Archive | April 2013

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MENCARI PENGOBATAN

  Konsep Perilaku

  Berbicara tentang perilaku manusia itu selalu unik. Artinya tidak sama antar dan inter manusianya baik dalam hal kepandaian, bakat, sikap, minat maupun kepribadian. Manusia berperilaku atau beraktifitas karena adanya kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan. Dengan adanya need atau kebutuhan dalam diri seseorang maka akan muncul motivasi atau penggerak. (Widayatun, 2009).

  Definisi perilaku menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud digerakan (sikap), tidak saja badan atau ucapan. (Kaunang, 2009).

  Perilaku diartikan sebagai suatu aksi reaksi organisme terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut rangsangan. Berarti rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. (Qym, 2009).

  Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku terbentuk melalui suatu proses tertentu, dan berlangsung dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Faktor-faktor yang memegang peranan didalam pembentukan perilaku dapat dibedakan menjadi 2 faktor yakni faktor intern dan faktor ekstern. (Notoatmodjo, 2003).

Perilaku kesehatan merupakan respon seseorang atau organisme terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, system pelayanan kesehatan, makanan dan minuman, serta lingkungan. (Syamrilaode, 2011).

  Continue reading

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

 

    Kekerasan Terhadap Istri Dalam Rumah Tangga

Menurut pasal 1 Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga sebenarnya adalah: setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan dan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hokum dalam lingkup rumah tangga (UU No 23, 2004).

Kekerasan yang dilakukan oleh suami terhadap istri disebut juga kekerasandomestik (domestic violence). Kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumahtangga juga disebut kekerasan keluarga. Sebenarnya kedua istilah tersebutmengandung arti yang tidak sama. Pengertian keluarga adalah adanya hubungandarah antara orang-orang dalam dalam rumah tangga sedangkan dalam pengertianrumah tangga adalah di dalam rumah tangga yang bersangkutan di samping antaraanggota rumah tangga adanya hubungan darah ada juga orang lain di rumahtangga itu karena hubungan ekonomi. Oleh karena demikian rumah tanggamengandung lingkup yang lebih luas dibandingkan dengan lingkup keluarga (Sukerti, 2009).

Tindak kekerasan terhadap perempuan adalah tindakan yang merusak fisik dan psikis seorang perempuan. Kekerasan secara fisik termasuk di dalamnya berupa penganiayaan, pemukulan atau bentuk kekerasan fisik lainnya. Sedangkan kekerasan psikis mencakup penghinaan, ancaman ataupun pelecehan seksual. Semuanya itu dapat merendahkan martabat dan menurunkan derajat kesehatan seorang perempuan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Studi mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh WHO di 10 negara yaitu: Bangladesh, Brazil, Ethiopia, Jepang, Namibia, Peru, Samoa, Serbia-Montenegro, Thailand, dan Tanzania, menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan suami merupakan bentuk kekerasan yang paling sering terjadi pada kehidupan seorang perempuan (Swasono dan Heriawan, 2007).

Derek (2005) wanita yang dianiaya didalam rumah tangga sebaiknya mencari bantuan dari sukarelawan hak-hak wanita atau dokter keluarga. Sebab jika tindakan itu tidak dihentikan maka kekerasan akan berlanjut dan bisa menyebabkan kerusakan yang parah pada wanita yang bersangkutan.

Continue reading