Tag Archive | akper jege

Mahasiswa Baru Akper Jege Ikut Ordikmaru

SIGLI-Sebanyak 112 mahasiswa baru yang berhasil lulus tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) di Akper Jabal Ghafur Sigli, mengikuti masa Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru (ORDIKMARU). Dimulainya kegiatan ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Direktur Akper Jabal Ghafur Sigli, H.Antasari Idris, SKM, MNSc, Senin, 28 Agustus 2018 di halaman Biro Akper JG Sigli Sp.Camat,Tijue.

Wadir Bidang Kemahasiswaan dan Alumni , Ns.Mirzal Tawi,S.Kep.MKM didampingi oleh Ketua Panpel, Irwannazi, SKM, SST.MB kepada media mengatakan bahwa kegiatan ordikmaru akan dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 28 s/d 30 Agustus 2018.

Kegiatan Ordikmaru ini akan diisi dengan materi-materi tentang orientasi akademik, pendidikan, kemahasiswaan, orientasi lahan praktek, sosialisasi, pembinaan disiplin/mental, bhakti social dan outbound. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh Senat Mahasiswa Akper Jabal Ghafur Sigli. Semua kegiatan tersebut telah disusun rapi dalam bentuk Buku Panduan Ordikmaru.

Direktur Akper Jabal Ghafur, H.Antasari Idris , SKM, MNSc , menjelaskan dalam kata sambutannya mengungkapkan bahwa:”Ordikmaru merupakan kegiatan akademik rutin terencana yang diselenggarakan pada setiap awal tahun ajaran baru bagi calon mahasiswa/i baru, Ordikmaru ini bukan sesuatu kegiatan yang diada-adakan, semua institusi keperawatan di seluruh Indonesia melaksanakan ordikmaru.

Antasari Idris menambahkan bahwa Ordikmaru mempunyai makna yang penting dalam mempersiapkan peserta didik sedini mungkin terhadap kehidupan kampus dan selintas tentang dunia keperawatan sebagai pra kondisi yang sangat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar di lingkungan baru, diharapkan kepada mahasiswa baru dapat mengikutinya dengan tekun.,

Kepada Panitia Senat , Antasari Idris mengingatkan,  Ordikmaru bukan ajang main-main dan balas dendam, tidak ada toleransi terhadap tindakan kekerasan ” pukas Antasari dalam arahannya .

Advertisements

BALON KEBAHAGIAAN…

Tiba2 sang motivator berhenti berbicara, di sebuah ruangan pelatihan yg diikuti sekitar 50 org peserta.

Sang Motivator mengeluarkan sebungkus plastik yang berisi balon.Lalu balon tersebut dibagikan kepada peserta masing-masing dapat 1 balon.Sang motivator meminta peserta meniup balon dan menuliskan namanya pd balon tsb.Lalu Sang motivator meminta balon2 tsb dikumpulkan di tengah sebuah ruangan kosong.Sang motivator instruksikan kpd peserta utk mengambil balon yg tertulis namanya masing2 dgn limit waktu 5 menit.

Dengan serta merta semua peserta menyerbu ke tumpukan balon2 tsb, berusaha mendapatkan balon yg tertulis namanya. Ada peserta yg mendorong, menyenggol, tersikut kwnnya bahkan ada peserta yg terjatuh.Alhasil waktu habis balon yg diinginkan tdk dpt ditemukan.

Lalu Sang motivator mengubah strategi gamesnya…
Sang motivator meminta kpd peserta utk mengambil satu org satu balon…lalu menyerahkan balon tsb kepada temannya yg namanya tertulis pd balon tsb.Alhasil dgn wkt yg ditentukan..smua peserta mendapatkan balon yg tertulis namanya.

Begitulah gambaran umum kehidupan kita…kita brusaha mendapatkan kebahagian dgn berbagai daya upaya yg kadang kala menyakiti, menzalimi dan mengintimidasi org lain.

