Pengkategorian Variabel Penelitian

Variabel berasal dari bahasa Inggris , yaitu variable, artinya bervariasi. Setiap ukuran atau atribut yang bervariasi bisa dikatakan sebagai variabel.

Dalam tulisan ini variable diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Sering pula dinyatakan variabeL penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.

Kalau ada pertanyaan tentang apa yang akan di teliti, maka jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian. Jadi variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Secara teoritis variabel dapat didefiisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang mempunyai “Variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981). Dinamakan variabel karena ada variasinya.

Berkaitan dengan proses kuantifikasi data, maka biasa digolongkan menjadi 4 jenis yaitu (a). Data Nominal, (b). Data Ordinal, (c). Data Interval dan, (d). Data ratio.  Demikianlah pula variabel, kalau dilihat dari segi ini biasa dibedakan dengan cara yang sama

  1. Variabel Nominal, yaitu variabel yang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan; variabel ini bersifat diskret dan saling pilah (mutually exclusive) antara kategori yang satu dan kategori yang lain; contoh: jenis kelamin, status perkawinan, jenis pekerjaan
  2. Variabel Ordinal, yaitu variabel yang disusun berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu. Jenjang tertinggi biasa diberi angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2, lalu di bawahnya di beri angka 3 dan seterusnya. (ranking)
  3. Variabel Interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari pengukuran, yang di dalam pengukuran itu diasaumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang  sama. Contoh: variabel interval misalnya prestasi belajar, sikap terhadap sesuatu program dinyatakan dalam skor, penghasilan dan sebagainya.
  4. Variabel ratio,  adalah variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. (Drs. Sumadi Suryabrata .Metologi Penelitian. hal. 26-27)

Didalam penelitian, terutama pada metodologi kita dihadapkan kepada bagaimana cara mengkategorikan variabel sehingga proses analisis data akan lebih mudah sesuai dengan uji statistik yang kita gunakan.  Kita ambil contoh pada analisis chi square dengan program SPSS, biasanya jika variabel independennya lebih dari dua kategori nilai OR-nya tidak keluar. Sebenarnya bisa gunakan tehnik dummy, namun bagi pemula (mahasiswa D3) hal tersebut cukup menyulitkan. Jadi variabel yang lebih dua kategori dapat disederhanakan menjadi 2 (dua) kategori.

Namun ada juga uji statistik yang variabel independennya tidak perlu dalam bentuk katagorik, misalnya uji-T. Jadi variabel independennya tidak perlu diubah menjadi katagorik, tapi bisa numerik atau skala rasio, contohnya variabel umur, lama kerja, skor sikap, dll.

Dalam pengkategorian variabel secara sederhana dapat dilakukan dengan cara :

  1. Berdasarkan referensi atau pendapat pakar
  2. Berdasarkan nilai mean dan standar deviasi
  3. Berdasarkan nilai cut of point (mean/median)

Berdasarkan referensi atau pendapat pakar

Cara ini dilakukan dengan tehnik variabel tersebut dikategorikan berdasarkan referensi terdahulu atau pendapat pakar atau hasil penelitian terdahulu. Misalnya variabel pengetahuan dapat dikategorikan berdasarkan pendapat atau teori yang dikemukakan oleh Nursalam, yaitu pengetahuan baik jika jawaban benar 76%-100%, sedang jika jawaban benar 75%-56% dan pengetahuan kurang jika jawaban benar < 56%. Variabel pendidikan berdasarkan depdiknas/sisdiknas dikategorikan menjadi pendidikan tinggi jika tamat Perguruan Tinggi, menengah jika tamat SMA/sederajat dan rendah jika tamat SD/SMP/sederajat.

Berdasarkan nilai mean dan standar deviasi

Cara ini dilakukan dengan menggunakan nilai mean dan standar deviasi sebagai cut of pointnya. Misalnya umur dapat diubah menjadi 3 kategori dengan menggunakan 1 SD , yaitu kelompok I : < mean – SD, kelompok II antara mean-SD dan mean + SD,  kelompok III > mean+SD. Kalau ingin 4 kategori gunakan 2 SD dan seterusnya.

Berdasarkan nilai cut of point

Cara ini dilakukan dengan menggunakan nilai cut of point, biasanya nilai mean atau median . Cara ini sering juga disebut dengan pengkatagorian variabel dengan metode statistik normatif. Cara ini lebih mudah terutama untuk pemula saat mereka menggunakan uji chi square. Seperti dikemukan diatas bahwa pada uji chi square dengan program SPSS, variabel independen yang kategori datanya berbentuk 3 (tiga) kategori tidak bisa keluar nilai OR (odd rasio).

Untuk itu variabel independen tersebut dapat diubah atau disederhanakan menjadi dua kategori dengan tehnik statistik normatif. Misalnya variabel pengetahuan bisa dibuat menjadi 2 (dua) kategori dengan nilai cut of point mean/median, yaitu pengetahuan cukup jika x > mean/median, dan pengetahuan kurang jika x <= mean/median. Variabel pendidikan disederhanakan menjadi : pendidikan tinggi jika tamat SMA- PT, dan pendidikan rendah jika tamat SD-SMP/sederajat. Batasan ini mungkin mengacu kepada wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan oleh Kemendikbud ( PP 47/2008).

 

 

4 thoughts on “Pengkategorian Variabel Penelitian

  1. Hi admin do you need unlimited content for your site ?
    What if you could copy article from other sites, make it pass
    copyscape test and publish on your blog – i know the right tool for you, just search in google:
    loimqua’s article tool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s