dan yang tidak mendapatkan 25 balita (62,5%). Berarti suplementasi vitamin A di Posyandu Aron Bunot Gogo belum memenuhi standar yang diharapkan yaitu 80%. Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu, tingkat pengetahuan ibu berdasarkan umur, tingkat pendidikan dan status pekerjaan ibu tentang pemberian kapsul vitamin A di Posyandu Aron Bunot Gogo. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan desain cross – sectional. Waktu penelitian dilakukan pada bulan September 2010 dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 40 orang ibu yang mempunyai balita. Data yang didapatkan yaitu dengan melakukan wawancara dan mengedarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok umur ibu yang paling banyak adalah kelompok umur 20-35 tahun yaitu 67,5%, tingkat pendidikan ibu yang paling banyak adalah pendidikan rendah yaitu 80%, status pekerjaan ibu yang paling banyak yaitu ibu yang tidak bekerja 90%, status pemberian kapsul vitamin A lebih banyak yang tidak memberikan yaitu 62,5%, dan tingkat pengetahuan ibu yang paling banyak yaitu tingkat pengetahuan sedang 55%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu-ibu di Posyandu Aron Bunot Gogo, lebih banyak berada pada katagori sedang.

Kata Kunci:Vitamin A, Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A

Sumber : 18 Buku (2000 – 2010) + 8 Internet

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie Tahun 2010 (Abstrak)

AKADEMI KEPERAWATAN
JABAL GHAFUR SIGLI
Karya Tulis Ilmiah

NURMALA SARI /MIRZAL TAWI*)
092001S06035

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie Tahun 2010

xiii + 56 halaman + 10 tabel + 5 lampiran

ABSTRAK

Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu pedoman untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara menyeluruh baik kesehatan maupun pertumbuhan fisiknya termasuk memantau pemberian imunisasi, pertumbuhan anak dapat diamati secara cermat dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) balita Kartu Menuju Sehat berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak pertumbuhan, bukan menilai status gizi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010. Jenis penelitian ini bersifat deksriptif dengan desain crossectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 79 responden di desa Kulu Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie tahun 2010. Pengambilan data dilakukan tanggal 30 Juli 2010. Alat pengukuran data berbentuk kuesioner dengan jumlah pertanyaan 10 soal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ibu yang paling banyak adalah kelompok 20 – 35 tahun (78,48%), tingkat pendidikan ibu yang paling tinggi adalah (50,6%), keterpaparan sumber informasi ibu yang kurang adalah (63,2%), kategori ibu yang paling baik tingkat pengetahuan adalah sekelompok umur 20 – 35 tahun (17,74%), Kategori tingkat pendidikan ibu yang paling baik, tingkat pengetahuannya adalah kelompok pendidikan tinggi (20%). Kategori keterpaparan ibu yang paling baik pengetahuan adalah kelompok sumber informasi ibu yang kurang berpengetahuan baik sebanyak 18%, kategori tingkat pengetahuan ibu yang berpengetahuan sedang sebanyak (64,5%). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) desa Kulu Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tahun 2010 lebih banyak berada pada kategori sedang. Perlu dikembangkan teknik penyuluhan, pendidikan kesehatan lebih terarah, efektif, efisien, menarik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat.

Kata kunci: KMS, Umur, Pendidikan, sumber informasi, pengetahuan ibu tentang pemanfaatan KMS

Sumber : 21 buku (2000 – 2010) + 3 internet