BELAJAR PRAKTIK DAN MAHASISWA

Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku di mana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk (Syaputra, 2009).

Menurut Sunaryo (2004), belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup.

Belajar adalah salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu.         (Anonimous, 2008).

Proses Belajar

Beberapa macam proses belajar adalah sebagai berikut :

1.Belajar dan Kematangan

Kematangan adalah suatu proses pertumbuhan organ-organ, suatu organ dalam diri makhluk hidup dikatakan telah matang, jika ia telah mencapai kesanggupan untuk menjalankan fungsinya masing-masing.

2.Belajar dan Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri merupakan juga suatu suatu proses yang dapat mengubah tingkah laku manusia.

3.Belajar dan Pengalaman

Belajar dan pengalaman, keduanya merupakan suatu proses yang dapat mengubah sikap, tingkah laku dan pengetahuan kita.

4.Belajar dan Bermain

Bermain juga merupakan proses belajar, antara keduanya terjadi perubahan,  yang dapat mengubah tingkah laku, sikap dan pengalaman.

5.Belajar dan Pengertian

Belajar mempunyai makna yng lebih luas dari sekedar mencapai pengertian, karena ada proses belajar yang berlangsung tanpa pengertian.

6.Belajar dan Menghafal/Mengingat

Menghafal/mengingat tidak sama dengan belajar. Hafal atau ingat akan sesuatu belum menjamin bahwa dengan demikian orang sudah belajar dalam arti yang sebenarnya.

7.Belajar dan Latihan

Belajar dan latihan memiliki persamaan, yaitu bahwa belajar dan latihan keduanya dapat menyebabkan perubahan/proses dalam tingkah laku,   sikap dan pengetahuan. (Hidayat, 2009).

 Ciri-Ciri Kegiatan Belajar

  1. Terjadi perubahan baik aktual maupun potensial pada diri individu yang belajar.
  2. Perubahan diperoleh karena usaha dan perjuangan.
  3. Perubahan didapat karena kemampuan baru yang berlangsung relatif lama.(Sunaryo, 2004).

 Teori Belajar

              Teori belajar atau konsep belajar, yaitu suatu konsep pemikiran yang dirumuskan mengenai bagaimana proses belajar itu terjadi. Menurut Notoatmodjo (1997) bahwa teori belajar dapat dikelompokkan dua kelompok, yaitu :

  1. Teori yang hanya memperhintungkan faktor yang datang dari luar individu (faktor eksternal), dikenal dengan teori stimulus dan respons.
  2. Teori yang memperhitungkan faktor yang berasal dari dalam individu (faktor internal), maupun yang berasal dari luar individu (faktor ekstern), dikenal dengan teori transformasi. (Sunaryo, 2004).

 

 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Belajar

            Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar meliputi :

  1. Materi yang dipelajari, materi disini adalah bahan pelajaran yang digunakan untuk membentuk sikap, memberikan keterampilan atau pengetahuan. Materi untuk ketiga aspek tersebut substansinya akan berbeda.
  2. Lingkungan, terdiri dari faktor fisik (suhu, cuaca, kondisi tempat belajar, ventilasi, penerangan, dan kursi belajar) dan faktor sosial (manusia dengan segala interaksinya, status, dan kedudukannya).
  3. Instrumental, terdiri dari perangkat keras(perlengkapan belajar dan alat bantu belajar mengajar) dan perangkat lunak(kurikulum, fasilitator, dan metode belajar).
  4. Kondisi individu atau subjek belajar, terdiri dari kondisi fisiologis(keadaan fisik, pancaindra, kekurangan gizi, dan kesehatan) dan kondisi psikologis (inteligensi, bakat, sikap, daya kretivitas, persepsi, daya tangkap, ingatan, dan motivasi). (Sunaryo, 2004).

 Laboratorium

 Pengertian

Laboratorium keperawatan merupakan laboratorium terpadu yang merupakan tempat praktikum yang memberikan gambaran tentang hospital image sehingga bisa diakses oleh keperawatan maupun kedokteran, bahkan bila mungkin bidang keilmuan yang lain.(Nazidah, 2011).

