Archives

SEKILAS TENTANG PPNI

DSC_0395Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) lahir pada tanggal 17 Maret 1974. Kebulatan tekad spirit yang sama dicetuskan oleh perintis perawat bahwa tenaga keperawatan harus berada pada wadah /organisasi profesi perawat Indonesia. Pada masa itu sebelum tahun 1974 organisasi perawat di Indonesia sudah berkembang pesat sesuai dengan zamannya, sejak zaman penjajahan perawat Indonesia sudah ada seiring dengan adanya Rumah Sakit, yaitu:  Residen Vpabst (1819) dibatavia saat itu berubah menjadi Stadsverband (1919) dan berubah menjadi CBZ (Central Burgerlijke Zieken Inrichting) di daerah Salemba yang saat ini menjadi RSCM. Saat itu perawat sudah memiliki perkumpulan-perkumpulan sebagai wadah organisasi perawat dan dapat menjalankan pergerakan dalam  menentukan martabat profesi perawat. Ketika itu terdapat beberapa organisasi diantaranya; Perkumpulan Kaum Verpleger fster Indonesia (PKVI), Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Perawat Indonesia (PPI), Ikatan Perawat Indonesia (IPI).

Continue reading

Advertisements

PENGUKURAN TINGKAT KECEMASAN

Kecemasan dapat diukur dengan pengukuran tingkat kecemasan menurut alat ukur kecemasan yang disebut HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale).  Skala HARS merupakan pengukuran kecemasan yang didasarkan pada munculnya symptom pada individu yang mengalami kecemasan. Menurut skala HARS terdapat 14 syptoms yang nampak pada individu yang mengalami kecemasan. Setiap item yang diobservasi diberi 5 tingkatan skor( skala likert) antara 0 (Nol Present) sampai dengan 4 (severe).

Skala HARS pertama kali digunakan pada tahun 1959, yang diperkenalkan oleh Max Hamilton dan sekarang telah menjadi standar dalam pengukuran kecemasan terutama pada penelitian trial clinic.  Skala HARS telah dibuktikan memiliki validitas dan reliabilitas cukup tinggi untuk melakukan pengukuran kecemasan pada penelitian trial clinic yaitu 0,93 dan 0,97. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengukuran kecemasan dengan menggunakan skala HARS akan diperoleh hasil yang valid dan reliable.

Skala HARS Menurut Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS)  penilaian kecemasan terdiri dan 14 item, meliputi: Continue reading

BELAJAR PRAKTIK DAN MAHASISWA

Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku di mana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk (Syaputra, 2009).

Menurut Sunaryo (2004), belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup.

Belajar adalah salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu.         (Anonimous, 2008). Continue reading

MOTIVASI MAHASISWA

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut.  Motivasi dari luar adalah motivasi yang  pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara motivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.(Abi Hasna, 2010). Continue reading

GAMBARAN MOTIVASI MAHASISWA AKPER JABAL GHAFUR SIGLI TENTANG PRAKTIK BELAJAR LABORATORIUM MANDIRI TAHUN 2011

AKADEMI KEPERAWATAN JABAL GHAFUR SIGLI

KARYA TULIS ILMIAH

Tanggal ujian : 9 Oktober 2011

 

FITRIANI/MIRZAL TAWI*)

092001S08053

 

GAMBARAN MOTIVASI MAHASISWA AKPER JABAL GHAFUR SIGLI TENTANG PRAKTIK BELAJAR LABORATORIUM MANDIRI

TAHUN 2011

 

xiv + 50 Halaman + 6 Tabel + 2 Gambar + 5 Lampiran


ABSTRAK   

 

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Motivasi  mahasiswa dalam  mengikuti  pembelajaran  di kelas dan praktik laboraturium sangat menentukan kemampuan mahasiswa dalam melakukan praktik tindakan keperawatan bagi pasien, sehingga pada akhirnya nanti motivasi belajar mahasiswa yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran baik teori maupun praktik di laboratorium akan membentuk seorang perawat yang profesional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Motivasi Mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tentang Praktik Belajar Laboratorium Mandiri Tahun 2011. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dan pengambilan sampel dengan menggunakan metode Accidental Sampling dengan jumlah 80 responden mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tahun 2011. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 s/d 21 September 2011, dengan alat pengukuran data berbentuk kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa motivasi mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Tentang Praktik Belajar Laboratorium  Mandiri  Tahun 2011  dominan berada pada motivasi sedang sebanyak 62 orang (77,5%), pada  tahun  angkatan  yang  paling  dominan pada tahun angkatan 2008/2009 dengan motivasi sedang (92,30%), sedangkan pada jenis kelamin yang paling dominan  pada  jenis kelamin perempuan yang berada pada motivasi sedang (90%). Diperlukan kerja sama yang baik antara dosen dan mahasiswa/i, untuk meningkatkan motivasi dalam praktik belajar laboratorium mandiri.

Kata Kunci                 : Motivasi, Mahasiswa/i, Tahun Angkatan,

Jenis   Kelamin ,laboratorium  Mandiri.

Daftar Sumber            : 11 Buku (2002-2011) + 19 Online/internet

 

*) : Mahasiswa/ Pembimbing

Konsep Dasar tentang Asma Bronchiale

1.Pengertian
Asma Bronchiale adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten reversibel dimana trakea dan bronki berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. (Smeltzer, 2001)
Menurut Price (2005) asma didefinisikan suatu keadaan klinik yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namun reversibel.
Asma bronchiale merupakan penyakit saluran nafas yang ditandai oleh penyempitan bronkus akibat adanya hipereaksi terhadap suatu peransangan langsung/fisik ataupun tidak langsung. (Dahlan, 2009).
Continue reading

EPILEPSI

1.Pengertian Epilepsi
Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat refersible dengan berbagai teologi. Serangan ialah suatu gejala yang timbulnya tiba-tiba dan hilangnya tiba-tiba pula (Mansjoer, 2000). Continue reading