Tag Archive | akper jabal ghafur sigli

BALON KEBAHAGIAAN…

Tiba2 sang motivator berhenti berbicara, di sebuah ruangan pelatihan yg diikuti sekitar 50 org peserta.

Sang Motivator mengeluarkan sebungkus plastik yang berisi balon.Lalu balon tersebut dibagikan kepada peserta masing-masing dapat 1 balon.Sang motivator meminta peserta meniup balon dan menuliskan namanya pd balon tsb.Lalu Sang motivator meminta balon2 tsb dikumpulkan di tengah sebuah ruangan kosong.Sang motivator instruksikan kpd peserta utk mengambil balon yg tertulis namanya masing2 dgn limit waktu 5 menit.

Dengan serta merta semua peserta menyerbu ke tumpukan balon2 tsb, berusaha mendapatkan balon yg tertulis namanya. Ada peserta yg mendorong, menyenggol, tersikut kwnnya bahkan ada peserta yg terjatuh.Alhasil waktu habis balon yg diinginkan tdk dpt ditemukan.

Lalu Sang motivator mengubah strategi gamesnya…
Sang motivator meminta kpd peserta utk mengambil satu org satu balon…lalu menyerahkan balon tsb kepada temannya yg namanya tertulis pd balon tsb.Alhasil dgn wkt yg ditentukan..smua peserta mendapatkan balon yg tertulis namanya.

Begitulah gambaran umum kehidupan kita…kita brusaha mendapatkan kebahagian dgn berbagai daya upaya yg kadang kala menyakiti, menzalimi dan mengintimidasi org lain.

Padahal utk mndptkn kebahagiaan simpel sekali…Berikan kebahagiaan kpd org lain dan org lain akn memberikan kebahagian kpd kita…begitulah fenomena balon td…disaat kt berikan balon yg tertulis nama kwn kita, tentunya kwn kt akn menyerahkan balon yg ada nama kita…

Seperti org bijak berkata…jika anda tdk mau disakiti org, maka jgn sakiti org lain…jika anda ingin bahagia, maka bahagiakan org lain…apalagi yg kita bahagiakan adlh sahabat kita, tetangga kita, anak yatim, fakir miskin, saudara2 kandung kita, ayah kita, ibu kita…sungguh luar biasa kebahagiaan yg akan kt dapatkan…insha Allah…Allah SWT akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat…

PENGUKURAN SIKAP : SKALA LIKERT

 

seudatiAttitude as the degree of positive or negative affect associated with some psychological object (Allen L. Edward, 1957) —

sikap adalah afeksi positif atau negatif yang berhubungan dengan beberapa objek psikologis. Objek sikap dapat berupa simbol, ungkapan, slogan, orang, institusi, ideal, ide, dsb.

 

Sikap sebagai suatu kesatuan kognisi yang mempunyai valensi dan akhirnya berintegrasi ke dalam pola yang lebih luas. Dari sudut motivasi, sikap merupakan suatu keadaan kesediaan untuk bangkitnya motif (Mar’at, 1981). Sikap belum merupakan tindakan/aktivitas, melainkan berupa kecenderungan (tendency) atau predisposisi tingkah laku.

  Continue reading

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MENCARI PENGOBATAN

  Konsep Perilaku

  Berbicara tentang perilaku manusia itu selalu unik. Artinya tidak sama antar dan inter manusianya baik dalam hal kepandaian, bakat, sikap, minat maupun kepribadian. Manusia berperilaku atau beraktifitas karena adanya kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan. Dengan adanya need atau kebutuhan dalam diri seseorang maka akan muncul motivasi atau penggerak. (Widayatun, 2009).

  Definisi perilaku menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud digerakan (sikap), tidak saja badan atau ucapan. (Kaunang, 2009).

  Perilaku diartikan sebagai suatu aksi reaksi organisme terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut rangsangan. Berarti rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. (Qym, 2009).

  Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku terbentuk melalui suatu proses tertentu, dan berlangsung dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Faktor-faktor yang memegang peranan didalam pembentukan perilaku dapat dibedakan menjadi 2 faktor yakni faktor intern dan faktor ekstern. (Notoatmodjo, 2003).

Perilaku kesehatan merupakan respon seseorang atau organisme terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, system pelayanan kesehatan, makanan dan minuman, serta lingkungan. (Syamrilaode, 2011).

  Continue reading

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

 

    Kekerasan Terhadap Istri Dalam Rumah Tangga

Menurut pasal 1 Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga sebenarnya adalah: setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan dan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hokum dalam lingkup rumah tangga (UU No 23, 2004).

Kekerasan yang dilakukan oleh suami terhadap istri disebut juga kekerasandomestik (domestic violence). Kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumahtangga juga disebut kekerasan keluarga. Sebenarnya kedua istilah tersebutmengandung arti yang tidak sama. Pengertian keluarga adalah adanya hubungandarah antara orang-orang dalam dalam rumah tangga sedangkan dalam pengertianrumah tangga adalah di dalam rumah tangga yang bersangkutan di samping antaraanggota rumah tangga adanya hubungan darah ada juga orang lain di rumahtangga itu karena hubungan ekonomi. Oleh karena demikian rumah tanggamengandung lingkup yang lebih luas dibandingkan dengan lingkup keluarga (Sukerti, 2009).