Menurut Arianto (2008), laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum  yang  dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana mahasiswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.

Laboratorium adalah tempat dimana peserta didik mempergunakan pendekatan pemecahan masalah untuk mengembangkan teknik-teknik dalam mengontrol lingkungan belajar, laboraturium dapat diadakan di kelas maupun di tatanan klinik dan komunitas.(Nursalam, 2002).

 Tujuan Pembelajaran Praktik Laboratorium

  1. Memahami, menguji dan menggunakan konsep-konsep utama dari program teoritis untuk ditetapkan pada praktik.
  2. Mengembangkan ketrampilan teknikal, intelektual dan interpersonal, sebagai persiapan untuk memberikan asuhan keperawatan kepada klien.
  3. Menemukan prinsip-prinsip dan mengembangkan wawasan melalui latihan praktik yang bertujuan untuk menerapkan ilmu-ilmu dasar ke dalam praktik keperawatan.
  4. Mempergunakan ketrampilan pemecahan masalah

Proses keperawatan merupakan suatu pendekatan pembelajaran ketrampilan pemecahan masalah dengan cara berpikir tentang observasi yang saling berkaitan dengan proses berpikir diri: pengkajian, pengambilan keputusan, perencanaan, tindakan dan evaluasi.    (Nursalam, 2002).

 Fungsi Laboratorium

Fungsi Laboratorium Keperawatan adalah :

  1. Membantu kelancaran proses belajar mengajar praktikum keperawatan.
  2. Membantu mahasiswa/dosen belajar mandiri meningkatkan keterampilan keperawatan.
  3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi asisten sebagai kaderisasi sesuai spesifikasi.
  4. Sebagai mini hospital yang memberikan gambaran riil pada mahasiswa tentang kegiatan, suasana dan rutinitas di rumah sakit.
  5. Menyelenggarakan kegiatan praktikum keperawatan baik reguler/non reguler, kurikuler maupun non kurikuler.
  6. Menyelenggarakan konsultasi keperawatan
  7. Menyelenggarakan pelatihan keperawatan.
  8. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat.
  9. Sumber informasi keperawatan (Nazidah, 2011).

  Mahasiswa

Pengertian

Mahasiswa sebagai insane akademis, pencipta serta pengabdi masyarakat yang tentunya merupakan asset besar negara dimasa depan pada era sekarang sepertinya telah kehilangan arah gerakan khusunya dalam menentukan orientasi sebagaimana hakikat yang seharusnya. Hal ini sebenarnya bila kita teliti lebih jauh, mahasiswa di era sekarang sudah mulai melupakan tugas dan fungsinya. Belum lagi sibuknya serta kepadatan aktifitas akademik dimana hal ini selalu dijadikan alasan yang paling utama sehingga banyak hal penting yang juga harus menjadi prioritas lantas ditelantarkan. Ketika mahasiswa dihadapkan pada suatu realitas, maka mahasiswa cenderung reaksioner tanpa mempertimbangkan berbagai aspek yang sebenarnya terlebih dahulu diutamakan. Sikap pragmatis yang terus menerus menghinggapi perilaku mahasiswa masa kini juga terbukti bagaimana mahasiswa dalam hal ini belum bisa meletakkan posisinya pada hal yang ideal. Hal lain yaitu mahasiswa sebagai agen perubahan dan control sosial dimana mahasiswa memiliki kemampuan dengan kemampuan intelektual, berpikir cerdas, serta sigap dalam berbagai kondisi memang seharusnya diharapkan untuk dapat memberikan perubahan yang signifikan paling tidak pada lingkungan kampus dan lingkungan yang berada didekatnya. (Anonimous, 2009 ).

