POPULASI DAN SAMPEL

DEFINISI

 Populasi Target

Kumpulan individu dimana hasil suatu penelitian akan dilakukan generalisasi-nya

Populasi studi

Kumpulan dari satuan/unit di mana kita mengambil sampel

Unit Elementer

Anggota individual suatu populasi yang karakteristiknya akan diukur

Sampel

 sebagian objek yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili /representatif dari seluruh populasi.

Sampling

cara atau tehnik-tehnik tertentu yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi.

Unit Sampling :Unit terkecil dalam populasi yang akan diambil sampelnya.

Kerangka Sampling(Sampling Frame) :daftar unit-unit yang ada dalam populasi.

 

Populasi secara umum ada 2 jenis ;

1.      Infinite Population/Populasi terhingga

2.      Finite Population/Populasi tak terhingga

 Tehnik sampling dibagi 2 jenis

1.      Probabilitas

2.      Non Probabilitas

 Probabilitas ada beberapa tehnik, yaitu :

1.      Simple Random Sampling/ Sampel Acak Sederhana

2.      Systematic Random Sampling/Sampel Acak Sistematik

3.      Stratified Random Sampling/ Sampel Stratifikasi

4.      Cluster Sampling /Area Sampling

5.      Multi Stage Random Sampling/Sampel Acak Bertingkat

 Non Probabilitas ada beberapa tehnik,yaitu :

1.      Convenience Sampling

2.      Cara kuota (Quota sampling)

3.      Cara keputusan (judgement sampling)

4.      Purposive Sampling

5.      Sampling Jenuh/Total Populasi

6.      Snowball Sampling

7.      Accidental Sampling

 

Beberapa pendapat ahli mengenai ukuran sampel adalah sebagai berikut :

Gay dan Diehl (1992) berpendapat bahwa sampel haruslah sebesar-besarnya. Pendapat Gay dan Diehl (1992) ini mengasumsikan bahwa semakin banyak sampel yang diambil maka akan semakin representatif dan hasilnya dapat digenelisir. Namun ukuran sampel yang diterima akan sangat bergantung pada jenis penelitiannya.

  1. Jika penelitiannya bersifat deskriptf, maka sampel minimunya adalah 10% dari populasi
  2. Jika penelitianya korelasional, sampel minimunya adalah 30 subjek
  3. Apabila penelitian kausal perbandingan, sampelnya sebanyak 30 subjek per group
  4. Apabila penelitian eksperimental, sampel minimumnya adalah 15 subjek per group

Tidak jauh berbeda dengan Gay dan Diehl, Roscoe (1975) juga memberikan beberapa panduan untuk menentukan ukuran sampel yaitu :

  1.  Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
  2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
  3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
  4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20

 Slovin (1960) menentukan ukuran sampel suatu populasi dengan formula

N = n/N(d)2 + 1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95

Frankel dan Wallen (1993:92) menyarankan besar sampel minimum untuk :

  1. Penelitian deskriptif sebanyak 100
  2. Penelitian korelasional sebanyak 50
  3. Penelitian kausal-perbandingan sebanyak 30/group
  4. Penelitian eksperimental sebanyak 30/15 per group

Malhotra (1993) memberikan panduan ukuran sampel yang diambil dapat ditentukan dengan cara mengalikan jumlah variabel dengan 5, atau 5x jumlah variabel. Dengan demikian jika jumlah variabel yang diamati berjumlah 20, maka sampel minimalnya adalah 5 x 20 = 100

 Arikunto Suharsimi (2005) memberikan pendapat sebagai berikut : “..jika peneliti memiliki beberapa ratus subjek dalam populasi, maka mareka dapat menentukan kurang lebih 25 – 30% dari jumlah tersebut

Namun bila jumlah populasi sedikit, semua populasi dapat dijadikan sampel semua. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relative kecil, kurang dari 30 orang.

 

Referensi :

Arikunto Suharsimi. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Fraenkel, J. & Wallen, N. (1993). How to Design and evaluate research in education. (2nd ed). New York: McGraw-Hill Inc.

Gay, L.R. dan Diehl, P.L. (1992), Research Methods for Business and. Management, MacMillan Publishing Company, New York

Slovin dikutip dari Riduwan. (2005). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Malhotra K. Naresh. 1993. Marketing Research An Applied Orientation, second edition, Prentice Hall International Inc, New Jersey

Roscoe dikutip dari Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

 

One thought on “POPULASI DAN SAMPEL

  1. Pingback: Rasa Cemas Pada Ibu Hamil | Artikel Kebidanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s