Padahal utk mndptkn kebahagiaan simpel sekali…Berikan kebahagiaan kpd org lain dan org lain akn memberikan kebahagian kpd kita…begitulah fenomena balon td…disaat kt berikan balon yg tertulis nama kwn kita, tentunya kwn kt akn menyerahkan balon yg ada nama kita…

Seperti org bijak berkata…jika anda tdk mau disakiti org, maka jgn sakiti org lain…jika anda ingin bahagia, maka bahagiakan org lain…apalagi yg kita bahagiakan adlh sahabat kita, tetangga kita, anak yatim, fakir miskin, saudara2 kandung kita, ayah kita, ibu kita…sungguh luar biasa kebahagiaan yg akan kt dapatkan…insha Allah…Allah SWT akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat…

Perilaku Cuci Tangan Efektif Pada Masyarakat Di Desa Jeumpa Kec. Sakti Kab. Pidie tahun 2013


Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Efektif Pada Masyarakat 
Di Desa Jeumpa Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie  Tahun 2013.

(Aina/Mirzal Tawi)*

 

Xv + 75 halaman + 13 Tabel + 3 Gambar + 8 Lampiran

 

ABSTRAK

Perilaku mencuci tangan adalah masalah sepele. Begitu sepelenya hingga banyak orang mengabaikannya. Perilaku cuci tangan pakai sabun juga merupakan intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibandingkan dengan hasil intervensi kesehatan dengan cara lainnya dalam mengurangi resiko  penularan  berbagai penyakit termasuk Flu burung, cacingan dan diare terutama pada bayi, balita dan anak-anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor  yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan  efektif pada masyarakat  Di Desa Jeumpa Kecamatan Sakti  Kabupaten Pidie tahun 2013 berdasarkan faktor pengetahuan, pendidikan, umur dan sumber informasi. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan crossectional. Tehnik pengambilan sampel tehnik simple random sampling ,yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Jeumpa Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie sebanyak 91orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanggal 3 s/d 9 Agustus 2013 didapatkan perilaku cuci tangan efektif masyarakat mayoritas adalah baik (52,7%), Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan  antara variabel prilaku cuci tangan efektif dengan variabel pengetahuan (P = 0,000), pendidikan (P = 0,013), umur (P = 0,004), dan sumber informasi (p = 0,048).  Diharapkan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan, untuk mengevaluasi masalah cuci tangan efektif dalam  masyarakat serta membina masyarakat dan memberikan penyuluhan tentang cuci tangan efektif serta prilaku hidup bersih dan sehat.

 

Kata Kunci       :    Perilaku cuci tangan,  pengetahuan , pendidikan, umur, sumber   informasi

Daftar Pustaka:    38 (2001-2011),  8 jurnal, 3 online.

Keaktifan Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kab. Pidie


“Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader Dalam Kegiatan Posyandu

Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie Tahun 2013”

(Sri Wahyuni/Mirzal Tawi)*

xii + 67 Halaman + 10 Tabel + 2 Gambar + 11 Lampiran

 

ABSTRAK

 

Keaktifan  kader posyandu merupakan suatu prilaku atau tindakan nyata yang biasa dilihat dari keteraturan dan keterlibatan seorang kader dalam berbagai kegiatan posyandu baik kegiatan dalam posyandu maupun diluar posyandu. Di Aceh jumlah kader posyandu yang terlatih 4.500 dari 7.039 posyandu dan rasio kader terlatih terhadap desa siaga 64,29%. Berdasarkan data dari Puskesmas Peukan Baro jumlah kader yang aktif 156 orang.

Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain crossectional. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kabupaten Pidie berdasarkan umur, pendidikan, lama menjadi kader dan pengetahuan. Jumlah populasi 340 dan sampel penelitian adalah sebanyak 77 orang kader posyandu. Tehnik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2013 di  dapatkan bahwa mayoritas responden tidak aktif, yaitu 41 responden (53,2%). Hasil uji bivariat didapatkan umur (P value = 0,001), lama menjadi kader (P value = 0,000), dan pengetahuan (P value = 0,033) berhubungan secara bermakna dengan keaktifan kader, sedangkan variabel pendidikan  ( P value  = 0,945), tidak ada hubungan dengan keaktifan kader.

Diharapkan bagi instansi terkait agar dapat memberikan pelatihan-pelatihan dan reward untuk meningkatkan motivasi kader, sehingga keaktifan kader posyandu akan lebih meningkat.

 

Kata Kunci       : Keaktifan kader, umur, pendidikan, lama mejadi kader dan pengetahuan.

Daftar Pustaka :  29 buku (2000 – 2013) + 11 online/internet

*(Mahasiswi Akper Jege Sigli/ Pembimbing)