Tindak kekerasan terhadap perempuan adalah tindakan yang merusak fisik dan psikis seorang perempuan. Kekerasan secara fisik termasuk di dalamnya berupa penganiayaan, pemukulan atau bentuk kekerasan fisik lainnya. Sedangkan kekerasan psikis mencakup penghinaan, ancaman ataupun pelecehan seksual. Semuanya itu dapat merendahkan martabat dan menurunkan derajat kesehatan seorang perempuan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Studi mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh WHO di 10 negara yaitu: Bangladesh, Brazil, Ethiopia, Jepang, Namibia, Peru, Samoa, Serbia-Montenegro, Thailand, dan Tanzania, menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan suami merupakan bentuk kekerasan yang paling sering terjadi pada kehidupan seorang perempuan (Swasono dan Heriawan, 2007).

Derek (2005) wanita yang dianiaya didalam rumah tangga sebaiknya mencari bantuan dari sukarelawan hak-hak wanita atau dokter keluarga. Sebab jika tindakan itu tidak dihentikan maka kekerasan akan berlanjut dan bisa menyebabkan kerusakan yang parah pada wanita yang bersangkutan.

Continue reading

GAMBARAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA AKPER JABAL GHAFUR SIGLI ANGKATAN XIV TAHUN AJARAN 2007/2008 DALAM PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH TAHUN 2010 (Abstrak)

Akademi Keperawatan
Jabal Ghafur Sigli

Karya Tulis Ilmiah
Khalisah/Mirzal Tawi*)
Xi + 55 Halaman + 8 Tabel + 4 Lampiran

ABSTRAK

GAMBARAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA AKPER JABAL
GHAFUR SIGLI ANGKATAN XIV TAHUN AJARAN 2007/2008
DALAM PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH TAHUN 2010

Stres adalah respon tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan yang terganggu, suatu penomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari, setiap orang, termasuk mahasiswa mengalaminya, stres memberi dampak secara total pada individu fisik, psikologis, intelektual, sosial dan spiritual, stres dapat mengancam keseimbangan fisiologis, yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Tingkat Stres Pada Mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Angkatan XIV Tahun Ajaran 2007/2008 berdasarkan IPK, Tahun Lulus SMA dan Jenis kelamin.Dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah Tahun 2010. Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel dengan mengunakan metode simple Random Sampling dengan jumlah 49 responden mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Angkatan XIV Tahun Ajaran 2007/2008. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 24-28 Oktober 2010, alat pengukuran data berbentuk kuesioner sebanyak 15 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat stres pada mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli Angkatan XIV Tahun Ajaran 2007/2008 Dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah berada pada tingkat stres sedang sebanyak 22 orang (44,89%) dan yang paling sedikit adalah stres berat sebanyak 1 orang (2,04%) sedangkan stres ringan sebanyak 21 orang (42,85%) dan tidak stres sebanyak (10,20%). Tingkat stres sedang distristribusi sama antara katagori IPK tinggi( lebih 2,75) dan rendah(kurang=2,75) yaitu 44%, katagori stres ringan didapatkan pada IPK rendah (44%) lebih banyak dibandingkan IPK tinggi (42%) dan stres berat didapatkan 1 orang (6%) pada katagori IPK rendah. Yang paling banyak adalah tingkat stres sedang yang terjadi pada kelompok tahun kelulusan >2005 (46%), begitu juga dengan tingkat stres ringan yaitu (40%), pada kelompok tahun kelulusan SMA <2005 didapatkan antara stres ringan atau sedang distribusi sama sebesar (40%) dan stres berat didapatkan 1 orang (10%) pada tahun kelulusan SMA dibandingkan <2005.Yang paling banyak adalah tingkat stres sedang yang terjadi pada kelompok jenis kelamin perempuan (48%), sedangkan pada kelompok laki-laki sebesar (30%) dan stres berat di dapatkan 1 orang (10%) pada jenis kelamin laki-laki.Diperlukan kerjasama yang baik antara pembimbing, mahasiswa bimbingan dalam mendukung terlaksana proses penyusunan KTI.

Kata Kunci : Tingkat Stres,Mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli, Penyusunan Karya Tulis Ilmiah
Daftar Sumber : 10 Buku (2000-2010) + 8 Artikel

“Tingkat Kepuasan Pasien Di Ruang Penyakit Dalam Pria Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pidie Tahun 2010 (ABSTRAK)

Akademi Keperawatan Jabal Ghafur Sigli
Karya Tulis Ilmiah
ALFISYAH/MIRZAL TAWI *)
092001S07048
x + 46 Halaman + 10 Tabel + 7 Lampiran

“Tingkat Kepuasan Pasien Di Ruang Penyakit Dalam Pria Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Pidie Tahun 2010

ABSTRAK
Kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat berkaitan erat dengan kepuasan yang dialami oleh pasien selaku pengguna jasa rumah sakit. Kepuasan yang dirasakan oleh pasien bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya,kepuasan tersebut terjadi karena harapan-harapan yang ada pada diri pasien terpenuhi. Pasien menilai tingkat kepuasan atau ketidakpuasan yang mereka rasakan setelah menggunakan jasa rumah sakit. Serambi Indonesia melaporkan bahwa Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pidie, hingga kini masih buruk dan belum memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Continue reading