Mahasiswa adalah pelajar, atau seseorang yang menghadiri sebuah institusi pendidikan. Di beberapa negara, istilah bahasa Inggris (atau kognitif dalam bahasa lain) adalah diperuntukkan bagi mereka yang menghadiri universitas, sementara anak sekolah di bawah usia delapan belas disebut murid dalam bahasa Inggris (atau yang setara dalam bahasa lain). Dalam penggunaannya luas, mahasiswa digunakan untuk siapa saja yang belajar ( Adenbagoes, 2010 ).

 

 Karakteristik Mahasiswa

1.Tahun Angkatan

Tahun dimana setiap  mahasiswa masuk ke sebuah  perguruan tinggi. Tahun angkatan pada penelitian ini dapat dikaitkan dengan umur seseorang mahasiswa.

Umur  atau  usia adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. Semisal, umur manusia dikatakan lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung. (Anonimous, 2011).

Dari hasil penelitian Roatib; dkk (2007), tentang Hubungan Antara Karakteristik Perawat dengan Motivasi Perawat Pelaksana dalam Menerapkan Komunikasi Terapeutik Pada Fase Kerja Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, ada hubungan yang bermakna antara umur perawat dengan motivasi perawat dalam menerapkan hubungan karakteristik perawat dengan motivasi perawat dalam komunikasi teurapetik , namun arah hubungan ini terbalik semakin tua umur perawat semakin rendah motivasinya.

2.Jenis Kelamin

Kata gender berasal dari bahasa Inggris berarti “jenis kelamin”. Dalam Webster’s New World Dictionary, gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku.(Anonimous, 2007).

Menurut Suryanto (2009), jenis kelamin merupakan pensifatan atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu.

Berdasarkan hasil penelitian Roatib; dkk (2007), hubungan antara jenis kelamin dengan motivasi perawat. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin perawat dengan motivasi perawat. Hasil penelitian sesuai dengan beberapa teori dan penelitian lain yang menunjukkan bahwa jenis kelamin pria dan wanita tidak ada perbedaan yang hakiki  dalam hak dan kewajiban.

 

DAFTAR PUSTAKA

 Adenbagoes, 2010, Pengertian Mahasiswa, dari : http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2090806-pengertian-mahasiswa/ (25 Juli 2011)

Anonimous, 2009, Kemahasiswaan dari : http://kemahasiswaan.unpas.ac.id/bem/kehadiran-mahasiswa-ditengah-jurang-kehancuran-negara.php  (6 Juni 2011)

_________,2007,Pengertian Gender dari : http://paramadina.wordpress.com/2007/03/16/pengertian-gender/   (Juli 2011)

_________, 2008, Pengertian Belajar dan Perubahan Prilaku dalam Belajar dari : http://.wordpress.com/2008/09/11/pengertian-belajar-dan-perubahan-perilaku-dalam-belajar/

Arianto, 2008, Pengertian Laboraturium dari : http://smileboys.blogspot.com/05/pengertian-laboratorium.html ( Juni 2011)

Hidayat, R  Dede, 2009, Ilmu Prilaku Manusia Pengantar Psikologi Untuk Tenaga Kesehatan, Trans Info Media, Jakarta

Nazidah, 2011, Laboraturium Keperawatan,dari : http://nazidah 13. WordPress. Com //fikes-S-1-ilmu-keperawatan/

Nursalam, 2002, Manajemen Keperawatan Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional, Salemba Medika, Jakarta

Roatib, Ali., Suhartini., Supriyadi., 2007, Hubungan Karakteristik Perawat dengan Motivasi Perawat Dalam Komunikasi Teurapeutik, Jurnal Vol 1, No 1,(29 Juli 2011)

Suryanto, 2009, Jenis Kelamin dari : http://.blog.unair.ac.id//02/11/gender-apa-itu/(27 Juli 2011)

Sunaryo, 2004, Psikologi untuk keperawatan, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Syaputra, Andi Risky, 2010, Motivasi,dari : http://www.scribd.com/Andi_syaputra_( 10 juni 2011)

 

 

2 thoughts on “BELAJAR PRAKTIK DAN MAHASISWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s