Tag Archive | mirzal tawi

BALON KEBAHAGIAAN…

Tiba2 sang motivator berhenti berbicara, di sebuah ruangan pelatihan yg diikuti sekitar 50 org peserta.

Sang Motivator mengeluarkan sebungkus plastik yang berisi balon.Lalu balon tersebut dibagikan kepada peserta masing-masing dapat 1 balon.Sang motivator meminta peserta meniup balon dan menuliskan namanya pd balon tsb.Lalu Sang motivator meminta balon2 tsb dikumpulkan di tengah sebuah ruangan kosong.Sang motivator instruksikan kpd peserta utk mengambil balon yg tertulis namanya masing2 dgn limit waktu 5 menit.

Dengan serta merta semua peserta menyerbu ke tumpukan balon2 tsb, berusaha mendapatkan balon yg tertulis namanya. Ada peserta yg mendorong, menyenggol, tersikut kwnnya bahkan ada peserta yg terjatuh.Alhasil waktu habis balon yg diinginkan tdk dpt ditemukan.

Lalu Sang motivator mengubah strategi gamesnya…
Sang motivator meminta kpd peserta utk mengambil satu org satu balon…lalu menyerahkan balon tsb kepada temannya yg namanya tertulis pd balon tsb.Alhasil dgn wkt yg ditentukan..smua peserta mendapatkan balon yg tertulis namanya.

Begitulah gambaran umum kehidupan kita…kita brusaha mendapatkan kebahagian dgn berbagai daya upaya yg kadang kala menyakiti, menzalimi dan mengintimidasi org lain.

Padahal utk mndptkn kebahagiaan simpel sekali…Berikan kebahagiaan kpd org lain dan org lain akn memberikan kebahagian kpd kita…begitulah fenomena balon td…disaat kt berikan balon yg tertulis nama kwn kita, tentunya kwn kt akn menyerahkan balon yg ada nama kita…

Seperti org bijak berkata…jika anda tdk mau disakiti org, maka jgn sakiti org lain…jika anda ingin bahagia, maka bahagiakan org lain…apalagi yg kita bahagiakan adlh sahabat kita, tetangga kita, anak yatim, fakir miskin, saudara2 kandung kita, ayah kita, ibu kita…sungguh luar biasa kebahagiaan yg akan kt dapatkan…insha Allah…Allah SWT akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat…

REGRESI LINIER DENGAN PROGRAM STATA part 2

Sebelum kita melakukan analisa regresi linier ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi,yaitu :
1.Linearity
2.Normaliy
3.Homoscedasticity
4.Independence
5.Error in variable
6.Model specification

Selanjutnya ada beberapa isu yang mendasari selama analisis tersebut yaitu tentang data yang akan dianalisa tidak boleh ada nilai ekstrim didalam data tersebut.Ada 3 tipe data ekstrim: outlier (observasi/sample dengan residual yang besar),leverage ( nilai ekstrim pada variabel predictor) dan influence ( disebabkan adanya outlier dan leverage).

Berikut kami lampirkan contoh analisis data regresi linier dengan program Stata…semoga bermanfaat

Regresi Linier dengan program Stata : regresi linier stata

REGRESI LINIER DENGAN PROGRAM STATA part 1

Pengertian

Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung dan memprediksi variabel tergantung dengan menggunakan variabel bebas. Gujarati (2006) mendefinisikan analisis regresi sebagai kajian terhadap hubungan satu variabel yang disebut sebagai variabel yang diterangkan (the explained variabel) dengan satu atau dua variabel yang menerangkan (the explanatory). Variabel pertama disebut juga sebagai variabel tergantung dan variabel kedua disebut juga sebagai variabel bebas. Jika variabel bebas lebih dari satu, maka analisis regresi disebut regresi linear berganda. Disebut berganda karena pengaruh beberapa variabel bebas akan dikenakan kepada variabel tergantung. Continue reading

STUDI PENDAHULUAN

William Asher (1976) dalam bukunya “Educational Research and Evaluation Methode” berkata : ” If man is not aware of what has been learned in history, it is said he is boaund to repeat the experiences”. Memang benar apa yang dikatakan olehnya. Masalah-masalah pendidikan yang kita dapati sekarang ini bukan seluruhnya masalah baru, atau bahkan boleh dikatakan masalah-masalah yang lama sering muncul kembali dalam keunikan yang lain.

