Tag Archive | islam

Seorang Raja Yang Melarikan Diri

Jabalah Ibnul Aiham, seorang penguasa suku Ghassan pernah mengumumkan keislamannya. Kemudian ia mendatangi Umar Ibn Khattab dengan memakai pakaian kebesarannya. Umar menyambutnya dan menempatkannya pada tempat yang mulia.

Pada suatu hari ketika Jabalah berthawaf di seputar Ka’bah, tiba-tiba pakaiannya yang mahal terinjak oleh kaki seorang Arab dusun dari  Bani Fazarah, sehingga ia menempeleng mukanya. Ketika si Arab dusun mengadu kepada khalifah Umar Ibn Khattab, maka ia memanggil Jabalah.

“Apakah engkau mau minta maaf kepadanya ataukah engkau mau dipukul olehnya seperti ketika engkau memukulnya?” kata Umar dengan nada sungguh-sungguh. “Mengapa engkau tidak membedakan antara seorang penguasa dengan rakyat biasa?” jawab Jabalah dengan nada sombong. ” kalian mempunyai kedudukan yang sama dalam Islam,” jawab Umar. ” Kalau begitu, aku akan masuk nasrani (kristen),” jawab Jabalah. ” Kalau engkau keluar dari Islam, maka lehermu harus dipenggal,” jawab Umar.

Ketika Jabalah melihat keseriusan Umar, maka ia minta diberi waktu hingga esok hari. Tetapi pada malam harinya, ia melarikan diri ke kota Konstatinopel dan menemui kaisar Heraklius.

Apakah Engkau Makan Setelah Makan???

Telah tersebar berita bahwa Yazid, putra Abu Sofyan suka makan berbagai macam makanan sampai berita itu didengar oleh Khalifah Umar Ibn Khattab.

Umar berkata kepada pelayan Yazid, “jika engkau akan menghidangkan makan malam untuk Yazid, maka beritahukan kepadaku.” Setelah Umar diberi tahu, maka ia datang ke rumah Yazid setelah Isya’ dan ia memberi salam. Ketika makan malam dihidangkan kepada Yazid, maka ia menghabiskan bubur gandum dengan daging dan Umar pun ikut makan bersamanya. Ketika sepotong daging bakar dihidangkan kepada Yazid, maka Yazid mengulurkan tangan kepadanya, tetapi Umar menahannya seraya berkata, “WahaiYazid, bukan demikian cara makan seorang pemimpin. Jika engkau tidak mengikuti cara mereka, pasti tindak tandukmu akan berbeda dengan mereka.”

Khalifah Umar Ibn Khattab Membawa Kantong Air

Pada  suatu malam, Umar meninggalkan tempat tidurnya, kemudian ia keluar rumah untuk meronda (blusukan) rakyatnya. Pada waktu itu, ia melihat seorang wanita sedang membawa kantong air diatas punggungnya dan ia berjalan di malam hari tanpa alas kaki. Ketika Umar bertanya kepadanya tentang keadaannya, maka ia menerangkan bahwa ia adalah seorang wanita miskin yang mempunyai keluarga banyak dan ia tidak tidak mempunyai pembantu, sehingga ia tidak dapat mengambil air minum dari telaga kecuali malam hari. Mendengar ucapan wanita itu, hati Umar terenyuh, sehingga ia membawakan kantong air itu hingga tiba di rumah wanita tersebut. lalu Umar berkata kepada wanita tersebut, ” Datanglah engkau esok pagi ke tempat Umar, agar ia memberimu seorang pembantu.” Jawab si wanita, “Aku merasa sulit untuk menemuinya.” “Pasti esok pagi engkau akan menemuinya,”  sahut Umar. Keesokan paginya ketika wanita itu ke tempat menjumpai Umar , maka ia segera melarikan diri setelah ia  mengetahui bahwa lelaki yang menolongnya tadi malam adalah Khalifah Umar Ibn Khattab RA. Melihat kejadian itu, maka Umar menyuruh seorang pembantu untuk mengikutinya dan menyerahkan sejumlah uang kepada wanita tersebut. (DR.Muhammad Shiddiq Al Minsyawi, 2003 : Kemuliaan ‘Umar Ibn Khattab)

Aku Tidak Akan Mentaati Perintahmu!!

Ketika Umar Ibn Khattab ra membagi-bagikan pakaian baru kepada rakyatnya, maka setiap orang diberikan satu pakaian. Kemudian ia naik diatas mimbar, sedangkan ia memakai dua pakaian. Ketika ia berkata, “Wahai manusia, dengarlah ucapanku”
Maka Salman berkata, “Tidak, aku tidak akan mendengar ucapanmu dan mentaati perintahmu”
“Mengapa wahai Abu Abdillah?” tanya Umar dengan nada keheranan.
“Engkau telah membagikan pakaian untuk kami setiap orang satu pakaian , sedangkan dirimu dua pakaian,”jawab Salman.
‘Wahai Abu Abdillah , jangan engkau cepat memvonisku seperti itu'”jawab Umar.
Kemudian Umar berteriak memanggil Abdullah Ibnu Umar. Setelah Ibnu Umar datang, maka ia ditanya, “Bukankah pakaian yang aku pakai  ini salah satunya adalah bagian punyamu?”
“Benar!, jawab Abdullah Ibn Umar.
“Kalau demikian, aku mau mendengar ucapanmu dan mentaati perintahmu!”, kata Salman dengan lantang.

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN

A. DEFINISI KEPERAWATAN

Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan (UU Kesehatan No. 23, 1992).
Continue reading

Sekilas tentang Rangkang

“Sejak berdirinya kerajaan Peurelak di Aceh, penyelenggaraan pendidikan di Aceh berorientasi pada ajaran agama Islam. Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan rasulNya, akhlak mulia, beridisiplin tinggi, bijaksana, dapat berdiri sendiri, bertanggung jawab, cerdas dan trampil, sehat jasmani, dan rohani, aktif dan kreatif, cermat dan teliti, sabar serta menyerah diri pada ketetapan Allah SWT. Begitulah tujuan pendidikan yang harus dicapai oleh perserta didik menuju ajaran Islam.” (AR Rum 51). p. 48. Continue reading