Prof. DR. Winarno Surakhmad menyebutkan tentang studi pendahuluan ini dengan eksploratoris sebagai dua langkah, dan perbedaan antara langkah pertama dengan langkah kedua ini adalah penemuan dan pengalaman. Memilih masalah adalah mendalami masalah itu, sehingga harus dilakukan secara lebih sistematis dan intensif.

Seperti teori pengumpulan data pada umumnya, maka sumber pengumpulan informasi untuk mengadakan studi pendahuluan ini dapat dilakukan pada 3 (tiga) objek. Yang dimaksud objek disini adalah apa yang harus dihubungi, dilihat, diteliti, atau dikunjungi yang kira-kira akan memberikan informasi tentang data yang akan dikumpulkan. Ketiga objek tersebut ada yang berupa tulisan-tulisan dalam kertas (paper), manusia (person) atau tempat (place). Oleh karena dinyatakan dalam kata bahasa Inggris, untuk lebih mudahnya mengingat, disingkat dengan tiga P.
1. Paper, dokumen, buku-buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya (findings), studi ini juga disebut kepustakaan atau literature study.
2. Person; bertemu, bertanya, dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber.
3. Place, ;tempat, lokasiatau benda-benda yang terdapat di tempat penelitian. Seseorang yang berhasrat besar untuk mengadakan penelitian ke daerah pedalaman, mungkin mengurungkan niatnya setelah mengadakan penelitian pendahuluan, karena ternyata daerah yang akan dikunjungi terlalu sulit untuk dicapai sehingga tidak akan seimbang antara biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang akan dicapai.

Studi pendahuluan juga disebut pilot studi atau preliminary studi. Salah satu sumber tunggal yang penting yang merupakan sumber yang bersifat komprehensif adalah Encyclopedia of Educational Research ( Ebel, 1969), yang memuat berbagai judul penelitian pendidikan , serta beberapa buku tahunan (yearbooks) yang diterbitkan oleh The National Society for The Study of Education.

(Sumber : Arikunto,2002, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta

Pemberian Vitamin A pada Balita Di Desa Madika Kec. Simpang Tiga Kab. Pidie

 

Pemberian Vitamin A Pada Balita di Desa Madika Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie tahun 2013.

(Indra Maulana/Mirzal Tawi)*

 xv + 49 Halaman + 9 Tabel + 2 Gambar + 7 Lampiran

 

ABSTRAK

 

Vitamin A merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang pertama ditemukan. Secara luas, vitamin A merupakan nama genetic yang menyatakan semua retinoid dan prekusor/provitamin A/karotenoid yang mempunyai aktifitas biologic sebagai retinol. Di Kecamatan Simpang dari 1900 balita yang mendapatkan vitamin A sebanyak 1614 balita sedangkan yang tidak mendapatkan vitamin A sebanyak 286 balita, dan diantaranya 23 orang di Desa Madika. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita di Desa Madika Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Tahun 2013 berdasarkan umur, pendidikan dan pengetahuan. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita di Desa Madika Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie sebanyak 43 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 13-16 September 2013 didapatkan hasil bahwa dari 43 responden ini didapatkan bahwa manyoritas responden yang ada memberikan vitamin A kepada balita yaitu 53,5%. Hasil penelitian Bivariat didapatkan bahwa adanya 1 variabel yang tidak berhubungan yaitu pengetahuan. Sedangkan variabel yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita yaitu umur (P value = 0,019) dan pendidikan (P value = 0,009). Diharapkan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita supaya dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemberian vitamin A pada balita, agar kesehatan balita dapat terjaga dengan baik, sehingga derajat kesehatan pada balita tercapai sesuai dengan harapan.

 

Kata Kunci        : Vitamin A + Umur + Pendidikan + Pengetahuan

Daftar Pustaka  : 14 buku (2000 – 2013) + 6 Jurnal + 8 Internet/online

(Mahasiswa Akper Jege Sigli/Pembimbing)

 

Perilaku Cuci Tangan Efektif Pada Masyarakat Di Desa Jeumpa Kec. Sakti Kab. Pidie tahun 2013


Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Efektif Pada Masyarakat 
Di Desa Jeumpa Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie  Tahun 2013.

(Aina/Mirzal Tawi)*

 

Xv + 75 halaman + 13 Tabel + 3 Gambar + 8 Lampiran

 

ABSTRAK

Perilaku mencuci tangan adalah masalah sepele. Begitu sepelenya hingga banyak orang mengabaikannya. Perilaku cuci tangan pakai sabun juga merupakan intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibandingkan dengan hasil intervensi kesehatan dengan cara lainnya dalam mengurangi resiko  penularan  berbagai penyakit termasuk Flu burung, cacingan dan diare terutama pada bayi, balita dan anak-anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor  yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan  efektif pada masyarakat  Di Desa Jeumpa Kecamatan Sakti  Kabupaten Pidie tahun 2013 berdasarkan faktor pengetahuan, pendidikan, umur dan sumber informasi. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan crossectional. Tehnik pengambilan sampel tehnik simple random sampling ,yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Jeumpa Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie sebanyak 91orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanggal 3 s/d 9 Agustus 2013 didapatkan perilaku cuci tangan efektif masyarakat mayoritas adalah baik (52,7%), Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan  antara variabel prilaku cuci tangan efektif dengan variabel pengetahuan (P = 0,000), pendidikan (P = 0,013), umur (P = 0,004), dan sumber informasi (p = 0,048).  Diharapkan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan, untuk mengevaluasi masalah cuci tangan efektif dalam  masyarakat serta membina masyarakat dan memberikan penyuluhan tentang cuci tangan efektif serta prilaku hidup bersih dan sehat.

 

Kata Kunci       :    Perilaku cuci tangan,  pengetahuan , pendidikan, umur, sumber   informasi

Daftar Pustaka:    38 (2001-2011),  8 jurnal, 3 online.

Keaktifan Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kab. Pidie


“Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader Dalam Kegiatan Posyandu

Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie Tahun 2013”

(Sri Wahyuni/Mirzal Tawi)*

xii + 67 Halaman + 10 Tabel + 2 Gambar + 11 Lampiran

 

ABSTRAK

 

Keaktifan  kader posyandu merupakan suatu prilaku atau tindakan nyata yang biasa dilihat dari keteraturan dan keterlibatan seorang kader dalam berbagai kegiatan posyandu baik kegiatan dalam posyandu maupun diluar posyandu. Di Aceh jumlah kader posyandu yang terlatih 4.500 dari 7.039 posyandu dan rasio kader terlatih terhadap desa siaga 64,29%. Berdasarkan data dari Puskesmas Peukan Baro jumlah kader yang aktif 156 orang.

Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain crossectional. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kabupaten Pidie berdasarkan umur, pendidikan, lama menjadi kader dan pengetahuan. Jumlah populasi 340 dan sampel penelitian adalah sebanyak 77 orang kader posyandu. Tehnik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2013 di  dapatkan bahwa mayoritas responden tidak aktif, yaitu 41 responden (53,2%). Hasil uji bivariat didapatkan umur (P value = 0,001), lama menjadi kader (P value = 0,000), dan pengetahuan (P value = 0,033) berhubungan secara bermakna dengan keaktifan kader, sedangkan variabel pendidikan  ( P value  = 0,945), tidak ada hubungan dengan keaktifan kader.

Diharapkan bagi instansi terkait agar dapat memberikan pelatihan-pelatihan dan reward untuk meningkatkan motivasi kader, sehingga keaktifan kader posyandu akan lebih meningkat.

 

Kata Kunci       : Keaktifan kader, umur, pendidikan, lama mejadi kader dan pengetahuan.

Daftar Pustaka :  29 buku (2000 – 2013) + 11 online/internet

*(Mahasiswi Akper Jege Sigli/ Pembimbing)